Jawara Foto National Geographic 2015

Teman tentu sering mengikuti publikasi National Geographic, baik dalam bentuk video di Youtube, majalah Online di Internet atau beli majalah regulernya.

Nah, pada tahun 2015 yang telah lewat National Geographic (NG) mengumumkan Foto Foto terbaiknya dalam Kontes Foto NG2015. Berikut Foto2 tersebut : ( sumber  : National Geographic dan MSN.com )

1_Tornado

© James Smart / National Geographic 2015 Photo Contest
Kontes Foto National Geographic 2015 mendapat tanggapan yang luar biasa dari fotografer di seluruh dunia. Dipilih dari lebih 13.000 entri, foto tornado di Colorado disepakati juri menjadi pemenang hadiah utama. Berikut adalah foto-foto menakjubkan dari pemenang yang menerima kategori kehormatan (honorable mention) lainnya.
Foto: Tanah — Pemenang Utama dan Kategori Alam
Lokasi: Simla, Colorado, AS.
Angin tornado anti-cyclonic langka yang menakjubkan terjadi di peternakan terbuka dan menelan sebuah rumah di Simla, Colorado.

 

2_Asteroid_Places Winner

© Francisco Mingorance / National Geographic 2015 Photo Contest
Asteroid — Pemenang kategori Tempat (Places Winner)
Foto dan keterangan oleh Francisco Mingorance
Lokasi: Cardeñas, Andalusia, Spanyol
Dalam rangka penyusunan laporan Riotinto dari udara, saya memutuskan untuk memasukkan kolam fosfogipsum yang terletak di rawa-rawa merah dimana radioaktif telah menghancurkan sebagian dari rawa. Sebagai jurnalis foto lingkungan hidup, saya harus menceritakan kisah ini dan melaporkannya, tapi harus dengan gambar yang dengan sendirinya akan menarik perhatian pembaca. Saya menemukan tempat ini saat melakukan latihan terbang rendah yang lalu menarik perhatian saya karena kemiripannya dengan asteroid yang jatuh di perairan hijau.
3_Ditempat Bermain_People

© Joel Nsadha / National Geographic 2015 Photo Contest
Di tempat bermain — Pemenang kategori Manusia (People Winner)
Foto dan keterangan oleh Joel Nsadha
Lokasi: Kampala, Uganda
Bwengye tinggal di daerah kumuh yang bernama Kamwokya di Kampala, ibu kota Uganda. Dia sangat menyayangi sepedanya lebih dari apapun, dan mengendarainya setiap sore ke tempat bermain dimana dia menyaksikan anak-anak bermain sepak bola setiap sore.
Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Sains Alam Semesta | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar

Komodo 01

DSC_0437Eksotisme alam beserta ragamneka Flora & Fauna di Taman Nasional (TN) Komodo makin moncer dan bahkan lebih dikenal di manca negara, dibandingkan di skala nasional. Untuk itu ditulisan kali ini aq coba mengutip dan menuliskan juga pengalamanq terkait TN Komodo.Semoga bisa jadi referensi kalo anda ingin ke TN Komodo. :)

Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur,Indonesia. Pulau Komodo merupakan ujung paling barat Provinsi Nusa Tenggara Timur, berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Di Pulau Komodo, hewan komodo hidup dan berkembang biak dengan baik. Hingga Agustus 2009, di pulau ini terdapat sekitar 1300 ekor komodo. Ditambah dengan pulau lain, seperti Pulau Rinca dan dan Gili Motang, jumlah mereka keseluruhan mencapai sekitar 2500 ekor. Ada pula sekitar 100 ekor komodo di Cagar Alam Wae Wuul di daratan Pulau Flores tapi tidak termasuk wilayah Taman Nasional Komodo.

Selain komodo, pulau ini juga menyimpan eksotisme flora yang beragam kayu sepang yang oleh warga sekitar digunakan sebagi obat dan bahan pewarna pakaian, pohon nitak ini atau sterculia oblongata di yakini berguna sebagai obat dan bijinya gurih dan enak seperti kacang polong.

Pulau Komodo juga diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, karena dalam wilayah Taman Nasional Komodo, bersama dengan Pulau Rinca, Pulau Padar dan Gili Motang

Tahun 2009, Taman Nasional Komodo dinobatkan menjadi finalis “New Seven Wonders of Nature” yang baru diumumkan pada tahun 2010 melalui voting secara online di http://www.N7W.com.Pada tanggal 11 November 2011, New 7 Wonders telah mengumumkan pemenang sementara, dan Taman Nasional Komodo masuk kedalam jajaran pemenang tersebut bersama dengan, Hutan Amazon,Teluk Halong, Air Terjun Iguazu, Pulau Jeju, Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa, dan Taman Nasional Komodo mendapatkan suara terbanyak.

DSC_0506

Dan, Tempo online menulis :

“Branding Wonderful Indonesia, yang tadinya tidak ada rankingnya, pada 2015 melesat 100 peringkat menjadi ranking 47, mengalahkan Amazing Thailand ranking 83, dan yang memuaskan mengalahkan branding Trully Asia Malaysia yang hanya ranking 96” serta CNN (Cable News Network) edisi internasional pada akhir 2015 merealese  “11 of the worlds best snorkeling destinations” atau 11 destinasi snorkeling terbaik dunia.

Pada peringkat pertama yakni Raja Ampat di Papua Barat, Indonesia, yang menjadi habitat bagi 75 persen koral yang dikenal di dunia. Peringkat kedua yakni Taman Nasional Komodo di NTT, Indonesia.

Kemudian peringkat ketiga hingga 11 yakni Kepulauan Galapagos di Ekuador, Coral Triangles di Asia Pasifik, Filipina, Silver Bank Republik Dominika, Palau di Micronesia, Greet Barrier Reef di Australia, Pulau Solomon, Isla Holbox di Mexico, dan Kealakekua Bay di Big Island, Hawai.

sumber : Wikipedia, Tempo online

Gambar | Posted on by | Tag , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

NEGERI ASAP

DSC_1515Asap di 3 bulan terakhir begitu populer di Negeri Indonesia. Hampir semua orang membicarakannya, dari Aceh sampai Papua. Setiap saat, setiap sempat apalagi di medsos. Saling lempar tuduhan ikut meramaikan untuk mencari tahu siapa yang paling bertanggungjawab. Pemerintahpun lebih fokus pada biang kerok daripada kesehatan lingkungan yang mulai membunuh anak negeri, satu per satu. Bahkan musibah/bencana ini lebih ramai didiskusikan daripada ditangani. Stakeholder yang seharusnya bertanggungjawabpun lebih banyak beretorika.

Beginilah negeriku, negeri yang kaya tapi absurd, yang berbudaya dan santun tapi rajatega, anak negeri sendiri …dibiarkan dalam kepungan asap beracun.
Pikir mereka : Santai saja, badai pasti berlalu, toh yang teriak juga rakyat kecil.

Di salah satu grup medsos yang aku ikuti, aq posting gambar crop foto berita di TV seperti diatas dan sy tambahi komentar : Evakuasi ketidakpedulian yang terlambat… Temanku di grup menanggapi postingan gambar seperti diatas yang nadanya kira-kira begini : coba hitung kerugian asap rokok??? Ada yang pernah hitung?? Hehhehe kadang semut di padang pasir tampak jelas sementara sing udud bendino dijarno wae. Boro2 mbentak, ngelarang sj gak wani. Anggap 10jt org indo merokok setiap hari 2 batang. Berapa akumulasi asap yang terkumpul?? Berapa yang pneumonia?? There is no data and nobody care about it…

Memang sudah sebegitu parah ya… ketika bayi dan anak2 mulai berjatuhan dan menderita karena asap bakar2, asap rokok, orang tua perokok tak ubahnya pembakar lahan yang juga berakibat banyaknya penderita ISPU/ISPA. Jangan sampai aktivis-aktivis yang banyak berteriak di sekeliling kita terkait bencana asap, juga menjadi perokok aktif, yang merugikan kesehatan lingkungan juga ?

Apapun itu, pasti mereka kalau ditanya akan menjawab, “itu dua hal yang berbeda !!”. Ya iyalah, jelas berbeda. Rokok dan perokok interaksinya sangat personal dan dampaknya juga lingkup kecil, apakah rekan/anak istri di sekeliling perokok akibat ketidakpedulian, sedangkan bakar hutan berhektar-hektar disamping ketidakpedulian, lebih pada keserakahan terhadap lingkungan alam, yang dampaknya sangat luas.

Akumulasi Asap Bakar hutan saat ini, sudah mendominasi langit dan masuk diseluruh celah udara kamar rumah. Kemanapun mereka2 telh terkepung asap, berbeda dengan asap rokok yang tidak serta merta bisa diakumulasi , khan konsentrasi di udara bebasnya sangat berbeda. walau sama dalam menghitung dosis/konsentrasinya ?

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di aQ berPole-MIX | Tag , , | Meninggalkan komentar

POTRET WILAYAH TERISOLASI

BOLENG Part 1
POTRET WILAYAH INDONESIAKU YANG TERISOLASI
Trisura Ala Boleng Manggarai: Transportasi, Elektrifikasi dan Isolasi
Boleng, Manggarai Barat
15 April 2014

Siang hari 13 April 2014, kami mendarat di Bandara perintis Laboan Bajo, Kab. Manggarai Barat. Rombongan besar dengan 18 dosen yang akan bertugas sebagai Pengawas UN, dikomandoi oleh Dekan FST Undana, Prof. Lumban Gaol, PhD, sebagai koordinator Pengawas Kabupaten. Aq sendiri bertugas sebagai Pengawas Satuan Pendidikan (Wassatdik) di SMA Negeri Boleng.

Berpose dengan pak Jonshon Tarigan dan pak Jehunas Tanesib, sebelum menembus wilayah manggarai barat

Berpose dengan pak Jonshon Tarigan dan pak Jehunas Tanesib, sebelum menembus wilayah manggarai barat

Sehari sebelumnya, aq coba searching di Google earth, Wikimapia untuk mendapatkan sekolah tersebut. Tidak ketemu, maklum menurut informasi di web adalah kecamatan pemekaran dari Wilayah Komodo. Dominan belantara yang kudapatkan. Wilayah yang terpetakan berpenghuni dengan komunitas warga yang cukup banyak, ditunjukkan oleh Wikimapia terkonsentrasi di lembah Terang, yang ternyata adalah Kota Kecamatan. Disalah satu berita di web, Terang berjarak 65 km dari Labaun Bajo. Waooo jauh juga ! pikirku naik apa pergi kesana?
Jam 15.30, setelah tim Undana bertemu dengan Kadis PPO sekaligus menggali informasi tentang keberadaan sekolah-sekolah yang dituju oleh semua rekan2 Wassatdik, barulah masing-masing mendapatkan gambaran cukup jelas. Aq yang ditugaskan di SMA Negeri Boleng, masing harus menempuh jarak 55 km menuju jalur Lando – Ruteng. Sekolah tersebut ada di kelurahan/desa Lando yang berjarak 6,5 km sebelum menuju kota kecamatan yaitu Terang. Rekanq kebetulan dapat tugas di SMA Muhammadiyah Terang, sehinga kami memutuskan berangkat esok paginya ke lokasi, dengan menggunakan ojek. Paling murah 50 ribu rupiah, sampai. Jadi malam harinya aq coba nikmati dulu malam di Labuan Bajo.

perairan labuan bajo dari atas hotel

perairan labuan bajo dari atas hotel

Sekedar jalan-jalan sekitar pesisir menikmati deburan ombak dermaga dengan lampu-lampu kapal yang berjejer rapat, dan ramainya penjual makanan ala sea foot sepanjang pantai. Turis-turis asing pun berkeliaran, mirip seperti kawasan Legian kuta, di tahun 93an. Legian yang sekarang sudah banyak berubah.

panorama alam perairannya mempesona

panorama alam perairannya mempesona

Laboan Bajo, saat ini menjadi wilayah favorit baru bagi turis2 asing yang menempuh bermil2 dari rumah dan negaranya untuk mendapatkan kenikmatan alami, setelah Bali yang kurang alami lagi. Gugusan pulau-pulaunya yang kecil-kecil berjejer dan menjulang, menampilkan keindahan yang luar biasa indahnya. Komodo, Kadal Raksasa menjadi ikon yang sudah mendunia.
Perjalanan Ketetapan Hati
Pagi itu aq bersama ak Jefry berangkat dibonceng 2 buah ojek menuju tujuan. Bukan Bapak atau Om om yang jadi jokinya, tetapi anak masih SMA yang libur sekolah, yang mungkin kakinya belum tegar menyangga motor yang terlihat kebesaran dibanding posturnya. Demikian juga teman satunya, yang belum pernah mengenal medan perjalanan. Kami sangsi dengan jokinya, tetapi bagaimana lagi. Hati harus diteguhkan dan selalu waspada dan berdoa.

ke pedalaman yang menantang

ke pedalaman yang menantang

Ternyata jalan yang kami lalui luar biasa sulit ( ternyata di kemudian hari, lebih sulit lagi saat balik lagi ke laboan bajo, karena menembus hujan ). Dan tubuhq pun harus beradaptasi dengan goncangan, ayunan, bantingan posisi diatas motor supaya tidak jatuh. Harus aq akui nyali joki yang aq tumpangi luarbiasa, tidak seperti posturnya yang kecil kerempeng. Sekian kilometer jalan mulus selepas laboan bajo, selebihnya berlncat-loncatan di atas sepeda motor, yang terkadang memaksa kami turun oleh medan yang tidak memungkinkan.
Aq merasa dengan sedemikian sulit medannya sepertinya ongkos 50 ribu cukup murah. Dan jam 08.30 aq tiba di sekolah dan langusng melaksanakan tugas. Sementara badan mendapatkan efek goyang-goyang sama seperti kalau habis turun dari perjalanan kapal laut. Melekat kesannya, terlatih nyaliq dan serasa badan kuat kembali setelah melalui tantangan alam.

sekolah generasi muda boleng untuk masa depan yang lebih baik

sekolah generasi muda boleng untuk masa depan yang lebih baik

Boleng betul-betul alami, listrik tidak ada, sinyal ponsel tidak muncul, suara alamlah yang mendominasi dibalik dengusan nafas kita sendiri. Kalau di kupang nafas kita tenggelam dalam kebisingan, maka di Boleng, manusia mungkin sadar disetiap helaan nafasnya. Betul-batul alami…
Tapi generasi muda Boleng yang sudah sempat mencicipi dunia luar, apakah ke jawa, sulawesi dll, sadar bahwa kondisi seperti ini tidak harus dipertahankan tetapi perlu diperjuangkan. Slogannya adalah Trisuara Boleng Manggarai: Perjuangkan Transportasi Layak, Seiakan Elektrifikasi dan Jebol Isolasi. Selamat Berjuang Warga Boleng, Manggarai Barat.

Dipublikasi di Relief Kehidupan | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Negeri Alami

BOLENG Part 2
DENYUT NADI INDONESIAKU YANG MASIH ALAMI
LAMPU GENSET, LAMPU SURYA DAN LAMPU POLITIS
Boleng, Manggarai Barat
Catatan : 15 April 2014

DSC_0470

Siang hari sehabis bertugas Wassatdik di SMAN 1 Boleng, aq berkesempatan jalan2 menuju kota Kecamatan Boleng, yaitu di Kota Terang. Baiknya, Bpk Kepala Sekolah meminjami aq motornya sehingga aq bisa jalan ke mana aq inginkan.
Kota terang berjarak 6,5 km dari pertigaan Terang-Lando. Pertigaan ini 500m arah utara dari sekolah SMAN 1 Boeng. Jalan, lumayan bagus, menurut warga. Tapi, jangan membayangkan mulus aspal ! bagus disini adalah tidak terlalu naik turun pegunungan, karena wilayah Lando sampai Terang adalah dataran rendah, atau wilayah lembah menuju muara pantai Boleng.

Dengan mengekor teman-teman Pengawas ruang yang berasal dari SMA Muhammadiyah Terang, sampailah aq di kota Kecamatan Boleng. Skali lagi jangan membayangkan kota yang cukup fasilitaas. Semua keadaan tidak jauh berbeda. Memprihatinkan ! Apalagi berada di wilayah pesisir dengan khas aroma pantai dan rawa. Tentu jangan membayangkan kondisi yang ideal di Wilayah ini. Kecamatan Pemekaran yang mungkin ke depannya akan bergerak lambat, jika fasilitas transportasi, kelistrikan tetap menjadi masalah utama.

Di Lando, sekitar area SMAN 1 Boleng adalah wilayah pertanian yang dihuni oleh etnis Manggarai sendiri, yang berprofesi sebagai petani atau sebagian pendatang yang masih berkerabat dengan warga asli tetapi berasal dari desa/kampung sebelah yang berprofesi sebagai pegawai negeri, guru, dan lain-lain. Lain halnya dengan wilayah Terang, yang lebih dominan dihuni oleh etnis Bima, Bugis dan Makasar. Dari bentuk rumah, bahasa pergaulan sehari-hari cukup kentara terlihat berbeda. Tetapi mereka tetap merasa sebagai satu warga wilayah baru yaitu Boleng.

Foto bersama di SMAN 1 Boleng

Foto bersama di SMAN 1 Boleng

Berbicara Listrik yang masih menjadi kendala utama, ada berbagai siasat yang dilakukan oleh warga. Yang mampu akan membeli genset dengan modal pribadi. Biasanya dinyalakan untuk penerangan dan nonton TV sampai jam 11 malam. Atau mendapatkan kemudahan dengan paket lampu surya yang bisa dicicil pembeliannya melalui nprogram PLN dengan mendapatkan 3 lampu penerangan + panel surya dan baterei kering. Cukup untuk menerangi dalam rumah sampai pagi hari. Ya, PLN memang belum memiliki jaringan di wilayah kecamatan baru ini. Lagi-lagi masalah pemerataan yang kurang, dan kec. Boleng menjadi korban dari wilayah yang belum mendapatkan program elektrifikasi.

Percaya atau tidak, Ada program lampu gratis yang disebarkan oleh caleg/partai ke warga. Lampunya cukup kecil khas dengan warna kental partai tertentu. Sangat praktis, tetapi sangat dibutuhkan. Siang hari cukup dijemur dan malam hari bisa digunakan untuk menerangi teras. Itung-itung gratis, apakah nantinya warga memilih partai tersebut, hati masing-masing yang tahu, warga sudah cerdas dan pintar dalam menentukan pilihan.

Jadi politisasi masih saja terjadi, terutama untuk menarik simpati sekedar satu dua suara, dengan memberikan LAMPU POLITIS, selain yang sudah dikenal warga di kecamatan Boleng yaitu lampu GENSET dan LAMPU SURYA.
Ada yang mau?

Dipublikasi di Relief Kehidupan | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

ISYA 2013 : Catatan Kecil__03

Dengan Prof. Kam Ching Leung (USA) dan Prof. J.P. De Greve (Belgia)

Dengan Prof. Kam Ching Leung (USA) dan Prof. J.P. De Greve (Belgia)

ISYA 2013 sudah usai. Astronom muda sudah kembali ke negaranya masing-masing . Lecture pun juga sudah kembali ke aktivitas profesinya, ada dosen, peneliti, mahasiswa program S1, S2, dan s3, teknokrat di lembaga riset dll. Banyak hal yang didapat dari ISYA 2013 baik berupa Ilmu, wawasan, dan teman.

Ilmu yang membuka cakrawala astronomi dan alam semesta, masih segar aq ingat : Prof. Michele Gerbaldi ( Stellar Astrophysics, GAIA Space Mission, Stellar Atmosphere, Star : Fundamental Parameters), Prof. Jean Pierre De Greve (Binary Evolution, Binary Mergers, Publishing), Alexandre Lazarian (Solar Physics : turbulence theory, Turbulent reconnection and its implication for star formation and Implications of turbulence for cosmic ray propagation and acceleration), Prof. Kam Ching Leung (Globular Cluster Binary Star, Emission Line Star and The Silent of the Art – budaya Indonesia), Prof. Phillipe Durouchoux (Dark Energy, Dark Matter, Telluric Planets, Extra Solar), Prof. Mamoru Doi (Cosmologies, Galaxies), Prof. Michel Dennefield (Teleccope and Instrumentation), DR. Ikbal Arifyanto(Introduction and Advance Astrophysics), DR. Hakim L Malasan( Introduction to Observation), DR. Dhani Herdiwijaya (Preparation of Solar Observation). Thank you so much.

Kalau sebelumnya aq memahami astronomi dari sisi ilmiah populer baik dari mengikuti update dari situs astronomi seperti langit selatan, sains okezone, atau publish NASA, maka saat ISYA aq dapat kedalamannya, latar belakang teori dan parameter fisisnya, metode riset dan prosedur observasinya, reduksi dan kombinasi berkaitaan analisa data, menghangatkan kembali linux command linenya, IRAF dan penggunaannya. Mengagumkan… Kalau aq coba tuliskan semuanya, tidak memungkinkan ! Ketika aq coba untuk meramu astronomi dalam 3 minggu selama ISYA juga tidak mudah.

Dengan Pak Nidas, Pak Seno(Direktur Boschaa) dan Ibu Clara (Sainsa LAPAN)

Dengan Pak Nidas, Pak Seno (Direktur Boschaa ITB) dan Ibu Clara (Sainsa LAPAN, Co-Chair ISYA 2013)

Dan banyak teman-teman telah membantuq membuka wawasan, trimakasih Mas Dading (selamat atas DR dari Max Plank Jerman) dan tim Mentor dengan telescope observasinya, Mas Sungging dan Mas Gunawan dengan observasi Mataharinya, Mas Johan (Selamat Belajar ke Jepang), Mas Irfan, mbak Fira ( atas re-schedule tiketnya), Pak Timbul (atas copy video2  kuliahnya) dan seluruh tim LOC yang selalu melayani kami sebaik-baiknya, dan khususnya pada Ibu Clara Y. Yatini, sebagai Co-Chairs of ISYA 2013 bersama Mr. Cop cop ( panggilan untuk Prof. JP De Greve), yang menyempatkan dini hari jam 04.00 sudah bangun dan melepas kami ke bandara. Sukses selalu.

Wah, trimakasih juga pada pak DR. Taufiq Hidayat (Ketua Prodi Astronomi ITB) dan pak Seno, DR. Mahase na Putra ( Direktur Observatorium Boschaa) yang menculik (istilah ibu Clara LOC) kami dari Kupangdan diajak minum kopi kental di kawasan CiWalk. Serta pak Jiyo (Kabid Ionosfer dan Telekomunikasi, Sains Antariksa LAPAN), pak Asnawi ( selamat beraktifitas di Vietnam) dan pak Syahrul dari LAPAN atas obrolan dan ilmunya.

Maturnuhun…

Dipublikasi di Remah2ilmu | Tag , , , , , , , | Meninggalkan komentar

MK Pemodelan dan Simulasi Fisika, FST UNDANA

ANALYZINBagi mahasiswa Jurusan Fisika, bidang minat Instrumentasi yang memprogram MK Pemodelan dan Simulasi, Jadwal Kuliahnya adalah Senin jam 08.00 – 10.30. Materi yang akan dikaji dan link free downloadnya dapat anda dapatkan dibawah. Pelajari Bab 1 dan 2, pada sessi Senin 16 September 2013, running semua program pada 2 Bab tersebut dengan M-File MATLAB.

Materi yang diliput adalah :
Bab 1 Introduction Simulation
Bab 2 Dasar Matematika & Stastistik Pada Simulasi
Bab 3 Sistem Deterministik
Bab 4 Bilangan Acak
Bab 5 Metode Simulasi Monte Carlo
Bab 6 Simulated Annealing
Bab 7 Mengenal Pemikiran Algorithma Genetika

( link sumber : http://lecturer.eepis-its.edu/~tribudi/LN_Simulasi/, Trmakasih Bpk tribudi )

Dipublikasi di Fisika Instrumentasi | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar