​Modus Penipuan bonus Pulsa

Harap hati-hati dengan modus penipuan pop up pemberian pulsa yg seperti,

*”Slamat Anda mendapatkan BONUS PULSA 500rb. U/ aktivasi ketik *323# lalu kirim kode token anda ke +628127246xxxx.  Setelah 5 menit cek pulsa anda. “*

atau

Anda ditelfon langsung seperti kasus sy 30 menit yg lalu, yg diiming2i hadiah 10jt + bonus Pulsa 1jt. 🙂 & bedanya dg yg sudah2,Tidak lagi mengarahkan korban ke ATM. Krn curiga, nomor tdk ada inisial Telkomsel, tp nomor tak dikenal, +6281272463196 sy inisiatif rekam pembicaraannya.

Selesai pembicaraan,  sy tdk lanjut proses. Alhamdulillah, krn penasaran langsung browsing info, ternyata benar. Sy langsung kirim berita penipuan ke Telkomsel,  & tentunya spy nomor tsb segera diblokir.

Jangan tergoda & gampang percaya!! Jangan menginfokan kode token dari *323# kepada siapapun karena kode asli telkomsel (4 digit angka dan huruf) tersebut bersifat pribadi yang dapat dipakai di aplikasi

http://mobi.telkomsel.com

Penipu bs jadi akan memanfaatkan data kita utk kepentingan /keuntungan mereka.

Dari info google, ternyata sudah banyak korban yg merasa pulsanya langsung berkurang, atau kerugian dlm bentuk lain.

Telkomsel jg sdh Infokan sbb :
Plgn Yth, waspada thd penipuan berhadiah pulsa Telkomsel. Mohon tdk memberikan kode token dari *323# ke pihak manapun.

jika anda menemukan penipuan seperti diatas segera ketik penipuan#nomor penipunya#isi penipuan ke 1166 (gratis)

Maka berhati-hatilah semoga bermanfaat.

Iklan
| Meninggalkan komentar

Thomas Alva Edison

tirto.id – “Jenius adalah kerja keras, berpeganglah kepada keuletan, dan pikiran yang sehat,” ujar Thomas Alva Edison menanggapi orang-orang yang menyebutnya jenius lantaran menemukan bola lampu.  

Selama kariernya yang panjang, Edison mengantongi 1.093 hak paten untuk berbagai inovasinya. Mulai dari perangkat telekomunikasi, tenaga listrik, rekaman suara, gambar bergerak/film, penyimpanan daya, hingga teknologi pertambangan dan semen.

Lahir di kota Milan, Ohio, Amerika Serikat pada 11 Februari 1847, Edison adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara. Ibunya, Nancy Elliot Edison, pernah menjadi seorang guru. Sedangkan sang ayah Samuel Edison Jr., adalah politikus Kanada yang diasingkan dari negaranya.

Ketika Edison menginjak usia tujuh tahun pada 1954, keluarganya pindah ke Port Huron, Michigan, pada 1854. Lima tahun berselang, ia putus sekolah karena prestasi akademik yang buruk. Sejak itulah Nancy mendidik Edison di rumah, sementara Samuel mengenalkannya kepada buku. 

Tahun itu juga Edison memutuskan mengadu nasib di gerbong kereta api Grand Trunk Railroad yang melayani rute Detroit dan Port Huron. Ia berjualan buah, makanan ringan dan koran.

Ketika itu, kereta api tergolong alat transportasi massal baru yang disukai khalayak untuk bepergian jauh. Edison muda tumbuh dalam suasana ketakjuban masyarakat akan teknologi baru seperti itu.

Sembari bekerja keras, Edison masih terus menghabiskan sisa waktu di rumah untuk membaca dan melakukan eksperimen di kamar bawah tanah.

Menginjak usia 15 tahun, Edison mengakrabi telegraf, belajar mengirim dan menerima sandi morse. Selama tujuh tahun berikutnya ia bekerja sebagai operator telegraf di jawatan kereta api, bahkan mengoperasikan telegraf di kubu Pasukan Union saat Perang Sipil Amerika Serikat meletus.

Keisengan mengutak-atik telegraf mengantarkan Edison ke New York pada 1868. Di kota ini rasa penasarannya soal pengembangan telegraf mulai mendapatkan tempat. Ia bekerja di sebuah perusahaan produsen telegraf di Newark, New Jersey, bahkan akhirnya mampu memperbaiki kinerja telegraf sampai-sampai mesinnya bisa mengirim hingga empat pesan sekaligus.

Ketika bekerja di perusahaan itulah Edison menikah dengan istri pertamanya Mary Stilwell pada 1871. Dari pernikahan Edison-Stilwell berbuah tiga anak, Marion, Thomas Jr, dan William.

Kebutuhan akan tempat yang lebih tenang dan nyaman untuk bereksperimen membuat Edison pindah dari Newark ke Menlo Park New Jersey pada 1876. Di tempat inilah ia membangun laboratorium pertamanya yang dibiayai dari uang tabungan semasa bekerja di Newark. Edison juga diketahui memperkerjakan beberapa orang asisten.

Di laboratorium Menlo Park, dua dari tiga karya terhebat Edison tercipta. Lahirnya fonograf pada 1877 menandakan terciptanya sebuah mesin pertama yang bisa merekam dan memutar ulang suara.

Dalam suara pertama yang direkam fonograf itu, Edison membacakan sajak anak-anak berjudul “Mary Had a Little Lamb” dan kembali memutarnya. Penemuan itu membuatnya dijuluki “Wizard of Menlo Park” (“Sang Penyihir dari Menlo Park”).

Pada musim gugur 1878, selama 30 hari giliran Edison dan timnya mengerjakan proyek besar yang kelak mengubah wajah dunia: mengembangkan lampu listrik pijar yang dipancarkan dari sebuah tabung hampa udara. Tabung itu kini lazim dikenal sebagai bola lampu.

Lampu listrik bukan temuan Edison yang bahkan sudah dipasang di jalan-jalan pada 1879. Ia juga bukan orang pertama yang menciptakan lampu gas. Namun temuan Edison selama musim panas membuat bola lampu hampa udara tahan lebih lama, praktis dan murah untuk penerangan di rumah. Caranya dengan filamen yang  tahan lama tetapi tidak mahal. Timnya di Menlo Park telah menguji lebih dari 6.000 bahan sampai akhirnya menemukan pilihan material yang murah dan tahan lama.

Selain fonograf dan lampu pijar, Menlo Park juga sukses menemukan tombol transmitter karbon untuk telepon, merancang sistem pembangkit listrik dan mengalirkan lewat kabel ke rumah serta berbagai pengembangan teknologi lainnya.

Kesuksesan Menlo Park mendorong Edison mendirikan lab keduanya di West Orange, New Jersey yang sepuluh kali lebih besar lab di Menlo Park. Selama beberapa bulan antara 1888 dan 1889, ia sibuk mengembangkan versi baru fonograf temuannya yang memungkinkan perekaman dalam sebuah silinder lilin.

Di West Orange, jadwal Edison semakin sibuk. Sejak 1888 sampai 1893, ia mengembangkan kamera film bersama William Dickson. Setahun sebelumnya, ia melakukan percobaan pemisahan elektromagnetik untuk konsentrasi bijih besi dan emas tingkat rendah, sebuah usaha yang sudah dirintis sejak 1879.

Kenaikan drastis harga bijih besi pada 1880-an belum pernah terjadi sebelumnya. Tergiur keuntungan, melalui temuan barunya Edison mengekstrak besi dari bijih besi kelas rendah yang sudah tidak dapat digunakan lagi. Ia pun memborong 145 titik pertambangan tua yang sudah ditinggalkan dan mendirikan pabrik percontohan besar di Ogdenm dekat Ogdensburg, New Jersey.

Tapi bukan keuntungan dan kesuksesan yang diraup. Saat harga bijih besi perlahan turun dan anjlok, Edison masih berkutat dengan kebuntuan untuk memecahkan masalah di peralatan pemisah elektromagnetiknya. Ia kemudian menyerah dan harus membayar mahal dengan melego perusahaan-perusahaanya (kecuali General Electric) untuk menambal kerugian.

Kegagalan besar itu tak menyurutkan gairah Edison untuk terus berkutat di dunia penemuan hingga menginjak usia kepala delapan.

Hasilnya, kualitas fonograf Edison bertambah baik. Ia juga mengembangkan sinar-X, baterai, film, bahkan boneka pertama yang dapat berbicara.

Deretan karya Edison dapat dilihat dari pengelompokan hak paten yang didaftarkan: 389 untuk kategori penerangan dan tenaga listrik, 195 untuk fonograf, 150 untuk telegraf, 141 untuk baterai penyimpanan, dan 34 untuk telepon. Namun masih banyak lagi hak paten yang dikantongi Edison untuk tiap pengembangan atau temuan-temuan kecil lainnya. Jika ditotal, Edison memegang 1.093 hak paten.

Produk-produk Edison umumnya berorientasi massal. Hari ini ada lebih dari 300 perusahaan di seluruh dunia memasarkan produk yang ditemukan atau dikembangkan Edison. Sekitar 200 perusahaan memakai embel-embel nama Edison.

Hingga detik ini, General Electric yang didirikan pada 1892 oleh Edison dan rekan-rekannya masih beroperasi. Tak hanya memproduksi elemen-elemen penyusun lampu, General Electric juga memasok mesin pesawat, energi terbarukan, transportasi, perangkat lunak, otomotif dan masih banyak lagi.

Hari 86 tahun yang lalu, Edison menghembuskan napas terakhir di West Orange. Saat meninggal usianya 84 tahun.

(tirto.id – ton/win)

 

| Meninggalkan komentar

Diproteksi: PDF Fisika Keperawatan

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Dipublikasi di Fisika Kesehatan | Tag , , , , , , , , ,

MATERI FISIKA KEPERAWATAN/KEBIDANAN

Mata kuliah Fisika Keperawatan/Kebidanan, merupakan mata kuliah dasar di kurikulum Prodi S1 Keperawatan/Kebidanan. Fisika, sebagai ilmu sains, mutlak diperlukan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan seperti Farmasi, Kedokteran, Terapi fisik, Pendidikan Jasmani dan ilmu-ilmu kesehatan seperti Kebidanan, Keperawatan, Kesehatan masyarakat, karena fisika memegang peranan penting dalam kemajuan teknologi. Untuk memperluas wawasan mahasiswa keperawatan pada kecenderungan terapan yang semakin luas, maka Fisika Keperawatan perlu dibekalkan sebagai bagian dari kompetensi dasar mahasiswa .

Fisika Kesehatan adalah adalah mata kuliah 2 SKS, dan untuk pemilihan materinya disusun dalam 8 bab. Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa Keperawatan/Kebidanan diharapkan memiliki kemampuan memahami prinsip-prinsip dasar Fisika dalam bidang medis terutama Keperawatan/Kebidanan serta mampu menerapkannya baik konseptual maupun instrumental. Agar dapat mencapai kompetensi mata kuliah ini materi yang disediakan meliputi pengantar fisika keperawatan/Kebidanan, biomekanika, biotermika, biofluida, bioakustik, biooptik, biolistrik dan bioradiasi. Bab-bab yang disusun mengikuti pola pehamanan konsep dasar fisika dan dikaitkan dengan bidang kesehatan.

Bab 1. PENGANTAR FISIKA KEPERAWATAN/KEBIDANAN. Langkah pertama, dalam belajar fisika keperawatan/Kebidanan adalah memahami keterkaitan antara ilmu fisika dengan ilmu kesehatan/medis. Dalam terapan bidang medis selain parameter-parameter tubuh adalah kajian utama fisika, pemanfaatan teknologi piranti diagnosa dan monitoring secara prinsip mengacu pada ilmu fisika. Berlanjut dengan review tentang besaran dan satuan, terutama berkaitan dengan parameter kesehatan, serta berbagai bentuk pengukuran juga kita bahas di Bab ini. Apakah pengukuran yang telah Anda lakukan sudah sesuai dengan yang diharapkan? Bagaimana hasil ukur Anda bila dibandingkan dengan nilai acuan?
Kompetensi dari Bab Pengantar Fisika Keperawatan/Kebidanan ini adalah mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan tentang wawasan Fisika Keperawatan/Kebidanan, perkembangan teknologi medis, serta memahami tentang pengukuran dan prosesnya dikaitkan dengan kepentingan medis.

Bab 2. BIOMEKANIKA. Mekanika adalah ilmu fisika yang mempelajari tentang gerak. Biomekanika lebih menekankan pada aspek kesetimbangan tubuh akibat adanya gaya-gaya yang bekerja yaitu gaya otot dan gaya berat akibat massa tubuh. Kesetimbangan baik dalam keadaan statis maupun dinamis. Biomekanika adalah disiplin ilmu yang mengintegrasikan faktor-faktor yang mempengaruhi gerakan manusia, yang diambil dari pengetahuan dasar : Fisika, Matematika, Kimia, Fisiologi, Anatomi dan konsep rekayasa untuk menganalisa gaya yang terjadi pada tubuh. Hukum Newton menjadi landasan utama analisis, berkaitan dengan interaksi tubuh dan gerakan responnya.
Pada bab ini mahasiswa akan bertemu kembali dengan konsep Hukum Newton tentang gerak, kemudian dilanjut membahas jenis-jenis gaya pada sub Bab 2. Lebih fokus pada anatomi tubuh akan dibahas gaya-gaya pada tubuh di sub bab 3. Disini kesetimbangan statis dan dinamis disinggung. Pembahasan berlanjut pada sub bab 4 membahas penerapan analisa gaya dalam terapan kesehatan, dan diakhiri sub bab 5 membahas tentang usaha dan energi.
Kompetensi dari Bab Biomekanika ini adalah mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan hukum-hukum gerak, gravitasi, keseimbangan dikaitkan dengan postur fisik tubuh dan fungsi otot.

Bab 3. BIOTHERMIK. Tubuh manusia merupakan organ yang mampu menghasilkan panas secara mandiri dan tidak tergantung pada suhu lingkungan. Tubuh manusia memiliki seperangkat sistem yang memungkinkan tubuh menghasilkan, mendistribusikan, dan mempertahankan suhu tubuh dalam keadaan konstan. Panas yang dihasilkan tubuh sebenarnya merupakan produk tambahan proses metabolisme yang utama.
Pada bab ini mahasiswa akan bertemu kembali dengan suhu dan kalor. Bagaimana perubahan Kalor selalu dibarengi dengan perubahan suhu. Lebih lanjut dibahas bagaimana tubuh mampu mengatur mekanisme termoregulasi. Pada bab ini juga akan disingung mengenai transfer kalor serta energi panas dan dingin, serta ditutup dengan review Hukum Thermodinamika.
Kompetensi dari Bab Biothermik ini adalah mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan terapan-terapan ilmu fisika dalam sistem fisika makhluk hidup meliputi termoregulasi, metabolisme tubuh, penggunaan energi kalor dalam tubuh, manfaat energi panas dan dingin dalam bidang medis.

Bab 4. BIOFLUIDA. Tubuh manusia dominan berupa cairan, kira-kira 80%. Dua organ paling penting dengan kadar air di atas 80% adalah otak memiliki komponen air sebanyak 90%, sementara darah memiliki komponen air 95%.
Hal yang utama untuk mahasiswa adalah memahami konsep fluida dikaitkan dengan mekanisme sistem transportasi dan sistem respirasi pada tubuh manusia. Fluida pada sistem transportasi adalah darah yang mengalir melalui pembuluh karena dipompa oleh jantung, sedangkan fluida pada sistem respirasi adalah udara yang setiap saat keluar masuk melalui paru-paru.
Untuk memahami materi Biofluida di bab ini, maka pertama direwiew materi tentang fisika fluida, selanjutnya masuk pada sistem transportasi dan sistem respirasi tubuh manusia.
Kompetensi dari Bab Biofluida ini adalah mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan prinsip-prinsip fluida serta mengimplemetasikan dalam kajian sistem tubuh makhluk hidup, seperti sistem transportasi dan sistem respirasi.

Bab 5. BIOAKUSTIK. Konsep bunyi dalam kehidupan sehari-hari dihubungkan dengan indera pendengaran (telinga). Frekuensi yang didengar manusia adalah 20<f 20000 Hz dan infrasonik f < 20 Hz.
Walaupun manusia hanya bisa mendengarkan bunyi pada frekuensi audible tapi terapan medisnya mencakup juga gelombang pada frekuensi ultrasonik. Untuk penggunaan pada frekuensi infrasonik sampai saat ini belum ditemukan.
Pembahasan di Bab ini akan diawali tentang konsep gelombang, gelombang bunyi, manfaat dan kerugian frekuensi audiosonik, termasuk resiko ketulian, lalu dilanjut dengan ultrasonik yang pemanfaatannya lebih ke aspek diagnosa.
Kompetensi dari Bab Bioakustik ini adalah mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan teori gelombang bunyi serta hukum-hukumnya dikaitkan dengan kesehatan fisik tubuh dan psikis yang sangat dipengaruhi oleh perilaku dan frekuensi gelombang, serta terapan teknologi terkait dengan gelombang bunyi dalam medis.

Bab 6. BIOOPTIK. Cahaya dan terang adalah prasyarat untuk penglihatan manusia. Terang yanng sangat berlebihan mata tidak tahan karena silaunya. Mata memilik mekanisme otomatis untuk mengatur banyaknya cahaya ke dalam lensa. Disamping itu mata memiliki kemampuan untuk mengatur ketebalan lensanya untuk memfokuskn objek yang dilihat saat dekat atau jauh. Pengetahuan tentang mata perlu difahami mahasiswa karena penggunaan yang tidak tepat pada mata juga bisa menyebabkan gangguan penglihatan.
Pembahasan di Bab ini akan diawali tentang organ mata, bagian-bagian dan fungsinya. Kelainan dan kerusakan mata serta koreksinya.
Kompetensi dari Bab Biooptik ini adalah mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan fisika cahaya dikaitkan dengan fungsi penglihatan, struktur biologis indera penglihatan, resiko gelombang cahaya terhadap kesehatan serta koreksinya ketika trdapat gangguan indera mata.

Bab 7. BIOLISTRIK. Kelistrikan pada organuisme hidup sudah mulai diteliti sejak abad pertengahan. Dan saat ini kita sudah faham bahwa pada tubuh manusia terdapat pusat aktivitas kelistrikan, yaitu di sel syaraf dan otot jantung. Keduanya menghasilkan listrik, sekaligus dimanfaatkan untuk proses sistem memori, kontrol kesadaran, sirkulasi darah, dan lain-lain.
Selain listrik internal tubuh, yang patut difahami adalah listrik eksternal yang memiliki resiko negatif pada tubuh dan listrik internal. Syok listrik dan cedra listrik bisa menyebabkan akibat yang fatal.
Kompetensi dari Bab Biolistrik ini adalah mahasiswa memahami prinsip kelistrikan dan kemagnetan dalam tubuh manusia, terutama pada sistem syaraf dan otot jantung, serta perilakunya yang daapt direkam dalam EKG dan EEG, disamping memahami peralatan medis terkait, juga memahami resiko ketika tubuh mendapatkan aliran listrik eksternal.

Bab 8. BIORADIASI. Radiasi adalah pancaran energi melalui suatu materi atau ruang dalam bentuk panas, partikel atau gelombang elektromagnetik/cahaya (foton) dari sumber radiasi. Ada beberapa sumber radiasi yang kita kenal di sekitar kehidupan kita, contohnya adalah televisi, lampu penerangan, alat pemanas makanan (microwave oven), komputer, dan lain-lain. Selain benda-benda tersebut ada sumber-sumber radiasi yang bersifat unsur alamiah dan berada di udara, di dalam air atau berada di dalam lapisan bumi. Beberapa di antaranya adalah Uranium dan Thorium di dalam lapisan bumi; Karbon dan Radon di udara serta Tritium dan Deuterium yang ada di dalam air.
Kompetensi dari Bab Bioradiasi ini adalah mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan aspek-aspek fisika radiasi, resiko dan manfaatnya pada tubuh manusia, serta terapan teknologi modern terkait dengan radiologi.

Dipublikasi di Fisika Kesehatan | Tag , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

BSNP & Uji Publik Draf Standar Isi

Pada tahun 2017, BSNP melakukan revisi terhadap Standar Kompetensi Lulusan dan Standar isi, dan Standar Pengelolaan. Selain itu pada tahun ini pula BSNP mengembangkan standar pendidikan kesetaraan. Kegiatan ini melibatkan sepuluh orang tim ahli untuk masing-masing standar. Mereka berasal dari akademisi, praktisi, birokrat, dan pemerhati pendidikan di Indonesia.
Salah satu tahapan yang mesti dilakukan dalam melakukan revisi atau pengembangan standar adalah uji publik draf standar. Sehubungan dengan hal tersebut BSNP telah melakukan uji publik draf standar isi di sebelas provinsi pada bulan Agustus. Dalam pelaksanaannya, kegiatan uji publik ini dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama pada tanggal 11-13 Agustus, tahap kedua pada tanggal 18-20 Agustus, dan tahap ketiga pada tanggal 26-28 Agustus 2017. 

Untuk provinsi NTT, dilaksanakan pd tanggal 26 Agustus 2017, bertempat di Hotel Aston. Sepuluh provinsi lainnya, yaitu  Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jawa Barat, DIY, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Bali, dan NTT.


BSNP bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi, khususnya dalam mengirimkan undangan kepada para responden dari satuan pendidikan dasar dan menengah. Sedangkan untuk responden dari perguruan tinggi, undangan dikirim langsung oleh BSNP. Di setiap provinsi, BSNP mengundang lima belas orang sebagai responden untuk masing-masing standar.

Tujuan uji publik adalah untuk mendapatkan masukan dan responden dari aspek keterbacaan, keterlaksanaan, kesesuaian, dan ketercapaian standar. Untuk itu, BSNP menyediakan instrumen khusus untuk uji publik. Selain itu, BSNP juga melakukan focus group discussion (FGD) atau diskusi kelompok terpumpun untuk menggali lebih jauh pendapat responden terhadap draf standar.

Sy diundang sbg  salah satu peserta dr Perguruan Tinggi, mewakili d

Dosen Fisika non PTK utk Standar IPA Fisika tingkat Dasar & Menengah,  bersama dengan Bpk Dr. Wayan Sukarjita, SP.d, M.Si, Secara umum responden sangat antusias dan responsif terhadap rancangan standar, khususnya di FGD dimana seluruh bidang MIPA berkumpul dlm 1 ruang dipandu Bpk. Dr.  Totok Supriyanto, Ka Balitbang Kemdikbud. 

Usulan, masukan dikemukakan sebagai upaya menjadikan Draf Standar Isi semakin baik. Hal ini menunjukkan bahwa standar yang dikembangkan BSNP merupakan sebuah konsensus dari berbagai pemangku kepentingan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya standar telah meningkat.

Usulan Bidang Fisika dari NTT. 

Standar Isi Dikdasmen muatan Fisika, meliputi 3 aspek yaitu Tingkat Kompetensi, Kompetensi & ruang lingkup materi. Tingkat Kompetensi terdiri kelas 1-3, 4-6 SD/MI, 7-9 SMP/MTs, 10-12 SMA/MA. Kompetensi siswa meliputi Sikap Spiritual, Sikap Sosial, Pengetahuan & Ketrampilan. Ruang Lingkup meliputi materi2 yg dibahas di tiap Tingkatan Kompetensi. 

Seiring dengan pendidikan berkarakter, maka Kompetensi diatas sdh mencakup maksud tersebut,  sehingga materi tidak sekedar menyentuh aspek kognitif,  tetapi terintegralistik dg spiritual, afektif,  psikomotorik, lingkungan. 

Tanpa kami sepakat lbh dahulu, Bapak Dr Wayan mengupas koreksi & masukan ttg kesesuaian Materi & gradasi kompetensinya. Sedikit tambahan masukan di Materi, sy masuk di Kompetensi sikap spiritual, sikap sosial, Pengetahuan & ketrampilan. 

Struktur & sebaran Materi muatan Fisika yg disusun staf ahli BSNP sdh cukup komprehensif, perlu diperjelas sungguh materi Fisika yg tersebar dr SD/MI sd SMA/MA. Perubahan signifikan pd materi Batuan yg dianulir, digantikan materi sains Antariksa. Tumpang tindih, pengulangan subjek materi betul2 sdh diprediksikan sehingga subjek lebih terurut,  efisien & efektif. 

Untuk Draf yg sdh sy koreksi,  sy lampirkan Link pdf nya. Usulan utama yg sangat urgensi adalah aspek disiplin, yg tdk tersentuh oleh sikap sosial.

Menurut BSNP Buletin, Sebagai tindaklanjut dari uji publik, tim ahli akan melakukan revisi draf standar berdasarkan masukan dan usulan responden yang dianggap layak untuk diakomodasi. Proses keseluruh pengembangan standar ini diharapkan selesai pada bulan November. Selanjutnya BSNP akan merekomendasikan rancangan standar kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk ditetapkan menjadi Peraturan Menteri.

Smoga bermanfaat.

alifis@corner 

28092017 10:25

Dipublikasi di as CIVITAS, Remah2ilmu | Tag , , , , , , , , | 1 Komentar

Indonesia 2020

Indonesia 2020: The Urban Middle-Class Millennials*

Memprediksi dan membaca arah Indonesia masa depan sangatlah menarik. Dari berbagai data dan analisa, momentum Indonesia dalam jangka panjang sangat ditentukan pada kondisi tahun 2020. Bukan saja karena pemilu presiden akan dilakukan tahun 2019, tapi estimasi data yang dilakukan dari berbagai sumber menunjukkan tahun 2020 akan menjadi tonggak berbagai perubahan signifikan yang ada di Indonesia.
Secara Ekonomi, World Economic Forum tahun 2015 memprediksikan Indonesia di tahun 2020 akan menempati peringkat 8 ekonomi dunia, dan dengan pengguna internet mencapai 140 juta, Indonesia akan menjadi pasar digital terbesar di Asia tenggara tahun 2020.
Selain itu Indonesia 2020 juga bisa kita lihat dari berbagai fenomena-fenomena yang bibitnya sudah terjadi saat ini. Paling tidak ada tiga fenomena bisa menjelaskan kondisi Indonesia di tahun 2020 yaitu Komposisi Urban-Rural, Penduduk kelas menengah, dan Komposisi penduduk muda.

Penduduk Urban

Bangsa Indonesia sejak dulu selalu dikenal sebagai bangsa agraris dimana mayoritas penduduknya tinggal di desa, namun Sensus Penduduk (SP) yang dilakukan BPS tahun 2010 menunjukkan komposisi penduduk yang tinggal di kota semakin tinggi, 49,8% penduduk Indonesia sudah tinggal di kota pada tahun 2010 dan prediksi yang dilakukan BPS komposisi penduduk kota ditahun-tahun mendatang akan semakin meningkat cukup pesat bahkan ditahun 2015 ini penduduk kota sudah lebih besar dibanding penduduk desa. Perubahan komposisi penduduk kota-desa bukan sekedar perubahan geografis saja, tapi lebih juga merupakan perubahan budaya, nilai-nilai sosial, perilaku, dan pola pikir.
  

Gb 1. Persentase Penduduk Kota (Indonesia, Jabar, Jateng, dan Jatim)

Sumber: BPS
Masyarakat kota yang kemudian kita sebut masyarakat urban adalah masyarakat terbuka dan cenderung individualis. Mau tidak mau, suka tidak suka nilai-nilai tradisional pelan tapi pasti akan semakin terpinggirkan oleh budaya urban. Masyarakat urban adalah masyarakat yang digerakkan oleh nilai-nilai ekonomi dan waktu karena itu sifat-sifat komunal juga akan tersisih.

Penduduk Kelas Menengah

Sejak 3 tahun terakhir wacana kelas menengah Indonesia menghiasi berbagai kajian dan tajuk berita. Secara jumlah kelas menengah Indonesia memang fantastis, BCG dalam laporannya menyebutkan tahun 2012 jumlah MAC (Middle-Class and Affluent Consumers) di Indonesia berjumlah 74 juta jiwa, McKinsey yang lebih konservatif menyebutkan kelas menengah Indonesia tahun 2012 sebanyak 45 juta jiwa. Beberapa lembaga domestik bahkan menyebutkan jumlah lebih fantastis, menurut merekea paling tidak 140 juta penduduk Indonesia adalah kelas menengah.

Gb 2. MAC (Middle-Class and Affluent Consumers) di Indonesia
Sumber: BCG Analysis
Kenapa kelas menengah penting? dalam sejarah diberbagai negara kelas menengah selalu menjadi motor perubahan terutama terkait dengan aspek ekonomi dan perubahan sosial. Mereka sudah memiliki daya beli yang cukup sehingga mampu menjadi penggerak ekonomi dari sektor konsumsi, mereka juga memiliki gaya hidup diatas kebanyakan orang.

Kelas menengah juga memiliki ciri kaum terdidik, mereka memiliki cukup bekal keilmuan sehingga artikulasi pemikiran mereka cukup baik. Mereka kritis dan tidak segan-segan mengutarakan opini pribadi mereka terkait isu-isu sosial disekitar kehidupan mereka.
Penduduk Muda
Lebih dari 35% penduduk Indonesia tahun 2015 adalah penduduk muda yang berusia 15 – 34 tahun, bahkan untuk daerah perkotaaan seperti DKI Jakarta penduduk mudanya bisa mencapai lebih dari 40%. Mereka ini adalah penduduk yang lahir antara 1980-an sampai 2000-an, mereka inilah yang kemudian dikenal sebagai generasi millennial. Millennials (juga dikenal sebagai Generasi Millenial atau Generasi Y) adalah kelompok demografis (cohort) setelah Generasi X yang lahir tahun 1960 – 1980.


Gb 3. Konsumsi Internet Generasi Millennial dan Generasi X

Sumber: Alvara Strategic Research
Dibanding generasi sebelumnya, generasi millennial memang unik, hasil riset yang dirilis oleh Pew Research Center misalnya secara gamblang menjelaskan keunikan generasi millennial dibanding generasi-generasi sebelumnya. Yang mencolok dari generasi millennial ini dibanding generasi sebelumnya adalah soal penggunaan teknologi dan budaya pop/musik. Kehidupan generasi millennial tidak bisa dilepaskan dari teknologi terutama internet, entertainment/hiburan sudah menjadi kebutuhan pokok bagi generasi ini.

Wajah Indonesia 2020

Wajah Indonesia tahun 2020 akan sangat ditentukan pertemuan tiga entitas diatas yakni kombinasi antara masyarakat urban, kelas menengah, dan millennial. Merekalah yang akan menjadi pelaku utama sejarah Indonesia di masa mendatang, saya menyebut mereka sebagai The Urban Middle-Class Millennials.

Prediksi yang dilakukan BPS menunjukkan di tahun 2020 penduduk kota akan mencapai 56,7% dan tahun 2035 akan mencapai 66,6%!. Prediksi BCG menyebutkan jumlah MAC (Middle-Class and Affluent Consumers) tahun 2020 mencapai 141 juta orang, sementara McKinsey memprediksikan kelas menengah Indonesia tahun 2030 mencapai 130 juta orang.

Sementara itu jumlah generasi millennial Indonesia tahun 2020 juga rasanya tidak akan berbeda terlalu jauh dari jumlah sekarang, bahkan cenderung konstan diangka 35%. Millennials ditahun 2020 berada pada puncak keemasan kehidupan mereka baik dari sisi kehidupan pribadi maupun kehidupan masyarakatnya.

Lalu bagaimana ciri dan karakter masyarakat urban middle-class millennials? Setidaknya ada tiga yaitu, Pertama, confidence, mereka ini orang yang sangat percaya diri, berani mengemukakan pendapat dan tidak sungkan-sungkan berdebat di depan publik. Kedua, creative, mereka adalah orang yang biasa berpikir out of the box, kaya akan ide dan gagasan dan mampu mengkomunikasikan ide dan gagasan itu dengan cemerlang. Ketiga, connected, mereka adalah pribadi-pribadi yang pandai bersosialisasi terutama dalam komunitas yang mereka ikuti, mereka juga aktif berselancar di sosial media dan internet.

Jadi selamat menyambut kehadiran the urban middle-class millennials!
Oleh:

Hasanuddin Ali

Founder and CEO

Alvara Strategic Research

Dipublikasi di Remah2ilmu | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar

​Generasi Z: Anak Kandung Internet

GEN-Z, makhluk apa lagi ini? Disini belum selesai memperbincangkan generasi millennial, dibelahan dunia sana sudah mulai ramai membahas soal Gen-Z, sebuah generasi yang belum memiliki nama resmi. Bila GEN-Y secara resmi disepakati bernama generasi millennial, para pakar masih belum sepakat perihal penamaan yang pas untuk GEN-Z.
Nickelodeon tahun 2013 pernah menggunakan terminologi generasi post-millennial, ada juga yang menyebut mereka sebagai iGen, Gen Wii, Net Gen, dll. Turner Brodcasting Media di situs adweek.com pada bulan Januari 2016 menyebutkan GEN-Z sebagai Pluralist Generation.
Lalu siapa sebetulnya GEN-Z ini? Untuk menjawabnya, kita harus melangkah kebelakang untuk merunut beberapa generasi sebelum munculnya GEN-Z. Mengutip artikel dari William J. Schroer di socialmarketing.com, klasifikasi antar generasi biasa dilakukan berdasarkan pada cohort periode tahun kelahiran. Generasi Boomers terbagi 2 yakni Generasi Baby Boomers yang lahir 1946-1954, Generasi Boomers II atau Generasi Jones yang lahir 1955-1965. Setelah itu muncul yang disebut sebagai Generation X yang lahir 1966-1976 dan kemudian Generation Y atau Generasi Millennial yang lahir tahun 1977-1994. Nah setelah itu generasi yang lahir tahun 1995-2012 disebut Generasi Z atau lebih mudah disingkat sebagai GEN-Z.
Menggunakan definisi William J. Schroer diatas maka GEN-Z saat ini adalah penduduk yang berusia 4 – 21 tahun. Karena terlalu lebar maka saya lebih suka mempersempit GEN-Z adalah Generasi yang lahir setelah tahun 2000. Dengan menggunakan definisi ini maka GEN-Z adalah mereka-mereka yang sekarang masih remaja berusia belasan tahun, antara 12 sampai dengan 18 tahun.
Dalam konteks Indonesia saat ini berdasarkan estimasi data BPS penduduk Indonesia yang berusia 10 – 19 tahun berjumlah 45 juta jiwa atau 19.32% dari seluruh total penduduk Indonesia. Persentase ini hampir sama dengan jumlah GEN-Z di Amerika yang jumlahnya juga dikisaran 20% dari populasi penduduk Amerika Serikat.
Berbagai studi yang dilakukan di dunia menunjukkan karakteristik yang unik dari GEN-Z ini. Mereka boleh dibilang adalah generasi pertama yang sejak lahir sudah mengenal internet. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang disebut digital immigrant, GEN-Z adalah generasi pertama yang secara sah dan meyakinkan bisa disebut sebagai digital native, generasi yang sejak lahir sudah menjadi warga dunia.
Sebagai contoh, anak-anak kita yang balita pun sekarang nonton film kartunnya tidak lagi melalui TV atau VCD, tapi sudah menggunakan gadget semacam smartphone atau tablet. Orang tua sekarang juga disibukkan oleh rengekan anak-anaknya yang masih SD untuk bisa berinternet atau sekedar nonton video di youtube.
Konsumsi internet GEN-Z lebih tinggi dibanding generasi-generasi sebelumnya. Sebuah studi yang dilakukan oleh Refuel Agency yang dimuat adweek.com bulan Desember 2015 menunjukkan GEN-Z lebih menyukai situs-situs dan social media yang berisi hiburan dibanding generasi millennial. Sebagai contoh proporsi GEN-Z membuka youtobe dan instagram lebih tinggi dibanding generasi millennial, sementara generasi millennial lebih menyukai membuka Facebook.
Meski sangat aktif di internet, GEN-Z ternyata cukup protektif dan tertutup dalam menyuarakan opini nya di social media. Sebuah studi yang dlakukan Pew Research Center mengungkapkan lebih dari setengah (57%) GEN-Z lebih menghindar tidak memposting sesuatu di social media yang sekiranya akan mengganggu mereka di masa depan. Mungkin ini dikarenakan sebagian besar GEN-Z adalah produk yang dihasilkan dari perkawinan antar GEN-X yang merupakan generasi transisi antara era konvensional dan internet, GEN-X merupakan generasi yang memiliki kekawatiran tinggi terhadap dampak negatif internet bagi anak-anak mereka.
GEN-Z jarang ditemui di social media seperti Facebook dan Twitter, mereka bukannya tidak punya akun di Facebook, mereka punya namun mereka hanya pasif. Mereka menganggap Facebook dan Twitter lebih banyak diisi oleh generasi-generasi sebelumnya, GEN-X dan Millennial. Lalu kemana mereka bersosial media? Ternyata mereka lebih memilih social media yang sifatnya lebih tertutup, snapchat misalnya, atau mereka lebih aktif berkomunikasi di messenger seperti Whatapp,Line, dll. Survei yang dilakukan Alvara Research Center tahun 2015 mengkonfirmasi hal ini. Penggunaan messenger diusia 15-18 tahun lebih tinggi dibanding di usia-usia lainnya.
Implikasi yang terjadi tentu saja tidak mudah untuk mengenal dan mendekati GEN-Z, sudah tidak bisa kita menggunakan cara-cara otoritatif, harus menggunakan cara yang bersifat adaptif atau bahkan partisipatif untuk mendekati mereka. Adaptif berarti pendekatan yang luwes dan horizontal, sementara partisipatif berarti merangkul dan memberikan ruang bagi mereka untuk berekspresi.
Oleh:

Hasanuddin Ali

CEO and Founder

Alvara Strategic Research

Dipublikasi di Remah2ilmu | Tag , , , , , , , | Meninggalkan komentar