😸 Kitti series: Breakfast and Scruffing

Breakfast

Pagi ini, seperti rutinitas biasanya sebelum sarapan, memberi makan pagi untuk ke-8 kucing yang stay di rumah. Tepatnya di teras belakang rumah, karena saya tidak mengijinkan kucing untuk main apalagi tinggal di dalam rumah. Bukan kucing ras atau yang khusus dibeli untuk dipelihara. ini kucing kampung, beranak lunak, entah generasi ke berapa telah menemani keluarga saya.

Yang tua mati, yang bayi besar jadi dewasa, yang kecil membesar. Di luar keturunan kucing yang ada sejak awal, ada 2 kucing kecil saya ambil karena terlantar. Itulah Kitti dan Katti. Yang paling lucu, lincah dan nakal saat ini.

Ini suasana saat breakfast. Kitti dan Katti yang selalu ingin duluan dan tidak sabaran. Sekalian juga melatih kesabaran untuk yang kasih makan.

Bagaimana menurut anda? miripkah dengan perilaku manusia? Anda pernah menemui kesamaan gaya seperti ini. Generasi baru, yang belum matang cenderung antusias, semangat tinggi, tak sabaran bahkan cenderung emosional dalam mengejar ambisi. Militan tapi egois. Sok benar bahkan cenderung arogan. Dalam situasi seperti itu, yang dewasa dan sudah pengalaman perilakunya cenderung lebih tenang.

Tapi manusia jelas berbeda dengan kucing. Titik.

Scruffing

Induk kucing secara naluri menggigit tengkuk leher anaknya (scruffing) untuk mengangkat/memindahkan ke tempat lain. Orang menirunya. Tidak dengan gigitan, tapi genggaman erat di kulit tengkuk. Anak kucing berada dalam keadaan “flexor reflek”, refleks yang membuat melemaskan tubuhnya karena nyaman dan rileks.

Akan berbeda untuk kucing besar. Bagi induk kucing dan orang, massa tubuh kucing tidak lagi memungkinkan scruffing dilakukan dengan santai. Selain itu cenderung menyakitkan.

Silahkan uji, jika kucing tidak merespon dengan flexor reflex, tapi sebaliknya justru tegang, kaku, tidak nyaman berarti kucing anda tidak suka dan stress diperlakukan demikian. Jangan dipaksa.

Kucing yang sedang menggigit makanan favoritnya, jangan coba2 menganggu. Semua struktur badannya kaku berkontraksi dengan kuku-kuku tajamnya bersiaga. Menggeram, erat menggenggam. Apalagi kucing kecil yang belajar untuk garang dan angkuh dalam menguasai makanannya.

Apa jadinya scruffing yang cenderung direspon anak kucing dengan relaksasi “flexor reflex” bertemu dengan kontraksi tubuh saat menguasai makanan?

Berbeda-beda. Untuk kucing yang sangat ulet kontraksi tidak berkurang, makanan tidak dilepaskan. Seperti Kitti, kucing kecilku ini. Padahal sebelumnya sudah makan bersama kucing yang lain. Hasilnya, sangat gigih.

Jangan ditiru. Maaf, sekali lagi ini hanya uji sebentar. Rasanya pasti menjengkelkan bagi Kitti bahkan cenderung menyakitinya.

Jadi, silahkan scruffing jika diperlukan saja. Pada kondisi dimana harus menahan kucing untuk menghindari bahaya terhadap dirinya atau orang lain. Lainnya, bebaskan saja.

Yang jelas, jangan pernah scruffing manusia. Scruffing dalam makna konitatif apalagi denotatif. Itu sejahat-jahatnya manusia. Resikonya terlalu gedee. Konsekuensi pada kemanusiaan, bahkan ketuhanan.

Bagaimana kalo scruffing pada kejahatan, kekaguman, kezaliman?S Jawaban kembali pada 2 aspek diatas. Kemanusiaan dan Ketuhanan. Itu sangat bergantung pada orang per-orang.

alifis@corner
Jumat berkah, 14 Juni 2019
Teras belakang, Penfui.

Iklan
Dipublikasi di Relief Kehidupan | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Final Test: Astronomi dan Sains Antariksa

Polovira Animasi (208)

🍎Soal UAS Take Home
MK Astronomi dan Sains Antariksa

1. Apa yang terjadi dengan bumi jika bintang terbesar UY Scuti dan bintang termasif R136a1 meledak (supernova)? Jelaskan!
2. Dimanakah letak bumi dan matahari di galaksi Bimasakti? Jelaskan !
3. Jelaskan perbedaan cuaca di Bumi dan cuaca di Antariksa dari sisi dinamika, skala waktu, ketinggian dan dampaknya!
4. Apakah dg tidak adanya bintik matahari selama rentang tahun bisa mengakibatkan pendinginan global di bumi?
5. Apa yang anda fahami dengan sampah antariksa? Jelaskan!
6. Apa yang anda ketahui tentang GISTM, CADI dan ALE terkait dengan monitoring cuaca Antariksa?
7. Bagaimana cara menghitung TEC (Total Electron Content) di Ionosfer?
8. Data GPS pada GP Station menggunakan format kalender Julian. Apa yang anda pahami dengan format tersebut?
9. Apakah siang dan malam mempengaruhi keberadaan transmisi gelombang radio di atmosfer? Jelaskan!
10. Bandingkan usia tertua manusia dg usia matahari dan usia alam semesta dalam orde!

Petunjuk:
(1) Jawab secara konstruktif sertai skema, grafik, gambar dan tabulasi serta sumber referensi jika memungkinkan.
(2) Di kumpul di grup paling lambat Senin pagi jam 08.00 tanggal 03 Juni 2019.

 

Dipublikasi di Sains Alam Semesta, Soal2 Ujian & Quiz | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Final Test: Pemodelan dan Simulasi

Arsip : SOAL UAS Pemodelan dan Simulasi Semester Genap T.A. 2018/2019

HEADER_A

UAS Modsim

File : Soal UAS Pemodelan Simulasi 2019

Dipublikasi di Pemodelan dan Simulasi, Soal2 Ujian & Quiz | Tag , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Final Test: Fisika Dasar II

Arsip : SOAL UAS Fisika Dasar II Semester Genap T.A. 2018/2019

ANALYZIN

UAS Fisika Dasar II

File : Soal UAS Fisika Dasar II

Dipublikasi di Soal2 Ujian & Quiz | Tag , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Final Test: Metode Numerik

Arsip : SOAL UAS Metode Numerik T.A. 2018/2019

ANIM_FU2UAS Metnum

File : Soal UAS Metode Numerik Klas B

Dipublikasi di Soal2 Ujian & Quiz | Tag , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Final Test: Fisika Komputasi

Arsip : SOAL UAS Fisika Komputasi T.A. 2018/2019

unnamed.gif

UAS Fiskom

File : Soal UAS Fisika Komputasi 2019

Dipublikasi di Soal2 Ujian & Quiz | Tag , , | Meninggalkan komentar

Idul Fitri 1440 H

Masih di bulan Syawal 1440H, lebaran hari ke-6, kami mengucap:

“Selamat berlebaran dan bertebaran di bumi Allah SWT. Untuk saudara, kerabat, teman, rekan, sejawat yang tidak sempat tatap muka dan berjabat. Mohon maaf lahir dan batin”dari kami, Ali Warsito sekeluarga.

Tanggal 10 Juni 2019. Hari pertama masuk kerja setelah libur kurang lebih 10 hari. Sebagian besar sudah balik kembali ke aktivitas seperti biasa. Tapi bulan syawal masih di bulan berjalan. Maaf-maaf an masih jalan, bahkan diluar syawal. Kapanpun, dimanapun maaf memaafkan masih harus dibiasakan, dibudayakan. Tak ada manusia sempurna. Jadi kata maaf adalah pelengkapnya. Tentu mesti jauh dari lubuk hati terdalam. Bukan lips service. Manis dimulut, basi dihati.

Coretan dibawah mewakili kehadiran kami, semoga tak mengurangi arti silaturahmi dan saling bermaafan.

Silahkan tonton video lengkapnya di https://youtu.be/qloeWCv-RII

Dipublikasi di Relief Kehidupan | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar

BILAKAH HARI RAYA KEMENANGAN TIBA?

Judhistira Aria Utama

Ramadan kian beranjak menapaki penghujungnya. Dengan berakhirnya Ramadan nanti, bersuka-citalah umat Islam sedunia di dalam perayaan Idul Fitri. Berkenaan dengan hal ini, ada baiknya kita mengenal sekelumit pernak-pernik terkait penetapan berhari raya. Selamat menyimak.

Pergantian hari dalam kalendar Hijriyah dimulai setelah terbenamnya Matahari. Sementara, pergantian bulan yang sedang berjalan menuju ke bulan yang baru (mis. Ramadan ke Syawal) ditandai dengan terjadinya konjungsi/ijtimak/fase Bulan mati sebelum terbenamnya Matahari pada hari tersebut.

Konjungsi geosentrik akan terjadi pada Senin 3 Juni 2019 pukul 17:03 WIB. Di kota Lhok Nga, NAD (mewakili kawasan barat Indonesia), Matahari terbenam geometris (lengkungan atasnya berada di horison/cakrawala & keadaan tanpa atmosfer) pukul 18:46 waktu setempat. Dengan demikian, syarat konjungsi terjadi sebelum Matahari terbenam dipenuhi.

Bagaimana posisi hilal (sabit Bulan pascakonjungsi) relatif terhadap horison pada saat Matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia?

Garis-garis diagonal dalam peta ketinggian hilal yang disediakan BMKG (terlampir) menyatakan lokasi-lokasi di Indonesia (dengan beragam lintang & bujur geografis) yang memiliki ketinggian hilal sama dari horison/cakrawala. Perhitungan dilakukan BMKG dengan kondisi toposentrik (pengamat di permukaan Bumi) dan menyertakan koreksi atmosfer Bumi.

Terlihat bahwa ketinggian hilal pada saat Matahari terbenam bernilai negatif di hampir seluruh wilayah Indonesia, kecuali di kawasan pantai barat Sumatera (perhatikan garis diagonal 0°). Semakin ke arah barat, posisi hilal bertambah tinggi di atas horison pada saat Matahari terbenam.Konjungsi terjadi sebelum terbenamnya Matahari, namun posisi Bulan berada di bawah horison (ditandai dengan nilai negatif) saat Matahari terbenam. Hal ini berarti Bulan terbenam lebih dulu daripada Matahari. Objek yang akan diobservasi haruslah objek yang memiliki ketinggian positif saat Matahari terbenam, sehingga hadirnya klaim keberhasilan mengamati hilal dari wilayah Indonesia pada Senin petang besok tidak memiliki landasan ilmiah.

Berdasarkan peta ketinggian hilal pada Senin 3 Juni 2019 tersebut, dapat diprediksi hasil keputusan sidang itsbat yang akan dipimpin langsung oleh MENAG RI pada Senin 3 Juni besok : “Menetapkan Selasa 4 Juni 2019 sebagai hari ke-30 Ramadan, sehingga 1 Syawal 1440 H akan dimasuki pada Selasa 4 Juni pascaterbenam Matahari”.

Dengan kata lain, salat Hari Raya 1 Syawal 1440 H akan ditegakkan pada Rabu 5 Juni 2019 pagi di wilayah Indonesia.Prediksi keputusan sidang itsbat di atas sangat mungkin berbeda dengan keputusan Kerajaan Saudi Arabia maupun beberapa kelompok minoritas di tanah air yang menggunakan metode berbeda dalam penentuan waktu berhari raya. SEMOGA BERMANFAAT.

Dipublikasi di Sains Alam Semesta | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Bimasakti dan Gunung berapi

Hak Cipta: Diego Rizzo

Langit dan bumi. Galaksi Bimasakti dan Gunung Fuego berapi. Sedang erupsi. Sebuah meteor yang melesat tepat melintasi. Jupiter di langit kiri, dengan bintang Antares di kanan sisi.

Apapun yang anda pikirkan, itulah Kuasa Illahi. Anugerah tiada tara atas alam semesta. Tak perlu dipungkiri. Syukuri dan nikmati.

April 2019, Acatenango di Guatemala.

Dipublikasi di Sains Alam Semesta | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Ber(lebih)an

lebih/le·bih/ a 1 lewat dari semestinya (tentang ukuran, banyaknya, besarnya, dan sebagainya): berlebihan/ber·le·bih·an/ a 1 banyak sekal; 2 amat; sangat; 3 aneh-aneh atau tidak sewajarnya (tentang tingkah laku). Dari KBBI online.

Berlebihan adalah sikap. Kaya itu memiliki kelebihan. Tapi tidak sertamerta orang kaya berlebihan. Kaya harta, kaya hati, kaya ilmu dan kaya amal itu harapan manusia. Kekayaan itu sarana bukan tujuan. Sarana menuju kemuliaan di hadapan Allah bukan manusia. Berlebihan adalah saat harta, hati, ilmu dan amal itu demi pujian dari manusia.

Lawan kata berlebihan adalah berkekurangan. Walau keduanya kontradiktif tetapi sebenarnya berkarib. Berlebihan dan berkekurangan adalah anomali terhadap sikap ideal, sikap semestinya yang dimiliki umat pertengahan.

Sangat sulit kita untuk tidak bersikap berlebihan. Apalagi kalo kita sering lupa bahwa kita berkekurangan menegur kelemahan diri sendiri tetapi sangat antusias dan berlebihan menghujat kekurangan orang lain. Saat itulah kita sedang berkekurangan, dalam kerugian, fakir dan miskin.

Miskin harta, miskin hati, miskin ilmu dan miskin amal itu sama sekali tidak diinginkan oleh manusia. Tapi saat itu terjadi, kita musti segera tersadar, dikarenakan akibat dari sikap yang berlebihan.

Sangat manusiawi, jika ada orang kaya harta tapi selalu merasa miskin, orang baik hati tapi dengki, orang pintar ilmu tapi dungu dan orang dermawan tapi culas. Naudzubillahi min dzalik. Tapi, Itulah dunia. Jangan heran. Semua ujian ada hikmah dibaliknya. Justru aneh jika semua manusia taat semua. Kecuali atas kehendakNya.

Yang selaras nurani adalah tidak sekedar manusiawi, tidak berlebihan, tidak berkekurangan tetapi dengan visi yang baik, dalam sifat, sikap dan amal sebagai manusia pertengahan yang mau, mampu dalam beramar makruf nahi munkar, secara benar dan ikhlas karena Allah. Demi Allah saja. Bukan kepentingan sesaat, bukan kekuasaan dan jabatan, yang cenderung naif dan sesat.

Semoga kita selalu sadar penuh hadir utuh dalam koridor fitrah sebagai hambaNya. Marhaban ya Ramadhan…

alifis@corner
Kontemplasi Syaban
270419 20:55

Dipublikasi di Relief Kehidupan | Tag , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Tak (Pernah) Dewasa

Orang adalah manusia biasa
Sejenis makhluk tak dewasa
Tak pernah betulan jadi ‘de-wa-sa’
Tak sampai matang setelah remaja
Entah tak rimba fasa beralpha

Dari bayi, anak, remaja loncat menua
Kusut masai atau keriput bersemi
Ini lebih pd perilaku kepo, lebai dan frontal
Pencilakan, pecicilan mirip bocah tua nakal
Tak pernah stabil kayak kurva sinusoidal

Politik, demokrasi, eksistensi dan harga diri
Pergaulan, egoisitas, popularitas dan fasilitas
Jabatan, lobi2an, kekuasaan dan kepuasan
Dilakukan, atau justru hanya sekedar retorika
Jadi citra bak lantunan seriosa

Orang itu adalah aku, kamu, dia dan mereka
Merasa mulia dan tahu segala
Mengorek kerak bumi dg jari menjura
Terbuai dan terburai irama fana
Abai celupan Sang Maha?

alifis@corner
berkaca di buram masa
250419 05:59

Dipublikasi di Alifis Kata | Tag , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Suatu Perjalanan…

Siapa bilang usai? Tak ada perjalanan yang selesai. Semua berkesinambungan dlm rangkaian yang tiada henti. Bermakna dan berarti. Itupun jika difahami.

Soes Beard Papa’s inipun telah melalui perjalanan panjang. Asalnya dari alam, diolah menjadi bahan dasar, dicetak dalam citarasa, dikemas, dipajang di sebuah toko di Jakarta, dijadikan oleh-oleh hingga sampai disini, pantai Kolbano, TTS. Dan, itupun belum selesai.

Batu-batuan indah di pantai Kolbano terpahat alami oleh lautan hingga berkilau bak pualam. Diapun sudah melalui sebuah perjalanan yang amat panjang, tapi tak juga diketahui dan pastikan dimana dan kapan perjalanannya usai. Manusia tak sekedar menikmati tapi juga menjadikannya komoditi.

Hanya saja, saat perjalanan sudah meninggalkan jejak. Di waktu-waktu tertentu berhentilah sejenak. Rebahkanlah diri. Berdiam diri. Menyatu dalam sunyi. Berserahdirilah dalam rengkuhan Illahi.

Sekali lagi, karena kita tak tahu. Kapan sebuah perjalanan akan berakhir.

Kolbano, 030419
alifis@corner

Dipublikasi di Alifis Kata | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

#Ilmu

Nak, di atas langit ada ilmu, di dlm bumi ada ilmu, diantara langit dan bumi ada ilmu. Di pasar, hujan, perjalanan, rumah, sekolah, tong sampah, temanmu, rerumputan, keterbatasan dan kelapangan, ada ilmu disitu. Carilah, pelajarilah, kaji arti dan maknanya.

Ilmu dpt menghidupkan hati yang buta, menjadi penerang jiwa dr kegelapan, penguat jasmani dr kelemahan, membawa sang pembelajar semakin dekat pd Allah SWT.

“Menuntut ilmulah kamu dari ayunan sampai ke liang lahat”. (Hadits Nabi SAW)

“Barang siapa yang ingin menguasai dunia maka harus memiliki ilmu dan barang siapa yang ingin menguasai akhirat maka harus memiliki ilmu dan barang siapa yang ingin menguasai keduanya maka harus memiliki ilmu.” (Imam asy-Syafi’i).

alifis@corner
040219 08:14

Dipublikasi di Remah2ilmu | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Bahan Bacaan Gelombang Optik

c83026b0-200b-4ef4-aad3-f14d9e9564a5_169-566859710.jpgUntuk Mahasiswa prodi Fisika Fakultas Sains dan Teknik UNDANA semester 2, 2018/2019 silahkan baca-baca dan dalami materi dibawah ini. Baca juga materi terkait pada literatur-literatur lain, jangan lupa !!! coba kerjakan soal-soal di akhir materi pendalaman. Semoga bermanfaat !!!

 

Sub Bahasan :

Yang tidak hadir dalam perkuliahan terakhir ( Selasa, 16 April 2019 Jam 14.00) karena alasan pulang kampung untuk Pencoblosan Pilpres+Pileg, 1 Mahasiswa wajib mengerjakan 1 soal di Soal-soal Tugas hal 18 di file Gelombang Mekanik, sesuai urutan absen dari yang terkecil, secara acak ditunjuk untuk membahas di depan kelas.

Silahkan hubungi Koordinator MK untuk memastikan no soalnya!. Trimaksih.

Dipublikasi di Fisika Dasar | Tag , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar