24 Porsi Ndeso Klasik, JOSS!!! #1

Sy suka mengamati, memotret bahkan menuliskan sesuatu sbg bagian aktivitas santai dan menyenangkan. Terutama situasi unik atau bentang alam. Kali ini agak aneh, “makanan”. Alasan pasnya, saat bersih2 memori hp, ketemulah foto 24 porsi ndeso dan klasik ini. Sayang kalo dibuang. Jadilah tulisan ini.

Makan bukan hanya kebutuhan ‘kampung tengah’ (perut), tp saat ini telah menjadi lifestyle, gaya hidup. Sdh dipadupadankan dg apapun evennya, makanan sll nyelip didalamnya.

Beraneka bahan dan cara olahnya, sentuhan warna, citarasa, tekstur dan seni penyajiannya, dari yg klasik asli ndeso sampai yg ultra modern, hehehe.

Makan apapun, selera asli sy ad selera ndeso klasik (lidahnya dicetak di desa 😁), cenderung pedas. Maklum Jawatimuran (kadang sepedas ngomongnya, ✌️👌).

24 Porsi Ndeso Kalsik, JOSS!!! ad potret menu ndeso yg kebetulan ingat utk difoto sebelum sy makan, dari tgl 23 Mei s/d 12 Oktober 2018, 5 hr lalu. 24 porsi ini, asli mayoritas buatan Istri, ada beberapa Emak, ada hantaran dr tetangga Bu “Sajiman”, dan beberapa warung kecil di Malang, pas saat backup si Sulung jd maba.

Sekedar iming2, ini makanan kampung yg MURAH tapi bukan murahan. Asal jangan masuk restoran, ini bukan makanan HIGH CLASS yg terkenal “MAHAL”. Pecel, Lompong, Sambel Tumpang, Melinjo, Ikan Pari asap, Tahu dan Tempe sll sedap dinikmati. Inilah wujudnya, hehehe…

DIBALIK 24 PORSI

1. Bothok Sembukan

Potret pertama, skaligus menjawab pertanyaan,”Kenapa tiba2 ingin memotretnya?”

Justru inspirasi dari potret pertama, spontanitas muncul krn saat makan ingat Emak sy. Lauknya istimewa, Bothok “SEMBUKAN” yg dibuatkan Emak, dan dibawakan ke Kupang sama istri. Sembukan sdh langka di jaman ini. Kalo masa kecil di kampung, sering menikmati. Bahan utama daun sembukan, tanaman yg menjalar di pagar kebun, terutama saat musim hujan.

Siang2 pulang ke rumah, laper dpt bothok sembukan, Alhamdulillah. Dikombinasi krupuk uyel2 dan ikan goreng…maknyuss.

2. Nasi Pecel

tobe continue …


alifis@corner

Iklan
Dipublikasi di Relief Kehidupan | Tag , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

SAHABAT

#SAHABAT

Sahabat yang sesungguhnya, ialah mereka yang selalu mengingatkan kita akan Allah & mereka yang akan menggiring kita ke syurga.

Diriwayatkan, bahwa jika penghuni syurga tlh masuk ke dlm syurga, lalu mereka tdk menemukan sahabat2 yang dahulu sll bersama saat didunia.

Mereka bertanya kpd Allah:
“Ya Rabb, kami tdk melihat saudara2 kami yang sewaktu di dunia shalat bersama, puasa bersama kami,….”

Maka Allah berfirman: “pergilah ke neraka, keluarkan sahabat2mu yg di hatinya ada iman walau hanya sebesar zarrah” (Riwayat Ibnul Mubarak dlm kitab “az-Zuhd”).

Al-Hasan Al-Bashri berkata: “perbanyaklah sahabat2 mukminmu krn mereka memiliki syafa’at pd hari kiamat”.

Ibnul Jauzi pernah berpesan kpd sahabat2nya sambil menangis:
“Jika kalian tidak menemukanku nanti di syurga bersama kalian, mk tolonglah bertanya kpd Allah: “Rabb kami, si fulan, saat di dunia sll mengingatkan kami ttg Engkau, masukkanlah dia bersama kami di syurga”

SAHABATKU, MUDAH-MUDAHAN DENGAN INI, AKU TELAH MENGINGATKANMU TENTANG ALLAH, AGAR AKU DAPAT BERSAMAMU KELAK DI SYURGA.

Ya Allah, aku memohon kepadaMu, karuniakanlah kepadaku sahabat-sahabat yang selalu mengajakku untuk tunduk taat kepadaMU.

Ya Allah, kekalkanlah persahabatan
kami sampai kami bertemu
denganMU yaa RABB…

أَمِيْن يَا رَبَّ العَالَمِين
آمينَ يَا مُجِيبَ السَّائِلِينَ

Uhibbukum Fillah
(Aku Mencintai kalian karena Allah).

#sahabat
from blog abdazizef. pic: google.Tq

Dipublikasi di Relief Kehidupan | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Si Hitam

Kemarin 071018, Bercak darah bening sedikit bercampur air kutemukan bercecer di beberapa titik teras belakang. Bukan darah ikan, ayam atau sejenisnya. Dan bisa dipastikan itu sisa aktivitas kucing di rumah.

Dugaanku langsung pd si hitam, kucing rumah yg sedang hamil. Mungkin mau melahirkan bahkan sdh melahirkan di suatu tempat, gudang atau sela2 balik kandang. Tapi, perutnya msh besar, berarti hendak melahirkan.

Pagi td sdh terdengar suara anak bayi kucing, berarti semalam si hitam sdh melahirkan. Terlihat perutnya sdh kempis dan tentu lapar. Duduk diam di depan pintu dapur, itulah gayanya saat minta makan. Dengan iba hati, ibunya Azka seperti biasa kasih makan pagi ke 7 kucing rumah kami.

Yg ingin sy cerita, tingkah aneh seharian kemarin sebelum melahirkan. Si hitam sejak pagi gelisah mondar mandir mengundang bahkan memaksa 3 anggota kucing terkecil mengikutinya. Kecil jg tidak, tp sejak kami temukan di pinggir jalan trus kami bawa pulang, yg menyusui dan melindunginya ya si hitam ini.

Sedikit flashback. Saat si hitam pertama kali punya anak tahun lalu ( di musim hujan), anaknya tdk dirawatnya dg baik shg sempat lepas dan mati kehujanan di luar kandang. Apakah si hitam menderita blue baby? gak tahu, tapi sejak itu si hitam sll mencari cari kucing lain utk diberi perhatian, dan akhirnya ditumpahkannya pd 3 kucing yatim piatu.

Ketika ke-3 kucing ini tidak respon dg panggilan si hitam, akhirnya si hitam memaksanya menyeretnya utk diajak menuju tempat kelahirannya nanti.

Nah, karena unik sempat sy rekam beberapa moment pemaksaan si hitam pd kucing2 asuhannya, seperti tampak di video postingan ini. Lucu, anak2 asuhnya sdh besar, diseret2 kayak bayi, hehehe…

Tingkahnya dg tak mau lepas dari kucing2 yatim piatu ini apakah ekspresi ketakutan sekedar tdk ingin kehilangan sebagaimana kejadian saat pertama punya anak. Atau bentuk ekspresi kesakitannya menunggu proses melahirkan. Karena saat2 tertentu tenang, dan dikala yg lain seketika gelisah dan mulai memaksa maksa menyeret kucing asuhannya lagi. Ini berlangsung dari pagi sampai hampir sore hari.

Tetapi, sy yakin pd akhirnya usahanya tdk akan berhasil sampai td pagi anak2nya yg baru menyambut dunianya.

Ga tahu berapa anaknya. Yah, slamat si hitam punya anak lagi. Berkah dan tanggungjawabmu utk mengajaknya bermain. Yg jelas tingkahmu tenang, tidak cerewet seperti 2 sodaramu yg kebetulan putih tutul2 hitam. Dalam lapar dan kenyangmu kau diam. Dan asyiknya nanti, setelah besar anakmu akan jd teman berebut makanan 🙂

Teman usil kucing rumah,
alifis@corner
Penfui 08:17 081018.

Dipublikasi di Relief Kehidupan | Tag , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Smartphone Addiction dan Tumbuhnya Kultur Kegoblokan Kolektif

by Yodhia Antariksa

Smartphone addiction. Inilah sebuah fenonema kelam yang mungkin kini kian menyeruak dalam panggung kehidupan kita semua.

Survei yang dilakukan sebuah lembaga ecommerce menyebut, rata-rata orang Indonesia mengecek smarphone mereka hingga 150 kali dalam sehari. Mungkin Anda termasuk salah satu diantaranya.

Lalu mengapa smartphone addiction pelan-pelan bisa memunculkan kultur kegoblokan kolektif?

Mengapa smartphone addiction bisa melahirkan peradaban masyarakat yang terkena sindroma kebodohan massal?

Sejatinya, telah banyak studi saintifik yang melacak tentang impak smartphone terhadap human behavior, dan bahkan juga terhadap struktur sel otak Anda sebagai pecandunya (lihat misalnya buku karangan Nicholas Carr yang bertajuk The Shallow : What the Internet Is Doing to Our Brain).

Kesimpulan dari sejumlah studi itu cukup kelam : tak jarang smartphone addiction justru membikin otak kita makin bodoh – becoming dumber. Smartphone-nya makin smart. Namun usernya dibikin makin goblok.

Secara lebih spesifik, terdapat setidaknya tiga temuan yang layak dikenang tentang impak smartphone addiction terhadap human behavior. Mari kita ulik satu demi satu.

Kegoblokan Kolektif # 1 : Smartphone Bikin Pikiran Kita Makin Dangkal

Salah satu ciri khas smartphone itu adalah ini : serba cepat dan melompat-lompat. Kita scroll-scrolll aneka apps, dengan cepat dan sering tanpa jeda.

Scroll, scroll. Klik ini, klik itu. Lalu scroll-scroll lagi. Lalu klik, klik lagi. Demikian terus berulang.

Pola kebiasaan scroll-scrool, klik, klik semacam itu mendidik otak kita untuk selalu mengkonsumsi informasi dengan serba tergesa dan tanpa kedalaman.

Dan itulah yang juga kemudian disajikan para penyedia konten (entah konten media informasi, media sosial atau aneka situs hiburan).

Misal, begitu banyak media online yang hanya menyajikan berita-berita pendek, dangkal dan alakadarnya. Sering disertai dengan strategi click-bait – atau menggunakan judul yang mis-leading agar diklik banyak pembacanya.

Jutaan status di media sosial juga pendek, dan lebih mengutamakan kuantitas daripada kualitas. Jarang ada kedalaman analisa didalamnya.

Apa akibat dari pola kebiasaan scroll-scroll, serba melompat cepat dari satu app ke app lainya, disertai dengan limpahan informasi yang dangkal itu?

Akibatnya kelam : otak kita di-didik agar tak mampu melakukan deep thinking dan deep analysis – padahal inilah dua elemen kunci bagi kecerdasan. Yang muncul adalah shallow thinking, pikiran yang dangkal dan memicu kegoblokan kolektif.

Begitu banyak komen di media online dan medsos yang asal njleplak, tanpa mikir dan pasti tanpa disertai deep thinking. Ini adalah akibat wajar dari pola yang diuraikan diatas.

Kultur smartphone memang dibangun untuk menciptakan konten asal bunyi dan tanpa mikir.

Betapa paradoks-nya kultur itu : smartphone adalah media yang amat canggih. Namun acapkali gadget yang amat pintar ini hanya menghasilkan kebodohan massal.

Kegoblokan Kolektif # 2 : Smartphone Menghancurkan Daya Resiliensi Anda

Impak kelam lain dari smartphone yang menyumbang bagi kebodohan massal adalah ini : smartphone adalah media yang amat ampuh untuk menghacurkan daya konsentrasi dan daya resiliensi Anda.

Sejumlah studi telah menunjukkan kebiasaan main smartphone memang secara dramatis akan menurunkan daya konsentrasi Anda. Smartphone addiction telah membuat “span of attention control” kita makin pendek.

Kenapa attention span kita dibikin makin pendek oleh smartphone?

Penjelasannya seperti di uraian no 1 diatas. Pola scroll-scroll yang serba melompat dengan cepat dari satu app ke app lainnya mendidik otak kita untuk terus bergegas dan bergerak.

Otak kita dibiasakan untuk terus “bergerak” : klik ini, klik itu, dan secara instan langsung menemukan obyek yang menarik perhatian. Namun durasi perhatian ini amat pendek. Dengan cepat, jempol kita kemudian bergerak lagi, scrol lagi, klik lagi.

Kultur smartphone semacam itu melatih otak kita untuk mudah bosan. Otak kita dilatih untuk nggak mau berlama-lama pada satu titik. Attention span kita dibikin makin pendek.

Dan apa akibat dari pola perilaku semacam itu?

Akibatnya rada kelam : daya konsentrasi kita pelan-pelan menurun secara dratis. Keteguhan mental kita untuk bisa FOKUS pada sebuah aktivitas yang penting, menjadi mudah lenyap.

Daya resiliensi atau daya keuletan kita untuk terus gigih menekuni sebuah aktivitas yang penting; menjadi mudah menguap.

Kita mudah bosan. Kita mudah kehilangan konsentrasi. Kita mudah kehilangan fokus.

Kenapa kita mudah kehilangan fokus? Karena memang kultur smartphone yang kita jalani setiap hari mendidik otak kita untuk mudah kehilangan fokus.

Kultur smartphone dengan sukses telah melatih otak Anda untuk terus melompat-lompat tanpa henti, selalu menghadirkan sensasi instan yang membuat Anda kecanduan.

Dan apa yang terjadi saat Anda mudah kehilangan fokus gara-gara terjebak kultur smartphone?

Proses perjuangan untuk mengubah nasib jadi akan makin sulit. Sebab mengubah nasib amat butuh daya keuletan dan daya resiliensi.

Saat ketangguhan mental dan fokus lenyap, maka perjuangan mengubah nasib biasanya akan gagal. Nasib jadi stagnan.

Dan saat nasib stagnan, maka sel otak kita biasanya akan makin tulalit. Makin plonga plongo.

Kegoblokan Kolektif #3 : Smartphone dan Waktu yang Hilang Sia-sia

Dampak yang terakhir dari smartphone addiction ini mungkin tak kalah powerfulnya : waktu kita bercengkerama dengan smartphone telah merampas begitu banyak waktu produktif kita.

Jutaan orang mungkin telah menghabiskan jutaan jam bersama smartphone-nya : menikmati aneka konten seperti media dan hiburan online yang dangkal, atau juga menikmati aneka game online yang adiktif.

Yang amat kelam : ribuan jam yang telah dihabiskan dengan smartphone itu mungkin sama sekali tidak berdampak bagi peningkatan skills dan income.

Kenapa begitu? Ya karena konten online (berita, hiburan dan game) yang dinikmati via smartphone itu memang SAMA SEKALI TIDAK ada kaitannya dengan skills yang krusial bagi perubahan nasib dan income.

Betapa sia-sianya waktu yang hilang bersama smartphone.

Misal ada seseorang yang bisa menghabiskan 3 jam setiap hari untuk main smartphone : scrol-scrol IG Stories yang semu, klik berita online yang dangkal, cek status medsos yang isinya penuh dengan keributan, lalu scroll-scroll lagi. Klik, klik lagi. Lalu ulangi tiap hari.

Bayangkan jika waktu 3 jam tiap hari itu dia ubah menjadi waktu untuk belajar dan praktek tentang Internet Marketing. 3 jam sehari. Ulangi tiap hari. Saya cukup yakin, dalam bulan ke 7, income dia bisa naik 2 kali lipat.

Sayangnya, waktu 3 jam tiap hari itu selama ini lenyap sia-sia bersama IG Stories yang semu, aneka berita online yang dangkal, dan konten medsos yang penuh kegaduhan.

DEMIKIANLAH, tiga impak dari smartphone addiction yang pelan-pelan bisa membikin kebodohan massal, dan stagnasi nasib.

Ketiganya adalah :
Smartphone Impact # 1 : Bikin Pikiran Kita Makin Dangkal
Smartphone Impact # 2 : Menghancurkan Daya Resiliensi Anda
Smartphone Impact # 3 : Waktu yang Hilang Sia-sia

Selamat bekerja, teman. Selamat menikmati smartphone-mu.

sumber : http://strategimanajemen.net/2018/10/01/smartphone-addiction-dan-tumbuhnya-kultur-kegoblokan-kolektif/

pic : getty image

Dipublikasi di Relief Kehidupan | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Memetakan Dampak Gempa dan Tsunami Palu via Citra Satelit

Oleh : Aqwam Fiazmi Hanifan
Di media sosial dan aplikasi pesan WhatsApp beredar sebuah video yang memperlihatkan rumah, pepohonan, dan bangunan bergerak amblas seakan ditelan lumpur hidup. Video berdurasi 2:05 ini tersebar pada Sabtu, 29 September, atau sehari setelah gempa dan tsunami di Kabupatan Donggala, Kota Palu, dan Kabupaten Sigi.

Video itu beredar bersamaan dengan informasi bahwa “ada banyak korban yang masih hilang terendam lumpur” di beberapa desa di Sigi, kawasan tetangga Palu, yang dikenal memiliki Danau Lindu, sebuah kawasan yang kaya flora dan fauna endemik Sulawesi.

Semula ada yang menyangsikan kabar ini. Namun, tiga hari pasca-gempa dan seiring tim pencarian dan penyelamatan bergerak ke Sigi, kabar ini sahih.

Kejadian itu, dengan mengidentifikasi menara dan rumah beratap merah dari detail gambar yang direkam video tersebut, lalu mencocokkan ke Google Maps, berada di sekitar Desa Jono Oge, Kecamatan Sigi Biromaru.
Dari objek yang terekam video tersebut, rumah dan menara seakan bergerak ke arah kiri dari si perekam. Namun, menilik arah mata angin, pijakan si perekamlah yang terseret ke arah barat. Dalam video, mata lensa si perekam terhalang pepohonan padahal di sekitarnya tak ada pohon. Video juga memperlihatkan pondasi menara masih ajek. Teranglah bahwa tempat si perekamlah yang bergerak ke arah barat.

Dari ciri-ciri atap tempat pijakan si perekam, sangat mungkin ia berjarak 400-an meter ke arah timur laut dari rumah beratap merah. Akibat peristiwa likuifaksi itu, atap rumah yang jadi pijakan si perekam bahkan bergeser hingga setengah kilometer.

Likuifaksi

Gambar 1: Sudut pandang perekam dalam peristiwa tanah amblas di Desa Jono Oge, Kab. Sigi.

Rekaman video amatir ini juga dicermati oleh Adrian Tohari, peneliti longsor dan gerakan tanah dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI. Ia berkata bahwa tanah yang bergerak seperti dalam video tersebut karena sifat tanah tidak padat atau labil, lalu kena getaran gempa.

“Nah, topografi permukaan tanah agak curam yang membuatnya seolah-olah longsor. Jadi terseret ke bawah,” ujat Adrian kepada Tirto.
Meski begitu, Adrian lebih cenderung menilainya sebagai tanah amblas atau longsor. “Kecenderungan saya, kemungkinan dulu di situ rupa bumi berupa cekungan yang terisi endapan, kemudian amblas,” ujarnya.
Adrian ragu karena lokasi di video bukanlah daerah pesisir, “Tapi apakah itu masuk fenomena likuifaksi atau bukan? Belum bisa saya ketahui.”

Peristiwa di Desa Jono Oge juga terjadi di Kelurahan Petobo dan Desa Sidera, Kota Palu. Longsoran tanah di tiga lokasi ini bergerak ke arah tanggul Sungai Palu, yang melintang dari selatan hingga ke Teluk Palu. Akibatnya, daerah-daerah ini termasuk yang rusak parah pasca-gempa.
Gelombang likuifaksi juga terjadi di Perumnas Balaroa, yang bikin rumah-rumah di daerah ini amblas sedalam lima meter. “Setelah guncangan tanah, [rumah] langsung amblas. Orang teriak-teriak,” ujar seorang warga di Balaroa kepada Tirto.
Pengakuan saksi mata menyebut saat kejadian juga tanah bergeser ke arah Pantai Talise—keterangan yang justru cocok dengan yang diperlihatkan dalam citra satelit.

Batas tepi timur perumahan Balaroa adalah sesar Palu-Koro, satu dari empat sesar besar dan paling aktif di Pulau Sulawesi. Sesar ini dari utara ke selatan sepanjang 500 kilometer, melintasi Laut Sulawesi, Kota Palu, dan Teluk Bone. Saat gempa, tanah Perumnas Balaroa di sayap kiri bergerak menubruk sayap kanan di arah timur laut, lokasi Pantai Talise.

Likuifaksi

Gambar 2: Kawasan Perumnas Balaroa yang amblas pasca-gempa. Sumber: Copernicus

Dampaknya, kawasan perumahan ini mengalami kerusakan terparah. Menilik peta efek bencana yang dilansir Copernicus, kerusakan di Balaroa yang menampung sekitar 400-an kepala keluarga terlihat seakan terisolir. Dari peta tampak tak terjadi amblas di pemukiman sekitanya.

Valkaniotis Sotiris, ahli geologi asal Yunani, yang spesialis likuifaksi dan longsor, menyebut fenomena di kawasan Perumnas Balaroa biasa terjadi pada sedimen tanah longgar yang mengandung air tanah berlimpah. Itulah mengapa air dan lumpur membuncah di lokasi ini.
Sotiris berkata bahwa proses likuifaksi dan tanah mengencer bak bubur biasanya ditandai deformasi luas (long multiple open fractures) dan keretakan parah permukaan tanah. “Ini bisa merusak bangunan yang memiliki pondasi kuat sekalipun,” ucapnya.

Pemicu Tsunami dari Pencitraan Peta

“Sama seperti yang lain, saya berpikir tidak mungkin ada tsunami,” ucap ahli geofisika Jasson R. Patton kepada Tirto. “Namun, segera setelah gempa, orang mulai mengunggah video tentang tsunami di media sosial. Saat itulah kami, para ahli, mulai tersadar,” kata ilmuwan yang menjabat asisten profesor di Universitas Humbolt California ini.

Data seismik mengungkap sesar Palu-Koro adalah penyebab gempa yang bergerak secara horizontal, bukan vertikal. Kalaupun terjadi gempa, tidak akan besar. Hasil simulasi tsunami dengan memakai parameter gempa yang diulik Aditya Gusman, peneliti Universitas Tokyo, angka ketinggian tsunami relatif pendek, hanya 25 sentimeter.

Namun, gempa di Kabupaten Donggala pada Jumat sore, 28 September 2018, termasuk gempa besar dan menyebabkan tsunami. Bagaimana hal ini terjadi dan di luar perkiraan peneliti?
Berdasarkan hipotesis awal Patton, kemungkinan besar penyebab tsunami adalah tanah longsor di dasar laut. Ini terlihat dari banyak kejadian tanah longsor di darat seperti peristiwa likuifaksi di beberapa daerah di Kota Palu dan Sigi. Sementara di wilayah pesisir, Patton menilai ada beberapa lokasi yang amblas, banyak di antaranya di daerah tambang pasir dan tanah kerikil.

Keruntuhan struktur tanah di pesisir bisa terlihat dari rekaman video yang diambil kapten Batik Air, beberapa saat sebelum ombak menerjang Teluk Palu. Video ini merekam rangkaian gelombang buih raksasa di lepas Teluk Palu.

Likuifaksi

Gambar 3: Sebagian tanah longsor di pesisir Palu pasca-gempa. Sumber: PlanetLabs

Sebagai kota yang terbentuk di atas delta sungai, menurut Patton, dua penanda di atas cukup membuatnya mengajukan hipotesis ilmiah soal apa yang disebutnya delta slope failure. “Setelah melihat tanah longsor cukup luas di garis pantai dan di darat juga, masuk akal untuk menganggap terjadi longsoran di lereng bawah laut,” ujarnya.

Meski begitu, peneliti dari Yunani, Valkaniotis Sotiris berkata bahwa seba-sebab tsunami di Palu amatlah kompleks. “Dengan kekuatan gempa bumi yang mencapai magnitudo lebih dari 7 skala Richter, tsunami disebabkan dua kombinasi, tak hanya longsor bawah laut,” ujarnya.

“Pergerakan sesar Palu-Koro yang melintang dari pantai barat ke utara, pasti akan menimbulkan tanah longsor yang dipicu oleh gempa. Ini butuh penelitian lanjut menentukan sumber tsunami,” kata Sotiris kepada Tirto.

sumber : https://tirto.id/memetakan-dampak-gempa-dan-tsunami-palu-via-citra-satelit-c362

(tirto.id – wam/fhr)

Dipublikasi di Relief Kehidupan | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Husnuzh-zhan pd Allah terhadap Bencana

“Sungguh Kami akan menguji kalian dengan sebagian rasa takut, rasa lapar, serta kekurangan harta, jiwa, dan buah. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan,”Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.” Mereka itulah yang mendapatkan berkah yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS 2:155)

http://wacanamizan.com/artikel/memelihara-prasangka-baik-kepada-tuhan-dalam-musibah/

Allah Yang Maha Kuasa dan Penyayang pasti punya tujuan baik dengan penciptaan alam semesta. Tapi, tak seperti persepsi sebagaimana kita, tujuan baik itu – meski kita dituntut selalu berupaya membaikkan keadaan – bukanlah akan dicapai melalui suatu dunia yang bebas kesulitan, kekurangan dan kesedihan. Allah berfirman:

“Sungguh Kami akan menguji kalian dengan sebagian rasa takut, rasa lapar, serta kekurangan harta, jiwa, dan buah. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan,”Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.” Mereka itulah yang mendapatkan berkah yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS 2:155)

Betapa tidak?

Berkenaan dengan penciptaan hidup dan mati, Allah mengajarkan:

“Mahasuci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih sempurna amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.” (QS 67:1-2)

Tampak dari kedua ayat di atas, Allah ingin menyampaikan bahwa untuk kebaikan manusia sendiri, penanaman dan pengembangan akhlak sabar dan ihsan lbh penting bagi manusia dan lebih tinggi prioritasnya dibanding hidup yang bebas dari kesulitan dan kesedihan.

Sehingga pada puncaknya Allah mengajarkan:

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS 2:216).

Sedemikian sehingga para filosof, termasuk Imam Ghazali, menyebut kehidupan dengan segala kebaikan dan ke-buruk-annya adalah “yang terbaik dari dunia yang mungkin diciptakan” (laysa fil imkan ahsan min maa kaan, the best of all the possibke worlds, atau kadang disebut ahsanun-nizham saja).

Semua yang dari Allah adalah baik, kitalah yang menjadikannya buruk:

“Kebaikan apa pun yang kamu peroleh adalah dari sisi Allah dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri”(QS 4: 79)

Apa kesalahan kita? Tidak husnuzh-zhan kepada Allah, tidak mau sabar kepada ketetapanNya. Tidak mau ber-ihsan dalam menghadapi ujianNya. Sehingga kita tak dapat menimba hikmah darinya, dan malah justru berkeluh-kesah sehingga hanya keburukan yang kita dapat dari ujian Allah itu.

Mudah-mudahan Allah selalu berikan rahmatNya kepada orang-orang yang sedang dalam kesulitan dan kesusahan, dan mudah-mudahan hidayah, taufik, dan ‘inayahNya selali terlimpah kepada kita semua.

Teriring doa bagi Sulteng,

Tawangmangu, 29 September 2018

Alfaqir: Haidar Bagir

Dipublikasi di Relief Kehidupan | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Jejak Digital

“Jika di sampingmu ada wartawan yang mencatat semua ucapanmu, tentu engkau akan berhati-hati dalam setiap perkataan. Lalu bagaimana kiranya bahwa ternyata di sampingmu ada malaikat pencatat?”

light

Semangat pagi . Semangat diri di akhir pekan. Pembaca blog alifis@corner tentu mengikuti bagaimana dunia media sosial berbasis digital baik dalam platform televisi, internet telah begitu runyam informasi. Benar dan salah telah berbaur menyatu dalam wadah yg sama. Demikian juga dengan cukup menutulkan jempol, kita bisa menanggapi, berkirim dan berbagi berita kemanapun, kapanpun.

Kalo yg kita share bermanfaat dan positif tentu menenangkan batin kita. Tapi kalo yg kita share sesuatu yg tidak membawa manfaat bahkan menohok nurani kemanusiaan bahkan ajaran agama, mungkin akan bermasalah bagi diri bahkan orang lain. Yang lebih runyam, pertanggungjawaban kelak di alam akhirat.

Seru!Indonesia dalam Jejak Digital, barang berharga yang ditinggalkan menuliskan, manusia masa kini menghasilkan jejak digital jauh lebih besar dibandingkan masa sebelumnya. Ini terjadi karena masifnya penggunaan smartphone. Tahun 2017 diperkirakan ada 2,32 miliar pengguna smartphone di seluruh dunia. Pada tahun ini jumlahnya diprediksi meningkat hingga mencapai 2,53 miliar pengguna.Melalui smartphone hampir segala jejak digital bisa tercipta. E-mail yang dikirim/diterima, pembaruan status di media sosial, jejak navigasi GPS, hingga foto/video yang disimpan, semuanya menghasilkan jejak digital.

Dalam laman Techterm, jejak digital terbagi menjadi dua, dilihat dari cara bagaimana suatu kegiatan digital menghasilkan jejak. Ia adalah jejak digital pasif dan jejak digital aktif. Jejak digital pasif merupakan jejak yang tidak sengaja ditinggalkan. Tidak ada tindakan aktif yang dilakukan si pemilik jejak dalam menghasilkan jejak digital itu. Contoh dari jejak digital pasif ialah rekaman linimasa Google Maps. Segala tujuan, rute, maupun titik-titik yang dikunjungi, terekam oleh Google Maps. Perekaman tujuan maupun rute dilakukan tanpa ada tindakan aktif si pemilik jejak digital untuk memberikannya.

Google Maps mampu merekam jejak terutama bagi segala smartphone yang memasang aplikasi tersebut dengan mengaktifkan fitur GPS. Sayangnya, dalam laporan yang dirilis Quartz, Google dikatakan tetap mengumpulkan data lokasi meskipun fitur lokasi atau GPS dimatikan pemilik smartphone.

Sementara itu jejak digital aktif merupakan segala jejak digital yang tercipta atas peran aktif si pengguna. Ini misalnya termuat dalam segala unggahan atau pembaruan status di media sosial. Serta segala e-mail yang dikirim pemilik jejak digital. Dengan sadar mereka menciptakan jejak digitalnya sendiri.

Jejak digital, yang tercipta atas segala tindak-tanduk digital penggunanya, sesungguhnya lebih tepat disebut sebagai bom ranjau yang tertanam di dalam si pemilik jejak. Bom akan “meledak” terutama jika ada pihak-pihak tertentu yang menargetkan si pemilik jejak digital. Apalagi jika si pemilik jejak diketahui memiliki data-data digital yang merugikan dirinya. Kelly Moore dalam jurnalnya berjudul “The Influence of Personality on Facebook Usage, Wall Posting, and Regret” menyatakan bahwa 20 persen pengguna Facebook tak mau apapun yang ia unggah ke media sosial itu dilihat oleh atasan mereka.

Gwenn Schurgin O’Keeffe dalam jurnalnya berjudul “The Impact of Social Media on Children, Adolescents, and Families” menyatakan bahwa meskipun jejak digital memiliki risiko yang berbahaya, pemilik umumnya tak menyadari. Ia mengatakan, ada anggapan “apa yang terjadi di ranah online, hanya ada di dunia itu” oleh para pemilik jejak digital.

Nah, sepertinya kita semua mesti mulai cermat mengelola data dan jejak digital kita. Betul khan?

Berikut, adalah tulisan reflektif Jejak Digital oleh Arafat || Channel Telegram, [15.09.18 06:00]. Silahkan telusur langsung di Channel beliau, kalau tidak sempat, cukup baca alinea demi alinea di bawah ini. Semangat pagi !!!.

artikel-teknologi-informasi-2

Media sosial sedang ramai dengan rekaman-rekaman berita beberapa tahun lalu dari seorang tokoh publik. Sang tokoh sering memberi janji-janji akan melakukan ini dan itu, serta akan berbuat begini dan begitu.

Tentu saja ucapan-ucapan dia direkam oleh banyak wartawan karena memang disampaikan di depan umum. Rupanya sampai hari ini apa yang dijanjikan belum ditunaikan.

Entah bagaimana rasanya jika kita berada dalam posisi sang tokoh, kemudian kita melihat sendiri jejak digital dari ucapan-ucapan yang kita janjikan, dan ternyata kita tak melakukannya. Pasti kita akan malu, menyesal, dan sedih bercampur aduk jadi satu.

Fenomena demikian membuat saya teringat nasihat seorang ulama, di mana beliau mengucapkan,

“Jika di sampingmu ada wartawan yang mencatat semua ucapanmu, tentu engkau akan berhati-hati dalam setiap perkataan. Lalu bagaimana kiranya bahwa ternyata di sampingmu ada malaikat pencatat?”

Sang ulama mengambil analogi wartawan dalam menggambarkan bahwa semua perbuatan kita sebenarnya memang direkam oleh malaikat pencatat tanpa memandang kita tokoh publik atau bukan.

Suatu hari nanti, tepatnya ketika Allah mengumpulkan dan menghisab seluruh manusia di padang Mahsyar, setiap kita satu persatu akan menyaksikan rekaman-rekaman berita diri kita masing-masing.

وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”

(Surat At-Taubah : 105)

Berapa banyak janji-janji kita akan melakukan ini dan itu, serta akan berbuat begini dan begitu. Berapa banyak pula perkataan dusta, amanat yang dikhianati, serta kewajiban yang ditinggalkan.

Entah bagaimana rasanya nanti saat kita melihat sendiri jejak digital dari ucapan-ucapan yang kita janjikan, dan ternyata kita tak melakukannya. Pasti kita akan malu, menyesal, dan sedih bercampur aduk jadi satu. Tetapi sayang seribu sayang, penyesalan sudah tak ada gunanya lagi pada hari itu.

Oleh sebab inilah, mari berjihad dengan segenap tenaga agar jejak digital yang kita tinggalkan kelak, adalah rekaman-rekaman yang baik dan terpuji.

Salam Hijrah. ( pas dengan momen Tahun Baru 1440H yaa…)
⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

Dipublikasi di Relief Kehidupan | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Pascal Coding : Link Materi

Bahan bacaan utk perkuliahan pemograman komputer Klas A, prodi Fisika Angkatan 18/19. Silahkan melengkapi pemahaman ttg subjek yg dibahas dg membaca dan mencoba program program yg termuat di dalamnya.

Tidak ada jejak tanpa usaha. Apalagi dlm pemograman. Pengalaman adalah guru terbaik, bukan dosen …😁💪

16x TM sebagai berikut:

PASCAL Section_______
TM01: Pengantar PASCAL (Materi 1 Pengantar Pemograman Komputer)
TM02: Logika, Algoritma (Materi 2a Bahasa-pemrograman) (Materi 2b Logika & Algoritma) (Materi 2c Definisi Simbol Flowchart)
TM03: Tipe Data Variabel ( Materi 3 Tipe Data Variabel Operator )
TM04: If Case For While (Materi 4 IF CASE FOR WHILE)
TM05: Percabangan, Perulangan ( Materi 4 Percabangan) (Materi 5 Perulangan )
TM06: Array ( Materi 7 Array )
TM07: Fisika Project #1
TM08: UTS

—————————————————————————————-referensi ebook dan latihan !!!

E-book PASCAL yang bisa dijadikan rujukan belajar bagi pemula

Dengan TPW1.5 ! (Bermain Pemrograman dengan PASCAL) ( Kumpulan program_Pascal)

Dengan TURBO PASCAL (Alwin-Pascal-01 ) ( Alwin-Pascal-02 ) ( Alwin-Pascal-03 ) (Alwin-Pascal-04 )

Dengan Free PASCAL ( Latihan program dengan Free_Pascal )

Dipublikasi di Pemograman Komputer | Tag , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Schedule Progkom Klas A

Mhs yg mengambil MK Pemogtmssn Komputer (progkom) Klas A, prodi Fisika FST Undana diwajibkan memperhatikan schedule tatapmuka perkuliahan dslam 16x pertemuan.

Hari/Jam : Senin/14.10 – 16.40. Uyk Tugas Mandiri (TM), Tugas Grup (TG), dan Fisika Project-nya diumumkan menyusul.

16x TM sebagai berikut:

schedule Progkomp.jpg

Dipublikasi di Pemograman Komputer | Tag , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Coding at A’Class

p_20180810_195808_vhdr_on_p142322842.jpg

Console dan Visual

Komputer adalah sebuah mesin yang bahasanya hanya terdiri dari karakter 1 dan 0 atau bilangan biner. Oleh karena itu agar komputer dapat dioperasikan oleh manusia seperti  biasanya,  dibutuhkan  penterjemah  bahasa  manusia  ke  bahasa  mesin komputer.  Dalam  hal ini adalah software atau perangkat lunak yang menghubungkan manusia (brainware) dengan komputer dan komponennya (hardware).

Dalam proses pembuatan suatu sistem operasi atau aplikasi-aplikasi lainnya yang biasa disebut programming dibutuhkan sebuah compiler yang bertindak sebagai penghasil penterjemah bahasa manusia ke dalam bahasa mesin atau sebuah program atau aplikasi.

Dalam  proses  compile,  dibutuhkan  suatu  code-code  compiler  atau  code-code pemograman yang tergantung jenis dan bahasa compilernya dalam hal ini melanjut ke dalam   programming. Ada dua  jenis  bahasa  pemograman,   pertama yang   menggunakan   sistem   console dan  kedua menggunakan sistem visual.

Sistem  Console

Sistem  consTPWole  adalah  pemograman  yang  mengandalkan  dalam  peng-code-an (coding),  tanpa adanya kemudahan dalam klick & drag dan dengan interface yang kurang menarik. Akan tetapi dalam pemograman yang berbasis sistem operasi Linux atau Unix, sistem seperti ini masih digunakan karena akan menambah kemampuan seseorang  dalam  meng-coding.  Contoh  bahasa pemograman  yang  menggunakan sistem console : Pascal, Q-Basic, Java, C++, C,, Perl, Java Script

 

Sistem Visual / Object

delphi

Sistem Visual adalah perkembangan dari sistem console dengan yang berbasis object frame oriented dengan interface (tampilan grafis) yang lebih bagus dibanding console dan  memfokuskan  pada  kemudahan  dalam  memprogram  suatu  aplikasi  dengan metode klik & drag. Sistem visual ini mencakup juga pada pemograman animasi yang bersifat     design   grafis,   akan      tetapi    tetap     saja dibutuhkan                code-code          dalam memprogram. Contoh bahasa pemograman yang menggunakan sistem ini adalah : Borland Delphi (Pascal). Visual Basic (Basic), Visual C++ (C++), Visual Foxpro (Foxpro), Visual Phyton (Phyton), dll

MK Pemograman Komputer ini, akan dipelajari bahasa pemograman Pascal yang bersifat console. Karena  Pascal  sangat cocok untuk pemula dengan tingkat kesulitan menengah dibanding Basic yang sangat mudah atau C++, Java, dan C yang sangat sulit untuk dipelajari dan dipahami.

Compiler code Pascal yang digunakan kali ini adalah compiler Turbo Pascal For Windows Versi 1.5. Walau sudah sangat jarang, tetapi bisa juga menggunakan compiler Turbo Pascal Versi 7.0 yang berbasis MS-DOS (Microsoft Disk Operating System). Compiler lain yang digunakan adalah Free Pascal yang ukuran file-nya lebih besar daripada ukuran file  dari  Turbo  Pascal.  Akan  tetapi  karena  Free  Pascal  lebih  baik  kinerjanya dibanding dengan Turbo Pascal  dan bersifat Free (gratis), maka dari itu dipergunakan sebagai compiler pascal terbaik abad ini.

Setelah mahir menggunakan code-code Pascal (coding Pascal), langkah berikutnya yang disarankan adalah melanjutkannya ke versi visualnya yaitu Borland Delphi untuk dikembangkan atau mungkin berpindah mempelajari bahasa pemograman yang lebih sulit seperti C++, Java, C, My SQL, Java Script, dll.

Lebih Komplit dan keren, kalau mahasiswa Fisika yang sudah OKE dalam hal keilmuannya juga dilengkapi dengan skill programmingnya. Ga kalah sama anak2 Ilkom atau Teknik Informatika. Kamu Bisaaa !!!

 

Dipublikasi di Pemograman Komputer | Tag , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

ANAK KEHIDUPAN

Anak anakmu, apakah itu anak kandung, anak didik bukanlah milikmu. Rasa memilikinya, pada suatu batas waktu tertentu adalah melindungi, mengusapi, mengasupi, mengajari, menasehati, teman bicara dan hadirnya sebagai bagian hidupmu.

Ketika batas waktu itu tiba, dia bukan lagi anak anakmu. Bukan lagi kuasamu, tidak lagi dalam rengkuhan kebijakanmu, bahkan bukan lagi anakmu. Rasa memilikimu menjadi absurd.

Dia adalah anak kehidupan. Yang terbang tinggi mengepakkan sayap kuat kuat menembus keterbatasan, untuk menggapai mimpi kehidupan yang difahaminya. Yang diinginkan, yang disukai dan yang akan dia resapi pahit dan manisnya.

Sementara kau masih tercenung dalam angan, kemaren dia anakmu yang masih kecil, yang selalu diingatkan untuk makan. Nyatanya logika, jiwa, mental dan dunianya sudah dinamis mengikuti derak masa yang terus bergulir. Dia sudah dewasa. Dunianya sudah mengembang seluas alam semesta.

Rasa memilikimu tidak masuk logika. Rasamu akan berbentur dengan dunia nyata.
Rasa memilikimu rasa dunia. Yang mesti kau ikhlaskan karena sifatnya sementara.
Yang tersisa hanyalah kenangan. Yang pada uzurnya akan tertelan oleh jaman.

Anakmu, bukanlah anakmu. Dia telah menjadi anak kehidupan, anak semesta yang berjalan dengan jiwa, akal dan fikirannya.

Sadarilah, anakmu adalah anak kehidupan.

alifis@corner
29 Agustus 2018 06:56 WITA
Berjemur pagi
Pantai Pasir panjang, Oesapa. https://t.co/h5MZoqwB0g

pic from @logodaily, tq

| Meninggalkan komentar

PENA YANG DI PILIH

Bapakku Surono di 86 Tahun, semangat belajar, 📚📖✒️

Salam kemerdekaan bagi saudara semua. Pada hari proklamasi ini, mari kita mengenang kembali para pahlawan nasional yang tela

h berjuang di tanah air.

Bung Tomo, Bung Karno, Ki Hajar Dewantara, dan Abdul Muis. Apa perbedaan keempat ksatria bangsa di atas? Mereka masing-masing berbeda dalam jalan, tetapi satu dalam tujuan.

Bung Tomo mengusung senjata, Bung Karno menyelami politik, Ki Hajar Dewantara mendirikan sekolah, dan Abdul Muis mengangkat pena.

Tiga yang pertama sering kita dengar sejarahnya, mari saya ceritakan yang terakhir, di mana namanya diabadikan menjadi nama jalan pada beberapa kota di Indonesia.

Abdul Muis awalnya bekerja sebagai wartawan dari satu media ke media lain silih berganti, hingga akhirnya ia menjadi pimpinan redaksi sebuah surat kabar bernama Kaoem Moeda.

Tulisan-tulisan beliau tajam dalam mengkritik dan menentang para penjajah, yang menyebabkan beliau dipenjara, kemudian diasingkan ke kota-kota terpencil oleh Belanda.

Meski begitu semangat beliau pantang surut, pengasingan tetap dimanfaatkannya untuk menulis. Termasuk sebuah novel berjudul Salah Asuhan juga ia hasilkan dalam rangka pemberontakannya terhadap penjajah.

Abdul Muis dikenal sebagai pahlawan nasional yang melawan Belanda dengan pena. Ia telah membuktikan bahwa tidak ada alasan untuk berhenti berjuang.

Pena Abdul Muis adalah simbol dari pilihan jalan yang ditempuh seorang pahlawan. Pena itu di tangan Bung Tomo menjadi senjata. Pena itu digenggam Bung Karno menjadi politik. Pena itu dikendalikan Ki Hajar Dewantara menjadi sekolah.

Apapun bentuknya, setiap pahlawan memiliki pena mereka masing-masing. Kini tiba giliran kita melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa. Dengan pena apa kita akan mensyukuri nikmat kemerdekaan ini?

@arafat_channel

Salam Hijrah.
⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

| Meninggalkan komentar

BELUM MERDEKA di Jaman Merdeka !!!

Rakyat Amfoang, Kab Kupang NTT mendambakan kemerdekaan dari isolasi…

“Sudah 72 Tahun Indonesia Merdeka (hari ini, 73 Tahun-alifis), namun kami masyarakat Amfoang masih terisolir. Amfoang BELUM MERDEKA, sukarnya transportasi, komunikasi. Kehidupan memang begitu susahnya”.

“Medan perjalanan yang tidak begitu jauh, tetapi menghadapi medan yg menantang. Bagi masyarakat Amfoang telah mengalami ini sebagai hal yg biasa. Mudah2an dg dibukanya Obnas, Kabupaten kupang TIDAK LAGI DIANAKTIRIKAN !!!”.

“Sebagai bangsa Indonesia, Tuhan berkenan menghimpun kami di tempat yg sepi ini, dan menyingkapkan berkah pd kami yg ditempatkan di tanah Amfoang”.

(sambutan Bupati Kupang, Juli 2018)

“Kami akan senang sekali apabila nantinya Bapak Presiden yang datang langsung kesini. Belum pernah gubernur kesini. Gubernur sekarang yang dua periode juga belum pernah kesini. Pejabat pejabat tidak ada yang bernyali untuk datang kesini”.

“Harapannya, supaya tahu bagaimana kehidupan kami. Parahnya jalur transportasi kami, susahnya kami berkomunikasi”.

(Obrolan dg Guru SMK, April 2018).

Cerita dibalik 09 Juli 2018 lewat.

Saat Presiden tidak sempat. Ke Menristekdikti diberikan mandat. Tapi mendadak jadwal Menteri padat. Turunlah ke Deputi untuk memegang amanat. Apa daya? waktu tidak bersahabat. Akhirnya Staf Ahli yang berangkat.

Efek domino tiba. Hampir semua pucuk pimpinan level pemerintahan, instansi, lembaga batal unjuk muka. Helikopter untuk pejabat batal mengudara. Orang bilang, Kebiasaan lama.

Bukan kiamat. Tekad sudah membulat. Yang punya niat yang jadinya berangkat. Gelora ramai khalayak amfoang bersemangat. Walau yang diharap harap tak ada dipandang lekat. Maafkan, sedang sibuk sahabat !!!

Impian MERDEKA, masih sekedar impian?
Semoga tabir itu segera dibukakan. Bukan sekedar bau ikan pepesan.

17082018 10.00
Dirgahayu NKRI

#dirgahayunkri #merdeka #indonesiamerdeka #obnastimau #amfoang #kupang #ntt #nkri #73tahun

| Meninggalkan komentar

Duka Dunia

Innalillahi wainnailaihi roji’un. Turut berduka cita atas musibah gempa bumi yg menimpa NTB dan sekitarnya. Semoga yg meninggal dunia husnul khotimah, rakyat berpadusatu, keadaan bisa segera teratasi dan pulih kembali.

Saat mendengar berita tersebut, sy langsung teringat saudaraku Alwi Agusto, yg di Tanjung, Lombok Barat. Walau tidak di daerah pusat gempa, tapi dengan kekuatan 7 SR, kerusakan infrastruktur pasti sangat parah dan menyulitkan, ditambah jatuh korban jiwa.

Dipagi hari, barulah saudara sy, Alwi Agusto mengirim berita,“Teman teman, saya baru balik dr bukit pengungsian semalaman.. Hancur semua tempat saya dan lombok utara teman2. Syukur kami selamat, saya dengar kabar sdh 40 orang meninggal dunia…. Rumah semua ambrol jalan retak….”.

Doa terdalam untuk mas Alwi, keluarga dan saudara saudaraku sebangsa di Lombok NTB, Bali dan sekitarnya yang berdampak. Mas Alwi dan keluarga, semoga sabar dan tabah, aman dan selalu dalam lindungan Allah SWT.

Indonesia memang menjadi daerah yang rawan gempa. Jalur gunung api, sabuk pergeseran lempeng samudera dan benua, menyisir sepanjang sumatera, jawa, bali, NTB, ujung NTT dan berbelok ke utara. Jadi sudah sunatullah, Anak Krakatau batuk2 lagi, gunung Agung baru istirahat berdehem, dan terbaru serangkaian gempa terjadi di NTB. Pergerakan bumi di usia tuanya, selalu menarik perhatian.

Gempa NTB yang dirasakan di masjid As Syuhada, Bali. ( @berbagisemangat )

Fenomena Bencana alam hanyalah satu dari berbagai skema kejadian alam semesta. Semuanya aktivitasnya tunduk dan sujud pada kehendakNya. Gunung meletus, Gempa bumi, Gerhana bulan, Tsunami dll, hanyalah ujian dan sebagai peringatan bagi manusia. Itu juga mungkin jd pengingat pada semua manusia, bahwa keberadaan manusia di dunia, tidak ada apa-apanya.

Betapa kecilnya, kerdilnya, mungilnya keberadaan kita di alam semesta. Ketundukkan dan berserahdiri hanya pada Allah SWT.

Terkait dengan berbagai kejadian di tanah air, sy cuplik ajakan dan nasehat dari Ulama favorit sy di twitter, Kiai Haji Muhammad Luqman Hakim @KHMLuqman:

Jadikan kepedulian pd sesama itu sebagai naluri; disana ada doa, silaturrahim dan tolong menolong.
Bukan sebagai satu nasib nanti curhat.
Bukan juga sebagai publikasi nanti riyak.
Bukan juga sebagai kepentingan politik nanti busuk.
Bukan sebagai basa basi nanti basi.

alifis@corner

Malang, 060818 07:28

#PrayForNTB #prayforlombok #PrayForBali #PrayForIndonesia

| Meninggalkan komentar