CUKUPKAN DIRI SEJENAK

*Cukupkan Diri Sejenak* 

Beginilah manusia ¦Berlomba mencari kenikmatan ¦Tenggelam dalam pencarian ¦dan akhirnya, tak lagi mampu merasakan… 
Sensasi takkan habis dicari ¦Begitu banyak kesederhanaan yang tak lagi bisa dinikmati ¦karena ‘mata kita’ tertuju pada megahnya dunia. 

Nabi SAW telah mengingatkan ¦Dunia tak lebih air yang tersisa di tangan setelah dicelupkan ke dalam lautan ¦Selainnya, Akhirat tanpa akhiran. 

Resapilah, ¦Nikmatilah dg Alhamdulillah ¦Dari hal kecil nan sederhana ¦Cukupkan diri dengan yang ada. 

Damaikanlah akal dan hasratmu ¦Cita-cita dan masa depanmu ¦Dengan lubuk hatimu ¦Seumur masa ‘air segenggam’. 
alifis@corner ¦070118 11:34

Saat berfikir besar, jangan abaikan yg kecil. Setetes air menyegarkan, tsunami melanda memilukan. 

Inspirasi: Al-Balkhi dlm @Akhmal Sjafril

Iklan
Dipublikasi di Alifis Kata | Tag , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Pekerjaan Apa yang Akan Hilang atau Berkurang di Tahun 2030?

Oleh:  Ronald Wan

Ilustrasi (https://www.unexpectedleisure.com)

Penelitian yang dilakukan oleh Mckinsey Global Institute meramalkan sekitar 800 juta pekerjaan akan terotomatisasi di tahun 2030. Artinya pekerjaan tersebut akan hilang dan tergantikan oleh teknologi.

Mckinsey menemukan bahwa sekitar 50% dari aktifitas yang pekerjaan yang dilakukan di dunia, secara teori dapat di otomatisasi menggunakan teknologi yang sudah ada, baik yang sudah terealisasi ataupun masih dalam pengembangan.

Sangat sedikit pekerjaan, sekitar kurang dari 5%. Dapat di otomatisasi sampai dengan 100%

Namun dari 60% pekerjaan, sekitar 1/3 dari kegiatan yang dilakukan dapat di otomatisasi. Menyiratkan banyak angkatan kerja yang harus bertransformasi dan mengalami perubahan yang besar.
Pekerjaan dibidang teknologi seperti, insinyur komputer dan ahli komputer akan semakin banyak dibutuhkan. Perkembangan teknologi digital banyak membutuhkan keahlian ini, baik sebagai pengguna ataupun pengembang.

Hal ini berlaku baik di negara berkembang maupun negara maju.

Pekerjaan di bidang kreatif pertumbuhannya akan berkurang di negara maju, namun masih sangat tinggi di negara berkembang.

Pekerjaan ini meliputi artis, desainer, entertainer dan pekerja media. Bisa saja negara maju meng-outsource pekerjaan ini ke negara berkembang seperti yang sudah terjadi di industri gaming dan animasi.

Guru, mengingat pendidikan di negara berkembang masih kalah jika dibandingkan dengan negara maju masih sangat dibutuhkan.

Di negara maju masih bertumbuh namun tidak besar.

Manajer dan eksekutif masih banyak dibutuhkan

Hal yang menarik bahwa kebutuhan tenaga pembangunan seperti, insinyur sipil, arsitek serta pekerja konstruksi diperkirakan di China akan tumbuh tidak sebanyak di Amerika Serikat dan Jerman.

 Mungkin dikarenakan China sudah melakukan pembangunan infrastruktur yang sangat masif sejak sekitar 10 tahun yang lalu dan masih melakukannya sampai sekarang sehingga pada tahun 2030 mulai berkurang.

Namun India dan Meksiko masih banyak membutuhkan tenaga pembangunan.

Pekerja kesehatan, termasuk di dalamnya dokter, perawat dan lainnya. masih sangat dibutuhkan baik di negara maju maupun berkembang.

Jepang perkiraan saya karena lebih banyak penduduk yang berusia non produktif sehingga pertumbuhan kebutuhannya berkurang.

Pekerja administrasi kantor akan sangat berkurang kebutuhannya. Sekarang saja dengan sistem terintegrasi hanya perlu memasukkan permintaan,  maka surat pembelian sampai pembukuan dan pembayaran akan bisa dilakukan secara otomatis.

Di negara berkembang masih bertumbuh namun kecil.

Pekerjaan fisik yang bisa terukur, misalnya seperti pekerja pabrik elektronik dan mobil akan sangat mudah tergantikan dengan robot. Sehingga kebutuhannya akan sangat berkurang bahkan minus di negara maju.
Salah satu pekerjaan yang mungkin hilang. 

Semakin mahalnya upah di negara maju akan menurunkan jumlah pelayan baik di restoran, ritel, hotel dan lainnya. Self service akan menjadi tren di masa depan.

Saat ini Alibaba sedang mengembangkan toko dan restoran yang tidak mempekerjakan karyawan sama sekali. Fully Automated

Pekerjaan fisik yang tidak terukur, seperti mekanik khusus, instalasi mesin, pekerja gawat darurat. Masih akan dibutuhkan namun pertumbuhannya akan semakin kecil.

Menurut Mckinsey prediksi di atas menggunakan asumsi optimis dengan perkiraan sekitar 400juta pekerjaan akan terotomatisasi.

Kemajuan teknologi memang tidak bisa dihentikan. Namun kita bisa mempelajari dan menyesuaikan diri agar tidak terlindas dengan kemajuan teknologi.

Sumber: Kompasiana.com

https://www.kompasiana.com/ronaldwan/5a24c5494548025756142533/pekerjaan-apa-yang-akan-hilang-atau-berkurang-di-tahun-2030

Dipublikasi di Relief Kehidupan | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar

Debur Ombak Bertasbih

Debur Ombak Bertasbih

Selalu menarik hati
Menikmati senja hari
Dan rona ombak pantai

Gulungan, debur dan perciknya
Ramah, menyapa sopan
Cengkerama bagaikan insan

Ikhlas, suci mendekap suasana
Urai khilaf dan nafsu pendosa
Ingatkan Rahman dan Rahiim-Nya

Ego, ammarah dan Angkara
Dilebur dalam penyatuan jiwa
“Jangan genggam erat dunia… !”

Niscaya, mizan harmoni datang
Menyapa alam dan semua insan
“Wahai jiwa jiwa yang tenang…”

alifis@corner
020118

Silahkan lihat kompilasi videonya di: IG alifis.alifis, 😁😉

Dipublikasi di Alifis Kata | Tag , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Supermoon 2018

Awan menggelayut di ambang langit. Supermoon pun tampak malu mengintip. Ditemani pucuk cemara yg tegak berjinjit. 

Tgl 1 Januari 2018, sempat kuintip bulan di atas teras depan. Memang tampak lbih besar dr biasanya, tetapi mendung mengaburkan auranya. Malam merambat dlm temaram cahaya supermoon dibalik awan yg memadat. 

NASA mencatat peristiwa langka, trilogi fenomena bulan yaitu pada 3 Desember 2017, 1 Januari 2018 dan 31 Januari 2018.

Supermoon terjadi ketika bulan berada di posisi orbit terdekatnya dengan bumi. Karena orbit bulan berbentuk elips, satu sisi (apogee) berjarak sekitar 30.000 mil (50.000 km) lebih jauh dari Bumi daripada sisi yang lain (perigee). Dengan demikian, bulan akan terlihat 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang.

Berikut beberapa foto dr netizen yg dishare di twitter:

by @rqfugate

by @stacydreyfus

by @Iyawhiteley

Dipublikasi di Sains Alam Semesta | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Fenomena


Fenomena Fisika adalah lafadz dzikir yg memuat Simetri, Optimasi, Unifikasi… adanya keselarasan, kesesuaian, harmonisasi alam, makhluk dan Sang Khalik… Allah SWT. 

Tq very much, video from Physics Fun, by @Worldandscience

| Meninggalkan komentar

NOL dalam sejarah

Penemuan angka 0 (nol) menyimpan sejarah yang berliku. Asal-usul angka nol kemungkinan besar berasal dari Hilal Subur di Mesopotamia kuno.

Pada 4000 tahun silam, para penulis Sumeria menggunakan spasi untuk mengisi kekosongan pada kolom angka. Namun, penggunaan simbol nol pertama kali tercatat pada abad ketiga SM, di Babilon kuno.

Masyarakat Babilon mengembangkan simbol spesifik untuk membedakan antara besaran. Simbol tersebut berfungsi sama seperti sistem desimal zaman modern yang menggunakan angka nol untuk memisahkan puluhan, ratusan, dan ribuan.

Jenis simbol juga muncul di Amerika pada 350 Masehi. Saat itu bangsa Maya mulai menggunakan penanda nol di kalender mereka. Sistem penghitungan kuno ini menggunakan nol sebagai placeholder, bukan angka yang memiliki nilai uniknya sendiri.

Pemahaman tersebut berubah ketika sampai di India pada abad ke tujuh Masehi. Di sana, seorang matematikawan, Brahmagupta dan yang lainnya, menggunakan titik-titik kecil di bawah angka untuk menunjukkan placeholder nol. Namun, menurut mereka nol juga memiliki nilai sendiri, yaitu null (tidak ada), dan disebut dengan ‘sunya’.

Brahmagupta juga merupakan orang yang pertama kali menunjukkan bahwa pengurangan angka dengan angka yang senilai akan menghasilkan nol. Dari India, nol berkembang menuju China dan kembali ke Timur Tengah, di mana ia diangkat oleh seorang matematikawan, Mohammed ibn-Musa al-Khowarizmi, sekira tahun 773.

Al-Khowarizmi adalah yang pertama kali mensintesis aritmatika India dan menunjukkan bahwa nol berfungsi dalam persamaan aljabar. Pada abad ke sembilan, angka nol mulai berperan dalam sistem angka Arab, berbentuk oval seperti yang digunakan saat ini.

Perjalanan angka nol terus berlanjut selama beberapa abad hingga akhirnya mencapai Eropa pada 1100-an. Para pemikir seperti ahli matematika dari Italia, Fibonacci, membantu memperkenalkan nol pada khalayak.

Angka nol kemudian muncul di karya Rene Descartes, bersama dengan penemuan kalkulus Sir Isaac Newton dan Gottfried Leibniz. Sejak demikian, konsep ‘tidak ada’ itu terus berperan dalam segala perkembangan, dari ilmu fisika, ekonomi, teknik, hingga komputasi.

(ahl) by okezone.com, pic by hariansejarah.com

Dipublikasi di Remah2ilmu | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Perubahan itu Keniscayaan

Seiring waktu, semua yg fana berubah. Perubahan alamiah. Degradasi raga itu sunatullah, dan akhirnya musnah. Mati. 

Bumi dan manusia diatasnya, terus berubah. Iklim dan musim yg diprediksi manusia, jg tdk sll menentu. Kutub magnet bumi, saat ini sdh bergeser, dan mungkin saatnya nanti matahari tdk lg terlihat terbit dari timur, tp dari barat…. itulah mungkin titik akhir perubahan yg fana. Kapan? Manusia tdk tahu kapan Mati. 
Peradaban, pemikiran, kesadaran, perilaku mengalami perubahan dlm ruang waktu. Bahkan, arah perubahan yg tdk sll bs dipastikan. Mungkin berpola linear, kuadratik, eksponensial, logaritmik,  atau apapun itu,  ststistik modern jg tak mampu memastikan kapan perubahan itu mencapai titik puncak, titik nadir, titik akhir… tapi tetap pasti batasnya, saat Mati. 
Religiusitas manusia yg rindu akan Tuhan, jg dinamis. Di masa lalu, deskripsi tuhan silih berganti hadir. Matahari, gunung, patung, raja, dewa, manusia suci pernah dituhankan, bahkan bg mereka yg tdk berketuhanan.  Pagan, tuhan Plato, Yahweh,  perdebatan panjang Arius dan Athanius ttg Yesus, apakah berada pd tatanan makhluk atau entitas Tuhan, yg akhirnya memilih dlm paradoks Inkarnasi, Trinitas, Nabi SAW memurnikannya dlm tiada tuhan selain Allah. Inilah entitas Tunggal, yg abadi. Selainnya Mati. 
Di masa modern, tuhan tuhan bersaing bermunculan dan semakin beragam. Semuanya silih berganti menjauhkan insan dari Hakikat Tuhan. Jalan2 kecil yg melenakan tapi mematikan. 
Ada humanisme, komunisme,  liberalisme, sekulerisme, nasionalisme, materialisme beserta isme2 yg lain, turut mendestruksi pemahaman ttg Tuhan dlm kehidupan. Di jaman modern,  suara tuhan, bs lebih pragmatis, emosional, tdk berperasaan atau sebaliknya sangat2 rasional. Hp, mobil, baju, pemikiran, kemauan, tindakan akhirnya jg mnjadi tuhan2 manusia ketika telah menjadi sebab yg melupakan Tuhan manusia sesungguhnya. Ketika dianggap lebih kuasa dr Yg Mahakuasa. Ketika kita merasa menjadi penyebab, dan berlepas diri dr *Penyebab yg Tidak Disebabkan atas segala sesuatu*. Ketika kita merasa hidup tanpa kenal mati. 
Perubahan adalah keniscayaan dr Yg Kuasa, manusia yg berikhtiar, menjalani dan sll mengingatNya seiring perubahan, walau pd akhirnya… semua akan terbawa musnah dlm status Mati. 
alifis@corner

181217 10.55

Dipublikasi di Relief Kehidupan | Tag , , , , | Meninggalkan komentar