Metode Pengukuran Kebisingan


[Materi 01, Pelatihan & Praktek Pengambilan Sampel kebisingan di Bapedalda Propinsi NTT, Maret 2006]

Kriteria Kebisingan
Sifat-sifat dari suara bising yang dianalisis:
Derajat kebisingan suara secara menyeluruh (overall noise level). Berapa desibel-kah intensitas kebisingan itu? disebabkan oleh bemacam-macam nada secara serempak. Komposisi dari suara bising. Diteliti nada apa saja yang ikut membentuk bising tadi.

Cara suara bising itu mengganggu. — Yang dimaksud ialah frekwensi, lamanya dan kontinuitas suara bising itu. Berapa jamkah setiap hari suara bising itu mengganggu? Apakah bising itu berlangsung terus-menerus ataukah terputus-putus? Berapa jamkah seluruhnya dialami gangguan kebisingan selama bekerja ?

Baku Tingkat Kebisingan
Dalam upaya pencegahan dan perlindungan masyarakat terhadap gangguan kebisingan ditetapkan baku tingkat kebisingan yaitu Keputusan MenLH No. 48/MenLH/11/1997 yang mana baku tersebut didasarkan pada nilai tingkat kebisingan siang dan malam. Nilai ini diperoleh dari hasil perata-rataan hasil pengukuran Leq selama 24 jam. Untuk Leq siang hari (Ls) pengukuran dilakukan dari jam 06.00 – 22.00, sedangkan pengukuran Leq malam hari (Lm) dilakukan dari jam 22.00 – 06.00 pagi ( hasilnya ditambah faktor pembobotan 5 dB(A).

Berikut ini adalah Kawasan peruntukan dan baku tingkat kebisingan yang diijinkan.
kaw

Peraturan Menteri Kesehatan No. 718 tahun 1987 tentang kebisingan yang berhubungan dengan kesehatan menyatakan pembagian wilayah dalam empat zona.
Zona A adalah zona untuk tempat penelitian, rumah sakit, tempat perawatan kesehatan atau sosial. Tingkat kebisingannya berkisar 35 – 45 dB.
Zona B untuk perumahan, tempat pendidikan, dan rekreasi. Angka kebisingan 45 – 55 dB.
Zona C, antara lain perkantoran, pertokoan, perdagangan, pasar, dengan kebisingan sekitar 50 – 60 dB.
Zona D bagi lingkungan industri, pabrik, stasiun kereta api, dan terminal bus. Tingkat kebisingan 60 – 70 dB.

Seharusnya zona-zona ini diterapkan dalam penentuan kembali Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK). Kota yang memiliki RDTRK perlu melakukan pengawasan secara berkala agar tingkat kebisingan di zona-zona itu tak melebihi nilai ambang batas.

Berikut Edaran Menteri Tenaga Kerja No.SE.01/MEN/1978 ( aturan jadul :) )
shift
Menurut Indonesia (Tabel diatas), Tingkat intensitas maksimal untuk “Noise exposure time” atau waktu paparan kebisingan selama 8 jam, 40 jam per minggu adalah 85 desibel Jika kebisingan lebih dari 85 dBA, waktu kerjanya harus diperpendek. Jika lamanya shift lebih dari 8 jam, maka tingkat kebisingan yang ada harus diturunkan.

Menurut Amerika Serikat dalam Occupational Safety and Health Act , seorang yang bekerja dalam tempat dengan kebisingan suara 100 dB hanya dibenarkan bekerja paling lama dua jam sehari di tempat itu. Kalau dia bekerja lebih lama, maka akan terjadi ketulian.

Menurut Australia , dalam The Australian Oto-Laryngological Society, lingkungan dengan kebisingan 100 dB seseorang masih dapat bekerja dengan aman selama 195 menit setiap hari (3 jam 15 menit), asal setiap selesai bekerja selama 15 menit dia diberi istirahat 20 menit. Kalau ia harus bekerja terus-menerus, maka dia hanya boleh diberi tugas 25 menit per hari. Menurut Amerika orang itu boleh dipekerjakan dua jam secara terus menerus.

Piranti Pemantau Kebisingan
pirantiJenis Piranti Pengukur Kebisingan a.l.:
Analog Sound Level Meter
Digital Sound Level Meter
Sound Level Monitor + Alarm
Noise Dosimeter
Integrating Sound Level Meter

Contoh piranti Analog:
Sound Level Meter 407703 Extech Instrument
407703 Extech termasuk sebagai instrument pembacaan langsung.
Spesifikasi
Range Skala 40 s/d 120 dB, terbagi dalam optional range skala Low dan High
Low : 40 s/d 80 dB dan High: 80 s/d 120 dB.
Portable, simple function
Power battery 9V DC
Calibration standard 70dB

Prosedur Pengukuran
-Posisikan sound level meter pada kedudukan yang merepresentasikan tingkat intensitas bising di tempat itu.
-Aktifkan pengukuran dengan mengatur saklar geser pada kedudukan Lo atau Hi. Lo atau Low Intensity berada pada skala 40 s/d 80 dB, sedangkan Hi atau High Intensity berada pada skala 80 s/d 120 dB.
-Pencatatan pada satu kedudukan akan terkait dengan pembacaan skala minimum dan skala maksimum.
-Ambil jumlah titik kedudukan sebanyak yang diperlukan.

Metode Pengukuran & Perhitungan
Pengukuran, mengacu pada KepMenLH N0.49/MenLH/11/1996, 3 diantaranya adalah sebagai berikut:
- Waktu pengukuran adalah 10 menit tiap jam ( dalam 1 hari ada 24 data)
- Pencuplikan data adalah tiap 5 detik ( 10 menit ada 120 data)
-Ketinggian microphone adalah 1,2 m dari permukaan tanah

Analisis Pemantauan
Berikut contoh representasi kebisingan di tiga titik pengambilan data
cont1
atau pola tingkat kebisingan di beberapa kawasan
cont2
Pada umumnya keseluruhan pemantauan tersebut diatas, sumber bising utamanya adalah aktivitas dari kendaraan yang ada di jalan raya, kelemahannya adalah metode pengukurannya secara general tanpa memperhatikan tipe atau jenis bising utamanya, sehingga kelemahannya adalah tidak dihitungnya jumlah, jenis maupun kecepatan kendaraannya.

About these ads

Tentang alifis

penyuka ilmu, baik yang remah2 atau terkuantisasi. penikmat hidup dalam aliran harmoni dan ketenangan.... penikmat tantangan dalam dinamisasi dan idealisasi....
Tulisan ini dipublikasikan di Artikel Fisika Q dan tag , , , . Tandai permalink.

11 Balasan ke Metode Pengukuran Kebisingan

  1. hendro berkata:

    Info sgt bermanfaat. Untuk lebih memperkaya dpt di tambah contoh berbagai macam pengukuran,misal pengukuran PLTD/Genset di pasar. Mengingat standar kebisingan d pasar sdh ada&d PLTD jg ada. Sehingga perlu satu data yang pasti besar dB PLTD krn d pengaruhi oleh dB d pasar. Dmikian di sampaikan

  2. Acho Bhone berkata:

    ohhh iiya,,, klo untuk pemesanan alat sound level meter,,, biasanya dimana,,,, broooo?

  3. Suhermanto berkata:

    Kalau Box Kedap suara bisa ngak diukur?

    untuk lembaga resmi sapa yang bisa dihubungi

  4. alifis berkata:

    low berkisar 40 – 80 dB, high berkisar 80 – 120 dB. Cara perhitungan menggunakan rumus Ls ( Leq siang), Lm ( Leq malam) dan selanjutnya dapat dihitung Lsm ( Leq siang-malam). Cuplikan data diambil tiap 10 menit, pada Lij yang ditentukan. Bgitu dulu ya… :)

  5. ken setyorini berkata:

    bagaimana tahapan cara perhitungan kebisingan hi atau low dan bagaimana hingga memperoleh hasil dari beberapa titik pengukuran?

  6. reza berkata:

    saya mau ukur kebisingn d lingkungan. blh mnt pengukuran menggunakan pemetaan kontur?
    terimakasih

  7. alifis berkata:

    aq malah dpt info br ada metode lain L-95 n MODE, hello-hello siapa yg bs ksh info ke yusuf n aq?? :) pasti ilmunya sgt bermanfaat !!

  8. Yusuf berkata:

    Dear All,
    Ada yang tahu mengenai perbedaan metode pengukuran kebisingan dengan method berikur: Leq, L-95 dan MODE ?

    Terima kasih atas infonya

  9. alifis berkata:

    dB’a tergantung produksi bicaranya, berbisik sekitar 30 – 40 dB, normal 40 – 60 dB, kalo sambil cekikik ya bisa 70 – 80 dB. Intinya suara hanya dari 1 sumber, tetapi ada efek pantulan yang membuat Level av lebih tinggi jika dibandingkan dengan di udara terbuka. Begitu kira-kira…

  10. Firdaus berkata:

    Bila org berbicara dalam sbuah ruangan trtup diperkirakan angkta intensity dB’a brap?
    Thx..

  11. fenni berkata:

    Jika hasil dari pemeriksaan kebisingan di lingkungan (pemetaan) bertipe kontur boleh saya dapat contohnya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s