PLN [ Padam Lupa Nyala ] Kupang…!!!


Sungguh Keterlaluan, PLN [ Padam Lupa Nyala... ]
lamp1
Kalau dianalogikan antara Pekan Libur Nasional (PLN) dengan Pemadaman Listrik alias tidak Nyala (PLN) oleh PLN betulan yang secara semena-mena dan dilegalkan dalam iklan koran seakan-akan ber-etika dan beradab, ya bolehlah ada kesamaannya. Anda yang tinggal di Kupang mungkin sependapat dengan saya, kita jadinya cukup hafal hari-hari listrik padam 2 kali seminggu. Bahkan selama tahun 2008, ritme metabolisme hidup kita sudah teradaptasi dengan solusi pending kegiatan ketika listrik padam. Angin segar bahwa pemadaman tidak lagi terjadi di awal Februari nyatanya tinggal janji. Yahh.. janji tinggal janji.

Kami harus agak rela walau ngedumel pemadaman rutin tersebut dengan alasan klasik dan teknis dari PLN. Tapi, yang tak habis pikir, minggu-minggu belakangan ini matinya gak karuan lagi… disamping waktu terjadwal pada pagi sampai siang bahkan sampai sore ikut-ikutan mati juga. Alamakk….

Kema……….
Anda tahu, maksud kata terpotong diatas??? Betul-betul menjengkelkan!! Saya lagi konsentrasi menulis keluhan tentang PLN, listrik MATI LAGI…. Padahal kemarin dari pagi hingga sore sudah mati. Walah-walah….Ini terlalu keterlaluan…tapi bisa apa saya? Ini namanya PLN ( Protes di Lawan dengan Neror,hehe).Saya mulai berfikir untuk buat pembangkit sendiri hihihi…

Beberapa waktu lewat, saya ingat-ingat lagi, pas UN SMA dan saya lagi di Rote, istri saya dengan nada tinggi menelepon cerita petugas PLN siang hari memutus listrik di rumah. Padahal kami sudah bayar kewajiban… dan setelah telpon ke PLN- pokoknya ada nomor2 di PLN dihubungi berulangkali, sorenya disambung kembali. Dan petugas melakukan itu tanpa ada kata-kata maaf kek, atau memberitahu dulu kek!! Memang PLN ( Petugas Lupa Nanya) kacaooo…

“Jadi kami minta pengertian masyarakat. Kami tidak bisa menyediakan daya listrik yang lebih baik, karena saat ini beberapa mesin sedang dalam perbaikan. Kami akan usahakan supaya pemadaman bergilir itu sedapat mungkin diminimalisir”. “Kalau daya terpasang sebesar 40 mega watt, maka pemadaman bergilir itu tidak akan terjadi lagi,” ujar Manajer PLN Cabang Kupang, Ignasius Rendroyoko, melalui Asisten Manager Pembangkitan, I Nyoman Dana pada Pos Kupang. Ini benar-benar PLN ( Perusahaan lagi Loyo dan Naif)
Itulah, meminta pengertian tapi tidak mau mengerti konsumen…. Etika apa lagi ini !!!

Pemadaman listrik yang sering terjadi selama ini merupakan implikasi dari manajemen PLN yang lemah. Harusnya dilakukan PLN (Pemeriksaan Langsung dan Ndadak) biar diketahui apa saja yang dilakukan untuk mencari solusi selama setahun lebih kok nggak ada perubahan, malah parah lagi. Huh…
lamp2
Apa tidak tahu atau tak mau tahu…Akibatnya saat ini makin mempengaruhi penurunan tingkat produksi dari dunia usaha, menurunkan produktivitas dan semangat bekerja, sangat mengganggu penyelenggaraan pendidikan terutama di kampus – laboratorium tiba-tiba mati, sampel jadi rusak, komputer jebol dan usia jadi pendek Bahkan mungkin kalau diteliti kayaknya sudah banyak orang yang tertekan secara psikologis karena pemadaman listrik. Bagaimana tidak? Alternatif lilin sudah menyebabkan sekian banyak kebakaran rumah!! Dengar maki-makian mereka ketika rumah sudah ludess gara-gara listrik padam. Coba kalau berani beralih sekalian ke PLN (Perusahaan Lilin Negara) saja.. biar tidak banyak berharap ke PLN sekarang, siapa tahu muncul konsorsium swasta yang lebih profesional ngurusi listrik.

Implikasinya terlalu panjang, dan apakah PLN bisa mencari solusinya?? Bagaimana pemerintah propinsi? Apakah masyarakat hanya bisa pasrah dan tetap mengurut dada teruss…
Apakah ini tanda-tanda krisis listrik yang lebih parah akan terjadi di kupang?

Memang, menurut informasi yang dihimpun Pos Kupang, menyebutkan, PLN Cabang Kupang memiliki sekitar 40 unit mesin listrik, masing-masing Rental 1 sebanyak 18 unit, Rental 2 sebanyak 12 Unit dan Rental 3 sebanyak 8 unit. Dalam waktu dekat akan ada penambahan lagi 2 unit mesin pada Rental 3.Dari jumlah mesin diesel itu, daya terpasang 21-22 MW dengan daya yang didistribusikan kepada publik 27,5 MW. Mesin-mesin itu terus digunakan selama 24 jam tanpa henti. Isu-isunya malah ada permainan pengadaan mesin, tidak beli baru malah beli rongsokan. Kalau iya itu benar, berarti pengadaan PLN (Peralatan Lungsuran (= rongsokan)?? ah Norak) menyakiti konsumen. Konsumen tidak heran dengan isu data-data seperti itu! Itu sudah fenomena sejak setahun yang lalu.

Lalu, apa usahanya PLN selama ini? Konsumen telat membayar putus tanpa ampun, giliran listrik padam terus tidak ada solusi, minta maaf terus lewat koran.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) NTT, Ny. Mus Malessy mengatakan pada Pos Kupang, Sabtu (2/5/2009). Krisis listrik di Kota Kupang dan sekitarnya saat ini, jangan dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang harus ikut bertanggungjawab atas masalah tersebut. Dia menilai pemerintah bersikap acuh tak acuh terhadap krisis listrik yang menimpa masyarakat.

Ya repot juga kalau pemerintah beranggapan masalah tersebut menjadi urusan PLN. Lebih repot lagi, kalau pemerintah tidak mau tahu PLN memiliki banyak kendala dan keterbatasan sehingga tidak bisa sendirian mengatasi masalah tersebut. Yaa…maklumlah, kata orang sih di jalur perumahan pejabat listriknya tidak pernah padam :(, terus rakyat bawahlah yang selama ini bergilir dimatikan .

Bagus dan saya mendukung, ketika mendengar Pusat Informasi Advokasi Rakyat (PIAR) NTT akan menyebarkan formulir kepada masyarakat khususnya pelanggan PT PLN Cabang Kupang untuk mengumpulkan pengaduan masyarakat. Biar PLN tidak lagi melakukan pembohongan publik dan seenaknya memadamkan listrik. Pemadaman listrik saat ini tidak bisa ditolerir lagi. Lery Mboeik mengatakan, sesuai standar operasional pelayanan PLN, jika pemadaman yang dilakukan lebih dari delapan jam dalam sebulan, PLN harus memberikan kompensasi kepada pelanggannya.
Kompensasi?? Saya berfikir itu tidak ada di dalam kamusnya orang PLN, Lha kadang-kadang listrik mati lebih 8 jam sehari, konsumen protes-protes nggak pernah ditanggapi serius, kok!.
Tapi memang PLN harus diberi pelajaran ( bukan hanya anak SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi ) biar tahu artinya PLN ( Perhatian dan empati pada konsumen , Loyalitas akan tanggung jawab dan Normatif melayani listrik – mengingatkan & permisi mau memutus aliran, kompensasi jika ada pemadaman). Itulah keadilan dan keberadaban yang dimaksud di sila ke-5 Pancasila.

Bahkan anak saya kelas 2 SD sudah ngeh, dan bilang, ” Gimana sih PLN ini mati terus listriknya, nggak becus ya nyalakannya”. hehe…
Bagaimana solusinya nanti? Gak tahu pihak2 yang berwewenanglah yang harusnya tahu diri kepentingan rakyat…jangan sampai Padam terus Lupa Nyala…..

About these ads

Tentang alifis

penyuka ilmu, baik yang remah2 atau terkuantisasi. penikmat hidup dalam aliran harmoni dan ketenangan.... penikmat tantangan dalam dinamisasi dan idealisasi....
Tulisan ini dipublikasikan di aQ berPole-MIX. Tandai permalink.

2 Balasan ke PLN [ Padam Lupa Nyala ] Kupang…!!!

  1. Fredrik berkata:

    memang benar tu! sekarang ini lebih amburadul dan kacaoooo. Pemadaman 4x seminggu. Malam 2x, siang 2x. Kampus UNDANA sonde tergerak ko??

  2. Arthur berkata:

    Kasihan deh lu :) PLN betul-betul tak berperikelistrikan. Ganti saja itu pejabat-pejabatnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s