BELUM MERDEKA di Jaman Merdeka !!!

Rakyat Amfoang, Kab Kupang NTT mendambakan kemerdekaan dari isolasi…

“Sudah 72 Tahun Indonesia Merdeka (hari ini, 73 Tahun-alifis), namun kami masyarakat Amfoang masih terisolir. Amfoang BELUM MERDEKA, sukarnya transportasi, komunikasi. Kehidupan memang begitu susahnya”.

“Medan perjalanan yang tidak begitu jauh, tetapi menghadapi medan yg menantang. Bagi masyarakat Amfoang telah mengalami ini sebagai hal yg biasa. Mudah2an dg dibukanya Obnas, Kabupaten kupang TIDAK LAGI DIANAKTIRIKAN !!!”.

“Sebagai bangsa Indonesia, Tuhan berkenan menghimpun kami di tempat yg sepi ini, dan menyingkapkan berkah pd kami yg ditempatkan di tanah Amfoang”.

(sambutan Bupati Kupang, Juli 2018)

“Kami akan senang sekali apabila nantinya Bapak Presiden yang datang langsung kesini. Belum pernah gubernur kesini. Gubernur sekarang yang dua periode juga belum pernah kesini. Pejabat pejabat tidak ada yang bernyali untuk datang kesini”.

“Harapannya, supaya tahu bagaimana kehidupan kami. Parahnya jalur transportasi kami, susahnya kami berkomunikasi”.

(Obrolan dg Guru SMK, April 2018).

Cerita dibalik 09 Juli 2018 lewat.

Saat Presiden tidak sempat. Ke Menristekdikti diberikan mandat. Tapi mendadak jadwal Menteri padat. Turunlah ke Deputi untuk memegang amanat. Apa daya? waktu tidak bersahabat. Akhirnya Staf Ahli yang berangkat.

Efek domino tiba. Hampir semua pucuk pimpinan level pemerintahan, instansi, lembaga batal unjuk muka. Helikopter untuk pejabat batal mengudara. Orang bilang, Kebiasaan lama.

Bukan kiamat. Tekad sudah membulat. Yang punya niat yang jadinya berangkat. Gelora ramai khalayak amfoang bersemangat. Walau yang diharap harap tak ada dipandang lekat. Maafkan, sedang sibuk sahabat !!!

Impian MERDEKA, masih sekedar impian?
Semoga tabir itu segera dibukakan. Bukan sekedar bau ikan pepesan.

17082018 10.00
Dirgahayu NKRI

#dirgahayunkri #merdeka #indonesiamerdeka #obnastimau #amfoang #kupang #ntt #nkri #73tahun

Iklan
| Meninggalkan komentar

Duka Dunia

Innalillahi wainnailaihi roji’un. Turut berduka cita atas musibah gempa bumi yg menimpa NTB dan sekitarnya. Semoga yg meninggal dunia husnul khotimah, rakyat berpadusatu, keadaan bisa segera teratasi dan pulih kembali.

Saat mendengar berita tersebut, sy langsung teringat saudaraku Alwi Agusto, yg di Tanjung, Lombok Barat. Walau tidak di daerah pusat gempa, tapi dengan kekuatan 7 SR, kerusakan infrastruktur pasti sangat parah dan menyulitkan, ditambah jatuh korban jiwa.

Dipagi hari, barulah saudara sy, Alwi Agusto mengirim berita,“Teman teman, saya baru balik dr bukit pengungsian semalaman.. Hancur semua tempat saya dan lombok utara teman2. Syukur kami selamat, saya dengar kabar sdh 40 orang meninggal dunia…. Rumah semua ambrol jalan retak….”.

Doa terdalam untuk mas Alwi, keluarga dan saudara saudaraku sebangsa di Lombok NTB, Bali dan sekitarnya yang berdampak. Mas Alwi dan keluarga, semoga sabar dan tabah, aman dan selalu dalam lindungan Allah SWT.

Indonesia memang menjadi daerah yang rawan gempa. Jalur gunung api, sabuk pergeseran lempeng samudera dan benua, menyisir sepanjang sumatera, jawa, bali, NTB, ujung NTT dan berbelok ke utara. Jadi sudah sunatullah, Anak Krakatau batuk2 lagi, gunung Agung baru istirahat berdehem, dan terbaru serangkaian gempa terjadi di NTB. Pergerakan bumi di usia tuanya, selalu menarik perhatian.

Gempa NTB yang dirasakan di masjid As Syuhada, Bali. ( @berbagisemangat )

Fenomena Bencana alam hanyalah satu dari berbagai skema kejadian alam semesta. Semuanya aktivitasnya tunduk dan sujud pada kehendakNya. Gunung meletus, Gempa bumi, Gerhana bulan, Tsunami dll, hanyalah ujian dan sebagai peringatan bagi manusia. Itu juga mungkin jd pengingat pada semua manusia, bahwa keberadaan manusia di dunia, tidak ada apa-apanya.

Betapa kecilnya, kerdilnya, mungilnya keberadaan kita di alam semesta. Ketundukkan dan berserahdiri hanya pada Allah SWT.

Terkait dengan berbagai kejadian di tanah air, sy cuplik ajakan dan nasehat dari Ulama favorit sy di twitter, Kiai Haji Muhammad Luqman Hakim @KHMLuqman:

Jadikan kepedulian pd sesama itu sebagai naluri; disana ada doa, silaturrahim dan tolong menolong.
Bukan sebagai satu nasib nanti curhat.
Bukan juga sebagai publikasi nanti riyak.
Bukan juga sebagai kepentingan politik nanti busuk.
Bukan sebagai basa basi nanti basi.

alifis@corner

Malang, 060818 07:28

#PrayForNTB #prayforlombok #PrayForBali #PrayForIndonesia

| Meninggalkan komentar

BAPAK itu …

Ada seorang bapak yg curhat padaku. Betapa bahagianya dia setelah tahu anaknya diterima di sebuah kampus. Semua doa sang bapak serasa terjawab sudah. Semua kekhawatiran berganti keceriaan.

Tahukah kamu nak, begitulah seorang bapak itu. Di depanmu mungkin dia spt sosok gagah dan keras, namun hatinya begitu rapuh dan galau kalau sdh memikirkan masa depanmu.

Dibalik butir keringat mencari nafkah, setiap bapak akan mengalir butiran air matanya mendoakan masa depan anaknya. Lebih-lebih di saat dia galau tak tahu apa langkah yg akan diambil oleh anaknya menyongsong masa depan.

Beruntunglah yg masih memiliki bapak saat ini. (Alhamdulillah, masih diberkahi Allah-alifis). Berarti masih ada air mata dan doa untukmu โ€”meski sekali lagi di depanmu dia seolah tegar dan tak berkompromi.

Salam hormatku utk semua bapak.

Kita senasib, Pak ๐Ÿ™๐Ÿ˜
Semoga Allah menjaga anak-anak kita. Amin Ya Rabb

tweet by gus @na_dirs (Nadirsyah Hosen). 18 jam yg lalu. Tq Gus…

pic: Bapakku SURONO (Mei 2018). Di usia sepuhnya, tidak pernah meninggalkan hobinya: BACA. Masak yang setengah tua dan muda2…ga sanggup? ๐Ÿ˜€๐Ÿ˜Ž

Dipublikasi di Relief Kehidupan | Tag , , , , , , , | Meninggalkan komentar

3 Patriot, 3 Airport

Antara Hasanudin, Pattimura dan El Tari

Ketiganya dipertemukan dalam sebuah perjalanan. Berawal dari kampung El Tari di Kupang NTT, singgah di wilayah Sultan Hasanudin, Maros Sulsel dan sampai di kediaman Pattimura, Ambon Maluku.

Ketiganya representasi kemajuan 3 propinsi di Indonesia Timur. Sama sama ‘mengaku’ internasional. Sultan Hasanudin terlihat paling gagah, diikuti Pattimura, dan terakhir El Tari.

Sultan Hasanudin. Terlahir dengan nama I Mallombasi Muhammad Bakir Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape, bergelar Sultan Hasanudin Tumenanga Ri Balla Pangkana adalah Raja Gowa ke 16. Gagah berani melawan VOC Belanda, meninggal di tahun 1667 di usia 39.

Kapitan Pattimura, sejarahnya agak runyam karena nama aslinya tidak jelas tercatat. Ada Thomas Matulessy, Ahmad Lessy, Mat Lessy. Di akhir hayatnya dihukum gantung karena melawan VOC Belanda. Kumis melintang dengan parang di genggam, mewakili kegigihan rakyat melawan tirani penjajahan.

images (2)1923954943..jpg

El Tari, lebih muda, jauh lebih muda dari Hssanudin dan Pattimura. Hasanudin 1670, Pattimura 1783, dan El Tari 1926. Perjuangannya menegakkan kemerdekaan dan perannya sebagai Gubernur NTT, membanggakan masyarakat NTT. El Tari salah satu dari 4 Pahlawan besar NTT, di samping Yohanes Herman, Frans Seda, dan Piet A Talo.

Demikian juga adanya, bandara El Tari, jauh lebih muda dari kedua sejawatnya, jadi wajar kalah gagah. Ibarat kata, saat ini sedang diasah dan dipermak lagi tampilannya supaya lebih menarik dan mempesona. Bandara Hasanudin begitu modern dengan konstruksi baja terentang begitu megah dan kokohnya. Bandara Patimura tidak sebesar Hasanudin, tetapi megah dan indah.

Berbicara fasilitas, urutan tidak berbeda. Hasanudin, Pattimura dan El Tari. Ada kelebihan dan keunikan yg menjadi penciri bandara. Di Hasanudin, leluasa areanya, ada perpustakaan mini yg elegan dan terbuka. Di Pattimura, ada fasilitas kesehatan unik tersedia yang bisa dipakai, tensimeter digital. Hanya mungkin akurasinya perlu dicermati, karena kondisi fisik saat tertentu bisa tidak normal. Untuk El Tari, saat ini belum tersedia berbagai fasilitas penciri seperti Hasanudin dan Pattimura.

Itulah, ketiga bandara bertaraf internasional di Indonesia timur, yang dinamai dg pahlawan kebanggaannya. Bahkan Universitas Negeri di Makasar dan Ambon, sama memakai nama tersebut, yaitu Universitas Hasanudin (Unhas) dan Universitas Pattimura (Unpati).

Hanya di Kupang saja beda. Bandara internasionalnya El Tari, tapi Universitasnya Nusa Cendana. Lebih mewakili geografis, bukan patriotis. Beda, tidak harus sama. Dan sepertinya ngikuti naluri kemudaan. Yang muda ingin tampil beda. Khasanah bisa berbeda. Boleh dan bisa saja.

alifis@corner
290718 08:19 PM

#Hasanudin #Pattimura #Eltari #Pahlawan #Airport #bandara #perjalanan

Dipublikasi di Alifis Jurnalistik | Tag , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Pencarian & Perjalanan

Tak pernah terhenti
Senantiasa pergi
Menembus batas
Menapak cadas

Sadar raga hanyalah perantara
Jejaknya membelah belantara
Takpeduli dingin hujan panas terik
Pencarian perjalanan kian menarik

Akhirnya titik terbaik telah ditemukan
Tempat belajar ilmu langitan
Padang Sonbay yg eksotis
Situs peta malam diiris iris

Langit akan terus digali
Objek & formasi bintang dipatri
Semesta sudah semakin dekat
Menyatukan setiap diri lekat lekat

Kumpullah warga Amfoang semua suku
Memijak bumi di ketinggian Timau
Seia sekata, berangkul dan berjabat
Hadir bersaksi & menandai sejarah hebat

Dipancang diatas urat batu & kalbu
Smoga Obnas Timau jadi rujukan ilmu
Membongkar isolasi & keterbelakangan
Meluaskan benak fikir kehidupan insan

Amfoang, 9 Juli 2018

alifis@corner

Selamat pd Astronomer sekalian, Tim Bosscha Tim Astronomi ITB, Tim LAPAN, Tim Ekuator, Tim Undana, Warga dan Suku2 di Amfoang, Tim Pemkab Kupang, NTT.

#observatorium #obnas #obnastimau #amfoang #timau #astronomi #astrophysics #darksky #star #undana #itb #bosscha #NTT

| Meninggalkan komentar

Inilah Keistimewaan Gerhana Bulan Total 28 Juli 2018

Oleh : Riza Miftah Muharram

Gerhana Bulan Total. Kredit: Getty Images

Pada 31 Januari 2018 kemarin, peristiwa gerhana Bulan total yang merupakan gabungan dari tiga peristiwa, yakni supermoon, blue moon, dan blood moon telah terjadi. 28 Juli nanti, gerhana Bulan total akan terjadi lagi. Lalu, apa keistimewaannya dibanding yang Januari?
Ya, gerhana Bulan total tidak hanya terjadi satu kali di Indonesia untuk tahun ini, melainkan dua kali, yakni pada 31 Januari dan 28 Juli 2018. Dari kedua gerhana ini, rupanya gerhana kedua lah yang lebih istimewa.
Bagaimana tidak, bila gerhana Bulan total 31 Januari hanya gabungan dari tiga peristiwa pada Bulan, untuk gerhana 28 Juli 2018 merupakan gabungan dari empat peristiwa sekaligus: blood moon, mini moon, hujan meteor Delta Akuarid, dan oposisi Mars!
Belum lagi ditambah fakta bahwa gerhana Bulan total pada 28 Juli 2018 mendatang merupakan gerhana dengan durasi terpanjang abad ini. Sebelum bersiap mengamati gerhana yang spesial ini, mari simak penjabaran berikut ini.

Blood Moon

Sebenarnya, setiap gerhana Bulan total memang dijuluki sebagai blood moon atau Bulan darah. Julukan ini bukan tanpa alasan, melainkan karena warna Bulan pada saat puncak totalitas gerhana akan tampak berwarna kemerahan.
Warna merah pada Bulan tersebut berasal dari cahaya dari Matahari yang dibiaskan oleh atmosfer Bumi kita. Pembiasan ini terjadi karena cahaya Matahari terdiri dari berbagai frek\\nnuensi, mulai dari cahaya berfrekuensi rendah hingga yang berfrekuensi tinggi.
Saat cahaya Matahari menerobos atmosfer Bumi kita, cahaya berfrekuensi tinggi (hijau, biru, dan ungu) akan terhamburkan oleh molekul atmosfer Bumi, sementara cahaya berfrekuensi rendah (kuning, oranye, dan merah) akan dengan mudah melewati atmosfer dengan jalur yang lurus serta tidak berinteraksi dengan molekul di atmosfer Bumi kita.

Pembiasan cahaya berfrekuensi rendah dari Matahari oleh atmosfer Bumi akan mengubah arah cahaya tersebut ke arah umbra Bumi, atau bayangan gelap Bumi. Pada saat peristiwa gerhana Bulan total, Bulan akan berada di area umbra, sehingga ia pun akan tampak merah akibat pembiasan cahaya ini.

Walau begitu, seberapa merahnya Bulan saat gerhana Bulan total bergantung pada seberapa banyak polusi, tutupan awan, maupun kotoran yang ada di atmosfer. Misalnya, jika gerhana terjadi sesaat setelah letusan gunung berapi, partikel di atmosfer akan membuat Bulan terlihat lebih gelap dari biasanya, bukan merah terang bila gerhana terjadi di cuaca yang cerah.

Mini Moon

Berbeda dengan gerhana Bulan total 31 Januari 2018 yang terjadi pada saat Bulan berada di jarak terdekatnya (perigee) dengan Bumi, atau yang disebut sebagai supermoon, untuk gerhana pada 28 Juli 2018 akan bertepatan dengan peristiwa apogee, yakni jarak terjauh Bulan dari Bumi.

Perigee dan apogee bisa terjadi pada Bulan karena ia memiliki orbit yang elips dalam mengelilingi Bumi. Sehingga pada suatu waktu, Bulan bisa berada di jarak terdekat dan di waktu yang lain berada di jarak terjauh.

Ilustrasi jalur orbit Bulan dalam mengelilingi Bumi. Kredit: UniverseToday

Di perigee, Bulan akan berada lebih dekat dengan Bumi, sehingga kenampakan dari permukaan Bumi akan sedikit lebih besar daripada Bulan purnama biasanya. Sementara bila di apogee adalah kebalikannya, Bulan ada di jarak terjauh dari Bumi sehingga akan tampak sedikit lebih kecil.
Gerhana Bulan total mini pun akan kita amati pada akhir Juli nanti. Sebagai perbandingan, gerhana Bulan total pada 31 Januari 2018 akan 14% lebih besar diameter sudutnya dibandingkan dengan gerhana Bulan total 28 Juli 2018.
Tapi, jangan kecewa dulu. Gerhana Bulan total mini ini akan berdampak pada lebih panjangnya durasi totalitas gerhana, yakni 1 jam 43 menit. Ini akan menjadi durasi totalitas gerhana Bulan total terpanjang untuk abad ke-21. Tidak ada gerhana Bulan total dalam seratus tahun ke depan yang berdurasi lebih panjang dari yang terjadi pada 28 Juli 2018!

Durasi panjang ini juga disebabkan karena Bulan akan melewati bagian tengah bayangan umbra Bumi. Berbeda dengan gerhana Bulan total 31 Januari 2018 yang mana Bulan hanya akan melintasi bagian samping bayangan umbra.

Infografik GBT 28 Juli 2018. Kredit: Fred Espenak

Hujan Meteor Delta Akuarid

Pernahkah Anda mengamati gerhana Bulan total sekaligus mengamati melesatnya meteor-meteor di langit? Bila belum, pada 28 Juli 2018 nanti, kesempatan itu akan tiba!
Hujan meteor tersebut dikenal sebagai Delta Akuarid. Namanya berasal dari titik radian tempat di mana meteor-meteor seolah muncul: dekat bintang Skat (Delta Akuarii) di rasi bintang Akuarius. Hujan meteor ini mencapai puncaknya pada tanggal yang sama dengan gerhana Bulan total kedua tahun ini terjadi. Menarik, bukan?

Walaupun sebenarnya Bulan purnama pada 28 Juli 2018 akan meredupkan kenampakan meteor-meteor redup pada hujan meteor Delta Akuarid, tetapi beberapa meteor terang diprediksi masih akan terlihat dengan intensitas 15 sampai 20 meteor per jam bila diamati dari lokasi yang gelap gulita.

Meteor-meteor ini berasal dari debris yang ditinggalkan oleh Komet 96P Machholz. Hujan meteor sendiri terjadi saat planet kita melintasi belas jalur orbit sebuah komet. Ketika sebuah komet mendekati Matahari, ia akan menghangat, lalu meninggalkan potongan-potongan dari inti komet yang pada akhirnya akan menyebar ke sepanjang orbit yang dilaluinya.

Potongan-potongan dari komet ini akan tertarik gravitasi Bumi ketika Bumi menerjangnya, membuat mereka masuk ke atmosfer lalu mengalami pemanasan sehingga bersinar dan tampaklah sebagai meteor.

Meteor melesat di langit. Kredit: Martin Marthadinata

Oposisi Mars

Apa itu oposisi Mars? Dalam dunia politik, oposisi adalah kubu yang berlawanan. Begitupun dalam astronomi, oposisi menandakan sebuah benda langit sedang berada di sisi yang berlawanan dengan Matahari di langit Bumi.

Dengan begitu, ketika mencapai titik oposisi, Matahari-Bumi-Mars akan berada segaris lurus di bidang tata surya, membuat Mars terbit ketika Matahari terbenam serta membuat Mars berada di jarak terdekatnya dengan Bumi sehingga kenampakannya akan sangat terang!
Oposisi Mars tahun ini sendiri akan terjadi pada tanggal 27 Juli 2018, satu hari sebelum gerhana Bulan total, di mana saat itu jarak antara Mars dan Bumi mencapai 57,6 juta kilometer saja. Sementara itu, Mars baru akan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi pada 31 Juli 2018, yakni pada jarak 57,4 juta kilometer. Mars tidak mencapai jarak terdekat dengan Bumi saat oposisi karena orbitnya yang berbentuk elips

Mars yang sedang oposisi bersama Bulan yang digerhanai. Kredit: Stellarium/InfoAstronomy.org

Pada 28 Juli 2018, Mars yang masih dekat di titik oposisi akan berkonjungsi dengan Bulan yang digerhanai. Dengan begitu, kita bisa melihat Mars beberapa derajat di arah selatan Bulan purnama. Mars akan tampak bagai bintang kemerahan terang yang tidak berkelap-kelip nantinya.

Oh iya, tidak seperti gerhana 31 Januari 2018 yang bisa diamati dari awal malam, gerhana 28 Juli 2018 yang termasuk dalam Saros 129 dan merupakan nomor 38 dari 71 gerhana dalam seri tersebut ini bisa diamati di Indonesia setelah tengah malam, tepatnya saat dini hari.

Kita bisa mulai mengamatinya mulai pukul 00.14 WIB saat Bulan purnama mulai memasuki bayangan penumbra Bumi. Selanjutnya gerhana parsial bisa diamati mulai pukul 01.24 WIB. Sekitar satu jam kemudian, atau tepatnya pukul 02.30 WIB, gerhana total akan dimulai.

Bulan akan sepenuhnya masuk bayangan umbra Bumi pada pukul 03.21 WIB, yang mana ini merupakan puncak gerhana total. Gerhana total akan terus berlangsung hingga pukul 04.31 WIB, menyisakan gerhana parsial yang akan berlangsung hingga 05.19 WIB.
Nah, itu dia bagaimana spesialnya gerhana Bulan total 28 Juli 2018 dibandingkan dengan sekadar “Super Blue Blood Moon” yang akan terjadi pada 31 Januari 2018.

Sumber : http://www.infoastronomy.org/2018/01/gerhana-bulan-total-28-juli-2018.html#ixzz5MFVFlO00

Dipublikasi di Sains Alam Semesta | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Bosscha: Pengamatan Hilal Menjelang Syawal 1439H

Pagi ini, setelah ba’da Subuh, hari ke 27 ramadhan, sy dan anak Ata sempat tengokkan diri dan berhenti sejenak di pinggir jalan, sekedar memotret langit di belahan timur. Matahari sudah menyapa malu2 dg rona merahnya, diatasnya bulan menyipitkan diri bagai sabit di ketinggian.

Bulan diburu banyak pihak/institusi yg memiliki amanah utk memberi pertimbangan dan keputusan terkait awal dan akhir Ramadhan. Seluruh umat muslim sll menunggu, akankah menggenapi puasa 30 hari atau cukup 29 hari tergantung dari sidang isbat, dan salah satu pertimbangan utama adalah hasil pengamatan hilal di seluruh belahan negeri.

Bosscha, adalah institusi observatorium dibawah astronomi ITB yg memiliki SDM sangat berkompeten terkait pengamatan hilal, disamping ada LAPAN, BMKG, dan badan Astronomi lembaga/ormas Islam.

Terkait hal diatas berikut sy sertakan press release Pengamatan Hilal Menjelang syawal 1439H / 2018M oleh Bosscha, yg linknya dikirimkan di WA sy.

Trimaksih Ibu Nana, Premana W Premadi, Direktur Observatorium Bosscha yg telah berbagi info dan ilmunya.

___________________________________________

PRESS RELEASE: Pengamatan Hilal Menjelang Syawal 1439 H/2018 M

Sebagai institusi pendidikan dan penelitian di bidang astronomi, Observatorium Bosscha melaksanakan kegiatan pengamatan Bulan sabit muda pada hampir setiap bulan. Bulan sabit yang ingin diamati pada tanggal 14 Juni 2018 adalah Bulan sabit penanda beralihnya bulan Ramadhan ke bulan Syawal dalam kalender Hijriyah 1439 H.

Kalender Hijriyah merupakan sistem penanggalan yang mengacu kepada siklus periodik fase Bulan. Urutan kemunculan fase Bulan digunakan sebagai penanda waktu dan periode dalam kalender lunar (Bulan sabit sebagai penanda awal atau akhir bulan dan Bulan purnama menandakan pertengahan). Satu bulan pada kalender lunar ditetapkan sebagai panjang waktu atau periode satu siklus Bulan mengeliling Bumi, yakni selama rata-rata 29,53 hari (disebut periode Sinodis).

Penghitungan hari dalam kalender Hijriyah dimulai saat Matahari terbenam dan penetapan awal bulan pada kalender Hijriyah dimulai setelah terjadi konjungsi. Konjungsi adalah saat posisi Bulan dan Matahari berada pada posisi garis bujur ekliptika yang sama. Konjungsi ditetapkan sebagai batas astronomis antara bulan yang sedang berlangsung dengan bulan berikutnya dalam sistem kalender lunar. Pada saat konjungsi, Matahari, Bulan, dan Bumi dalam konfigurasi segaris sehingga Bulan berada pada fase Bulan mati diamati dari permukaan Bumi.

Peralihan bulan dalam kalender Hijriyah menjadi menantang ketika kita masukkan faktor โ€œmelihatโ€ atau โ€œsightingโ€ bulan sabit setelah konjungsi terjadi sebagai kriteria. Terlepas dari perbedaan kriteria yang muncul di masyarakat, keberhasilan teramatinya Bulan sabit muda yang tipis secara astronomis merupakan kombinasi dari banyak faktor penentu, antara lain, posisi relatif Bulan terhadap Matahari dari posisi tertentu permukaan Bumi, usia Bulan, porsi kecerahan Bulan (iluminasi), dan tentu saja kondisi langit dan cuaca di sekitar horison.

Pengamatan dilaksanakan di Lembang

Tim Observatorium Bosscha melaksanakan pengamatan hilal di Lembang (Jawa Barat) pada 14 Juni 2018. Pengamatan akan dilakukan menjelang sore hari hingga Bulan terbenam guna memverifikasi interpretasi data astronomis posisi Bulan.

Dari Observatorium Bosscha pada 14 Juni 2018, Bulan akan diamati terbenam 36 menit 43 detik setelah (menyusul) Matahari. Berdasarkan kondisi tersebut, dikombinasikan dengan posisi projektif Bulan yang dekat dengan Matahari (elongasi sekitar 9,24ยฐ), dan iluminasi rendah (0,66%), maka Bulan sulit diamati dengan mata telanjang. Observatorium Bosscha akan menggunakan bantuan teleskop optik dalam pengamatan ini.

Penentuan awal Ramadhan dan Syawal

Di Indonesia, pihak yang berwenang menentukan awal Ramadhan dan Syawal adalah pemerintah Republik Indonesia melalui proses sidang itsbat.

Tugas Observatorium Bosscha adalah menyampaikan hasil perhitungan, pengamatan, dan penelitian tentang hilal kepada unit pemerintah yang berwenang jika diperlukan sebagai masukan untuk sidang itsbat. Masyarakat dapat mengakses data dan hasil pengamatan hilal di website Observatorium Bosscha https://bosscha.itb.ac.id.

Lampiran Data

Pengamatan dari Observatorium Bosscha, Lembang, Jawa Barat
koordinat: -6ยฐ 49โ€™ LS, 107ยฐ 37โ€™BT; waktu (UT +7 jam); ketinggian: 1310 m dpl

Data teknis Hilal Syawal 1439 H (kiri); Ilustrasi konfigurasi Bulan dan Matahari beserta keterangan parameternya

Catatan: Ijtimak disebut juga konjungsi geosentris: peristiwa segarisnya titik pusat Bulan-Matahari dipandang dari pusat Bumi.

Simulasi posisi Bulan saat Matahari terbenam pkl. 17:41 WIB diamati dari Observatorium Bosscha (sumber: Stellarium)

File press release dapat diunduh melalui tautan:

Press Release Jelang Syawal 1439 H/2018 M

Animasi posisi Bulan dan Matahari saat pengamatan Hilal Menjelang Syawal 1439 H/2018 M bisa dilihat pada tautan berikut.

Kontak Penghubung:

Anton Timur Jaelani antontj@as.itb.ac.id

(022) 278-6027

Premana W. Premadi premadi@as.itb.ac.id

+62 811-246-601

Dipublikasi di Sains Alam Semesta | Tag , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Baju Baru

Memikirkan pakaian baru sah-sah saja, itu adalah bagian dari yang dihalalkan. Namun jika karena memikirkan baru menjadikan kesibukan seorang muslim di akhir-akhir Ramadhan adalah di mall dan tempat perbelanjaan, sangatlah disayangkan. Baju baru jadinya hanya membuat seseorang luput dari nikmatnya shalat tarawih, indahnya bermunajat dengan Allah lewat iโ€™tikaf, juga tilawah Al Qurโ€™an di akhir Ramadhan. Padahal yang lebih dipentingkan adalah pakaian takwa. Dan di akhir Ramadhan, itulah puncak pahala amalan akan semakin besar. Karena innamal aโ€™malu bilkhawatim, setiap amalan akan dinilai akhirnya.

Ingatlah, tujuan ibadah puasa adalah untuk menggapai takwa,

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู ุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ู ูƒูŽู…ูŽุง ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุชู‘ูŽู‚ููˆู†ูŽ

โ€œWahai orang-orang yang beriman diwajibkan bagi kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan pada orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang-orang yang bertakwa.โ€ (QS. Al-Baqarah: 183).

Pakaian takwa itulah yang terbaik dibanding pakaian lahiriyah. Allah Taโ€™ala berfirman,

ูŠูŽุง ุจูŽู†ููŠ ุขูŽุฏูŽู…ูŽ ู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ู’ู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ู„ูุจูŽุงุณู‹ุง ูŠููˆูŽุงุฑููŠ ุณูŽูˆู’ุขูŽุชููƒูู…ู’ ูˆูŽุฑููŠุดู‹ุง ูˆูŽู„ูุจูŽุงุณู ุงู„ุชู‘ูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ

โ€œHai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik.โ€ (QS. Al-Aโ€™raf: 26).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€˜Utsaimin menjelaskan bahwa pakaian itu ada dua macam, yaitu pakaian lahiriyah dan pakaian batin. Pakaian lahiriyah yaitu yang menutupi aurat dan ini sifatnya primer. Termasuk pakaian lahir juga adalah pakaian perhiasan yang disebut dalam ayat di atas dengan riisyaโ€™ yang berarti perhiasan atau penyempurna.

Pakaian batin sendiri adalah pakaian takwa. Pakaian ini lebih baik daripada pakaian lahir yang nampak.

Setelah menyebutkan dua penjelasan di atas, Syaikh Ibnu โ€˜Utsaimin menjelaskan, โ€œKita dapati bahwa orang-orang begitu semangat sekali memperhatikan bersihnya pakaiannya yang nampak. Jika ada kotoran yang menempel di pakaiannya, maka ia akan mencucinya dengan air dan sabun sesuai kemampuannya. Namun untuk pakaian takwa, sedikit sekali yang mau memperhatikannya. Kalau pakaian batin tersebut kotor, tidak ada yang ambil peduli. Ingatlah, pakaian takwa itulah yang lebih baik. Itu menunjukkan seharusnya perhatian kita lebih tinggi pada pakaian takwa dibanding badan dan pakaian lahir yang nampak. Pakaian takwa itulah yang lebih penting.โ€ (Syarh Riyadh Ash-Shalihin, 4: 266).

Dari penjelasan Syaikh di atas, kita lihat bahwa yang mesti diperhatikan adalah pakaian takwa.

Bahkan pakaian takwa inilah yang jadi bekal terbaik. Allah Taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽุชูŽุฒูŽูˆู‘ูŽุฏููˆุง ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŽ ุงู„ุฒู‘ูŽุงุฏู ุงู„ุชู‘ูŽู‚ู’ูˆูŽู‰

โ€œBerbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.โ€ (QS. Al-Baqarah: 197)

Syaikh โ€˜Abdurrahman bin Nashir As-Saโ€™di rahimahullah berkata, โ€œBekal yang sebenarnya yang tetap mesti ada di dunia dan di akhirat adalah bekal takwa, ini adalah bekal yang mesti dibawa untuk negeri akhirat yang kekal abadi. Bekal ini dibutuhkan untuk kehidupan sempurna yang penuh kelezatan di akhirat dan negeri yang kekal abadi selamanya. Siapa saja yang meninggalkan bekal ini, perjalanannya akan terputus dan akan mendapatkan berbagai kesulitan, bahkan ia tak bisa sampai pada negeri orang yang bertakwa (yaitu surga). Inilah pujian bagi yang bertakwa.โ€ (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hlm. 92)

Al-Qasimi berkata, โ€œPersiapkanlah ketakwaan untuk hari kiamat (yaumul maโ€™ad). Karena sudah jadi kepastian bahwa orang yang bersafar di dunia mesti memiliki bekal. Musafir tersebut membutuhkan makan, minum dan kendaraan. Sama halnya dengan safar dunia menuju akhirat juga butuh bekal. Bekalnya adalah dengan ketakwaan pada Allah, amal taat dan menjauhi berbagai larangan Allah. Bekal ini tentu lebih utama dari bekal saat safar di dunia. Bekal dunia tadi hanya memenuhi keinginan jiwa dan nafsu syahwat. Sedangkan bekal akhirat (takwa) akan mengantarkan pada kehidupan abadi di akhirat.โ€ (Mahasin At-Taโ€™wil, 3: 153. Dinukil dari Kunuz Riyadh Ash-Shalihin, 10: 125)

Tak masalah memang memiliki baju baru karena asalnya mubah. Namun jangan melalaikan dari menyiapkan bekal hakiki untuk akhirat yaitu takwa.

Semoga bermanfaat.

โ€”

Bagian dari Buku Mutiaran Nasihat Ramadhan (seri ke-2) terbitan Pustaka Muslim

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Sumber : https://rumaysho.com/13835-ada-yang-lebih-baik-dari-baju-baru.html

| Meninggalkan komentar

Malam 25: Transit dlm MUDIK

Di seluruh pelosok negeri, pelosok dunia berbondong2 menyambut Idul Fitri, dg mudik. Mudik ini mudik primordial utk menuntaskan kerinduan pd keluarga.

Pertemuan primordialis, istilah utk mewakili fenomena sosial. Yg merantau, ada kerinduan yg mesti dituntaskan utk kembali ke kampung halaman.

Bukankah, dimana2 tempat di dunia ini adalah kampung dan bumi Allah, untuk manusia sbg khalifah fil ard. Tetapi alasan pribadi utk mudik adalah menapaktilasi proses kehidupan yg tak terlupa, berawal dari kampung halaman. Sangat personal dlm kentalnya kultural.

Orang yg mudik, begitu siapnya utk melaksanakan mudik sosial ini, berbagai bekal telah disiapkan. Perjalanan yg melalui beberapa transit pun sdh dipersiapkan.

Itulah uniknya, mudik menjadi fenomena yg sll dirindukan.

Sudahkah kita siap utk mudik kepada Allah SWT?

Rasulullah 63 th, manusia tertua 300 th. Kapankah dan siapkah bekal kita utk mudik pd Allah SWT? Yang celaka adalah mudik kepada Allah hanya membawa bekal kesombongan, status sosial, dll.

Transit pertsma mudik ke Allah adalah alam kubur. Manusia yg terbaik adalah manusia yg mempersiapkan diri utk bertemu Allah SWT.

Berapa lamanya perjalanan di alam kubur, sementara bekal yg dibawa hanya seadanya. Pangkat kedudukan, harta kekayaan, tidak berguna.

Mari kita pertahankan komitmen primordial, komitmen keimanan, dalam kontekstual mudik.

Yg menjadi penting, Allah sudah mengingatkan, Hai jiwa yg tenang,…masuklah kamu dlm golongan hamba2ku. karena perjalanan kubur itu perjalanan yg sangat panjang….

Dg ramadhan sebagai bulan edukasi, smoga menjadikan kita Pribadi unggul, paripurna utk mencapai derajat laalakum tattaqun.

9 Juni 2018

| Meninggalkan komentar

Menangislah…

Menangislah
Sebelum Ramadhan Pergi …
Kita pernah berjanji mengkhatamkan Qur’an..
Setelah Ramadhan di akhir hitungan, kita tak jua beranjak dari juz awalan..

Menangislah
Sebelum Ramadhan Pergi …
Kita pernah berjanji menyempurnakan qiyamullail yang bolong penuh tambalan …
Setelah Ramadhan di akhir hitungan, kita tak jua menyempurnakan bilangan …

Menangislah
Sebelum Ramadhan Pergi …
Kita berdoa sejak Rajab dan Sya’ban agar disampaikan ke Ramadhan..
Setelah Ramadhan di akhir hitungan..
Ternyata masih juga tak bisa menahan dari kesia-siaan..
Ternyata masih juga tak bisa menambah ibadah sunnah..
Bahkan..
Hampir terlewat dari menunaikan yang wajib…

Menangislahwahai saudaraku …
Biar butir bening itu jadi saksi di yaumil akhir..
Bahwa ada satu hamba yang bodoh, lalai, sombong lagi terlena..
Sehingga ramadhan yang mulia pun tersia-sia.

Menangislah
Dan tuntaskan semuanya malam ini..
atas i’tikaf yang belum juga kita kerjakan..
atas lembaran Qur’an yang menunggu di khatamkan..
atas lembaran mata uang yang menunggu di salurkan..
atas sholat sunnah yang menunggu jadi amal tambahan..

Menangislah
Lebih keras lagi…
Karena Allah tidak menjanjikan apapun untuk ramadhan tahun depan, apakah kita masih disertakan…

โœ’ (Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan, MA)

| Meninggalkan komentar

Lantai 12

Akhirnya gadis remaja itu bertemu juga dengan abangnya di bandara Paris-Charles de Gaulle. Ini adalah kali pertama bagi si gadis menginjakkan kaki di Perancis. Wajahnya berbinar-binar seperti seorang anak kecil yang diberi permen lolipop.

Abangnya sudah empat tahun kuliah di sana. Selama itu pula si gadis menabung agar dapat wisata ke negeri mode nomor satu di dunia itu. Selain Menara Eiffel, ia ingin sekali berbelanja di Galeries Lafayette dan menghabiskan seluruh tabungannya di sini.

Maklum, hobinya memang berburu barang-barang branded. Keesokan harinya, si gadis diantar abangnya menuju mall kebanggaan kota Paris tersebut. Tentu saja ia begitu heboh melihat merk-merk favoritnya ada di sana semua. Ia tidak bisa diam seperti balita yang baru bisa bicara!

Tetapi setiap kali mau membeli barang yang diinginkan, abangnya selalu menahannya, “Nanti saja belanjanya di lantai 12. Kita lihat-lihat dulu saja!”

Padahal si gadis sudah tidak sabar. Barang-barang seperti baju, tas, sepatu, seperti memiliki sihir saja di sini, karena semua begitu menggoda untuk diborong!

Singkat cerita, kedua kakak beradik ini sudah seharian melihat-lihat setiap gerai yang ada di lantai demi lantai. Kini mereka tiba di lantai paling atas. Abangnya pun membuka rahasia,

“Kamu sudah menahan diri sampai lantai kesebelas, nah di sinilah waktunya kamu belanja! Karena di lantai 12 ini semua barang yang kamu inginkan tadi di diskon besar-besaran. Habiskan uangmu di sini kamu gak akan rugi!”

Si gadis bagaikan mendapat durian runtuh. Ia menyaksikan sendiri semua barang branded dibandrol sangat murah. Dengan harga yang sama, merk terkenal seperti Versace, Hermes, Colette, bisa dapat tujuh puluh barang serupa dibandingkan jika ia belanjakan tadi di lantai yang lain. Wow. Murahnya kelewatan!

Si gadis tidak melewati kesempatan ini. Seluruh uang di dompetnya dikuras habis. Ia berbelanja sepuas-puasnya.

_________________________________________
Ehmmm…

Mari kita tinggalkan sejenak gadis remaja tersebut berbelanja. Lagipula cerita ini hanya fiksi, sebab faktanya Galeries Lafayette di kota Paris hanya punya sepuluh lantai. Hehehe.

Justru cerita tentang kita-lah yang bukan fiksi. Cerita yang nyata adalah kita sudah menunggu sampai sebelas bulan, dan sudah berada dalam bulan Ramadhan hari ini. Di sinilah waktunya kita ibadah! Karena di bulan ini semua ibadah dilipatgandakan besar-besaran. Habiskan seluruh tenaga di sini kita gak akan rugi!

Kita yang sebenarnya sedang mendapat durian runtuh. Dengan perbuatan yang sama, ibadah-ibadah seperti shalat, tadarus, sedekah, bisa dapat tujuh puluh kali lipat jika dibandingkan di bulan lain. Wow. Pahalanya kelewatan!

Maka seorang muslim yang cerdas ia tidak melewati kesempatan ini. Seluruh waktunya dikuras habis. Ia pasti beribadah sepuas-puasnya.

dari @Arafat_channel , ๐Ÿ˜๐Ÿ™๐Ÿ™

Slamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan, sedulur semua, smoga menjadi manusia yg berTAQWA. Aamiin.

Dipublikasi di Remah2ilmu | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar

Masihkah Kita Manusia?

Asah, Asih, Asuh…JIWA RAGA ๐Ÿ“š๐Ÿ“– PARADOKS KEMANUSIAAN _______________๐Ÿ”

Manusia itu sendiri pada dasarnya adalah paradoks. RAGA manusia terbatas dan ‘BERHINGGA’ usianya. Demikian jg akal logikanya. JIWA pada manusia ‘TAK BERBATAS’ keleluasaannya dalam mencari kebahagiaan, keharmonisan, kemuliaan, kebenaran krn adanya RUH yg ‘TAK BERHINGGA’ tidak musnah ketika raga kembali ke asalnya, yaitu tanah.

Didalam area akal pemikiran, kita berjumpa dg fenomena yang bisa diketahui hingga yang tidak mungkin diketahui, paradoks-paradoks kecil tersebar berupa kebenaran-kebenaran yang BENAR didalam ilmu pengetahuan, filsafat, dan religi, dan seterusnya. .
๐Ÿ““๐Ÿ”–Dan ketika kita berhasil memahami paradoks-paradoks kecil tersebut, maka petualangan kita mencari kebenaran yang agung, yg benar-benar BENAR, berakhir. Saat manusia kembali pd Allah SWT, sebagai pemilik TUNGGAL kebenaran Hakiki, dan pencipta segala paradoks.
. ๐Ÿ““๐Ÿ”–Saat seorang manusia gagal dan menyimpang dari petualangan ini, alur persepsinya akan membuahkan pemikiran-pemikiran dan pemahaman-pemahaman yang parsial dalam menginterpretasikan eksistensinya di dlm kehidupan. Bahkan sangat mungkin TERJEBAK di kebenaran lokal, BENAR “ANTARA”, yg sdh dianggapnya BENAR “HAKIKI”. Semoga kita menjadi manusia PARIPURNA. AAMIIN YRA.

#meaningoflife #maknahidup #tafakkur
thanks videos : the brains by @yippiehey, Fabric by @thobiasgremmler, and Tense by @zolloc

| Meninggalkan komentar

PASCAL for Rp>14.000

Program Moneter;
Uses BEIb;
Const eps=5E+3;
Var Rp, Hutang, X,hargX, Kmoditi : Real;
Rkyat :char;
Begin
HargX := hargX + X*[Kmoditi]*Rp;
If Rp >=14.000 then
Begin
Hutang :=Hutang(1+eps));
HargX :=HargX(1+eps));
Rkyat=”Bingung+Resah”
End;
Else write(“NOT ERROR !!!”);
End.

=============================

After success compiling and Running…

#$@^&*$ee”;]::[^&@;;###beep.beep

Error system. Stack off memory. Maybe system infected. Shutdown please !!!

๐Ÿค”๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜๐Ÿ˜‚

alifis@corner 080518

#sekedar humor #psikologis #moneter

Tq very much, Giphy.com for the best gif, ๐Ÿ‘

Dipublikasi di Remah2ilmu | Tag , , , , , , , | Meninggalkan komentar

CAHAYA

Mengapa masih berkhayal
Tentang masa depan nafsu
yang tak puas2nya mencumbu
Purnama telah penuhkan janji
Harapan bulan suci
Ramadhan sebulat hati
Ridho Cinta Jaminan d Cahaya
Kelak seperti azali
Saat bola matahati tak berkedip
Dan wajah berseri-seri
MemandangNya

By @KHMLuqmanHakim

Dipublikasi di Alifis Kata | Tag , , , , | Meninggalkan komentar