Pengantar Maaf…
Sudah sejak sebulan yang lalu, aq mencoba untuk menuliskan ‘koreksi’ ini, tetapi kemalasan/ inersia tubuhq yang disinyalir oleh Hukum I Newton mendominasi, hal ini mungkin lebih disebabkan oleh cuaca kota Kupang NTT yang lagi terik-teriknya dengan suhu mencapai 35 derajat celcius. Padahal di Jakarta sudah hujan badai, di Thailand sekian lama banjir besar. Dibanding 2 keadaan tersebut, harusnya aq lebih bersyukur. Toh untuk mendapatkan air juga tidak bermasalah, dibandingkan sisi NTT yang lain, atau di jawa sekalipun. Aq tak hendak cerita panjang lebar tentang suasana hati, kok cenderung mengasihani diri sendiri. Segera saja aq tulis pokok pikiran, sebelum rasa malas datang menghampiri lagi.
Intinya adalah…
Rumus abc,
yang selama ini dianggap sakti oleh pengguna matematika, untuk mendapatkan solusi dari persamaan kuadrat ax^2 +bx+c = 0, dapat aq buktikan sangat tidak akurat !!! (jangan marah dulu ya
). Ternyata rumus abc hanya berlaku untuk kombinasi abc terbatas (bahkan amat terbatas !), tidak bersifat umum, dan bagi pengguna matematika tentu ini menjadi sebuah ‘gugatan’. Apa yang selama ini kita pakai sebagai metode ‘ampuh’ ternyata menyimpan kesalahan yang fatal? laten? potensial.
Ah, lagi-lagi aq ingatkan diriq lagi untuk fokus !. Untuk segera membahas secara sistematis topik ini dalam tulisanq, urutan postingan yang akan kutulis, adalah sebagai berikut :
(1) Tulisan pertama, Kedudukan analitik & komputasi numerik di bidang terapan? Ini menjadi tulisan awal sebagai pengantar koreksi terhadap rumus abc, karena sesungguhnya dari menggeluti (sedikit) kajian komputasi numerik-lah, aq membuktikan (ya dengan analitik dan komputasi numerik) bahwa rumus abc tidak akurat, dan bahkan mendapatkan (bukan menemukan) rumus alternatif yang lebih ‘general’ sekaligus lebih akurat.
(2) Tulisan kedua, sekedar review untuk pembaca, Bagaimana mendapatkan rumus abc dan rumus tandingannya ? Kedua rumusan ini aq sajikan biar pembaca mendapatkan gambaran yang utuh, bagaimana sih rumus abc muncul, dan menunjukkan bagaimana mendapatkan rumus tandingannya, yang lebih OK itu?
(3) Tulisan ketiga, bukti-buktinya Bro !!!
Untuk itu…
Kenapa aq berniat menuliskannya di blog ini? Tujuannya supaya siapapun bisa membaca dan sekaligus bisa mengoreksi dan ‘cepat’ mengingatkan aq, kalau ternyata apa yang aq tuliskan ‘salah’ dan ‘tidak lengkap’. Kalau salah berarti ‘ketidaklengkapan’ pemahaman yang aq punyai, dan itu berarti aq sudah terjerumus dalam kesalahan yang canggih (sophisticated). Jadi maafkan saja pada orang fisika yang ‘sok bisa’ matematika ini!, tapi kalau ‘tidak salah’, tapi belum lengkap, mohon dilengkapi supaya membawa manfaat bagi semua pengguna matematika.
Bagi Matematikawan/matematikawati, bahkan ahli matematika tulisan ini mungkin seperti ‘lips service’ saja, karena mungkin dalam domain ‘kajiannya’ para ahli sekalian, topik ini dianggap hal biasa/kecil. Tapi kalau sudi untuk lebih meluruskan/menguatkan tulisan ini, aq limpahkan banyak Terima kasih !!.









