​Visa Saksi Ahli : PENCERAHAN YANG TERUSIK

Terhenyak dirimu, tdk nyenyak tidurmu/malam ini/ Geleng2 kepala tak percaya/ Keluh/ Datangmu sia-sia belaka/ Pencerahan niatmu/ Diusik-usik, dirusuhi khadiranmu/
Beng Ong namamu/ Profesor gelarmu/ Patologi Forensik ilmumu/ 2500x aksi post mortemmu/ Catatan kaki di Kosovo dan Bom Bali satu/ Kalau kau datang dg track recordmu/ Jangan2 kau dianggap belagu/
Visamu di tahun itu, sama dg yang kemarin di dalam sakumu/ Tapi saat itu kau datang diundang/ Saat ini, datang kemari sbg saksi ahli/ Di negeri ini, urat kata bisa begitu lentur/ Sekali waktu, bahasa baku menjadi teramat kaku/ Hal itu bisa berarti sama atau jadi jauh berbeda/ Tergantung kepentingannya/
Tahulah/ Sederhana yg sekedar SLILIT/ kadang bisa menjadi RUWET & RUMIT/ atau NJLIMET & SULIT/ Substansi bisa diabaikan dan debat panjang lebar ttg masalah ikutan/ Mencari kebenaran bagai megalomania, yg bangga dg keakuan dan gampang menyalahkan pemahaman orang/ 
Coba tanya berapa banyak ilmuwan dg seabreg kualifikasi dan kompetensi/Galau tak jua fahami/
Yang pragmatis implementasi, berlari mencari aktualisasi dan kebanggaan diri/ Yang  idealis, mengembara dan terjebur ke dimensi analisis/ Yang nasionalis, kembali dan selalu terantuk pd rasa/ asa dan hampa/

Pada akhirnya/ Kemanusiaan hanyalah atas nama/ Semua terjebak dlm persepsi tak pertepi/
alifis@corner
07062016 : 5:27

Dipublikasi di Alunan Kata | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

​MUKIDI, Si Saksi Ahli

Dihari itu, MUKIDI si ‘Tokoh Viral’, menjadi saksi ahli ‘TELEROLOGI’ pd persidangan di balai kampung SIANGIDA, yg saat ini diliputi misteri karena adanya peristiwa secangkir ‘WEDANG KOPI’  yg memabukkan. Warga diyakinkan oleh MUKIYO, aparat setempat bahwa MUKIDI punya ilmu dan pengalaman ttg mabuk, dari yg mabuk POLOSAN sampai mabuk OPLOSAN. Ilmunya Ngeri-Ngeri Sedaap, pokoknya..🙂

Karena dipanggil sbg ahli maka MUKIDI merasa dituntut sangat menguasai bidangnya, shg mempersiapkan argumennya sebaik dan seilmiah mungkin. Maka dibuatlah analisa detail ‘KRONOLOGI WAKTU’ transformasi  Wedang Kopi yg semula PAHIT GURIH NIKMAT menjadi GETIR SUMIR di JIDAT. Untuk mengolah data, jurus model dan simulasi kurva kuadratik dan simpangan baku yg pernah dipelajarinya, dikeluarkan…Ciaattt..!!!
Warga kampung Siangida, terdiam menyimak penjelasan MUKIDI, sambil berkerut-kerut keningnya, sbg reaksi entah faham atau sama sekali tidak nyambung. Tapi begitu MUKIYO tepuk tangan, bgemuruhlah tepuk tangan menyusul membahana. plok..plok..plak..plak….MUKIDI merasa suksess..!!! Walau, setelahnya beberapa warga saling berguman, “tadi tepuk tangan untuk apa yaa..?” Hadeeh…!!!

Beberapa hari setelahnya, terdengar kasak kusuk dr beberapa anak muda kampung Siangida, yg ternyata penggemar intens sidang live di TV yg mendakwa, menuduh Jessica sbg pelaku penabur  Sianida dlm kopi Vietnam korban.Berkaca dr kasus Jessica, anak2 muda ini meragukan analisa MUKIDI, yg telah sah dipanggil saksi ahli, bahkan mulai menggugat keilmiahan analisanya.

“Lucu nih, lah model simpangan atau bias yang digunakan kok rumus simpangan baku standar anak-anak SMA?”

“Itu rumus ABC yg dipake khan sudah usang, ga akurat, lah kok masih dipake?”

“Apakah valid, model kuadratik yang dibuat dan di simulasikan menggunakan data yang sangat terbatas?”

“Bagaimana dg waktu acuan, yg dari beberapa warga tidak cocok?”

“Diukur tdk suhu ruangan saat kejadian dan setelahnya? Belum lagi variable-variabel lainnya yang berpengaruh terhadap output dari model yang disimulasikan, misalnya: pengaruh waktu wedang kopi terhadap udara bebas, bla..bla”
Banyak, seliweran komentar anak2 muda ini, yg disuarakan dg penuh semangat. Tapi sayang, hanya diomongkan di lopo2 nongkrong warung kopi ! 
Bahkan saking jengkelnya, ada yg nyeletuk,” hmm..hmm..sok ilmiah padahal koplak ..hehehehe..!”. Wahh..wahh..kalau ini, sdh keterlaluan anak muda, hahaiii…! Hargai dong seorang saksi ahli.

Tapi biarlah, semua akan berlalu… bgitu kepasrahan ala Indonesia. Atau dlm kasus Jessica, jadi optimisme yg berlebih2an, semacam penggiringan opini murahan. 
Biarlah, wong MUKIDI juga tdk peduli lagi dg ocehan anak2 muda yg sok pintar, karena saat ini beliau lg menikmati statusnya sbg saksi ahli, MUKIDI jadi viral… hehehe.
Eee, dasar MUKIDI, si Viral faktor, hehe… 
alifis@corner

280816 : 06:59

Dipublikasi di aQ berPole-MIX | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar

Sejarah yang Berulang, dari VOC ke IMF

​oleh Dina Sulaiman

medali VOC (sumber foto: huiberts.info)

Di bawah ini saya copas tulisan Sofia Abdullah difacebooknya. Sofia tekun sekali menelaah buku-buku sejarah dan naskah-naskah kuno, beberapa tulisannya pernah saya baca di media online. Tulisannya berikut ini memberi perspektif baru tentang sejarah Indonesia, menarik sekali. Antara lain, bahwa sebenarnya VOC adalah perusahaan multinasional yang menghalalkan segala cara demi meraup keuntungan sebesar-besarnya. Jadi, yang menjajah Nusantara pada awalnya bukan Belanda, melainkan korporasi global.

 

Sejarah berulang hingga kini, ketika kita secara lahiriah merdeka, tapi sejatinya sedang terjajah oleh korporasi global (bukan cuma Indonesia, tetapi juga kebanyakan negara-negara berkembang lainnya). Tengok saja bagaimana perilaku korporasi global hari ini yang memonopoli perdagangan dunia dengan cara-cara kasar, antara lain:
-melobi para politisi untuk meloloskan UU yang menguntungkan mereka; dana pembuatan UU itu pun digelontorkan oleh “lembaga sosial” yang sebenarnya perpanjangan tangan korporasi (baca buku Kudeta Putih, Hadi, et al)
-menggunakan kekuatan IMF dan Bank Dunia untuk memaksakan proyek-proyek yang sebenarnya tidak urgen, dan hanya membuat bangsa-bangsa terjerat utang semakin besar (baca buku John Perkins)
-memaksakan aturan-aturan di WTO agar sesuai dengan kepentingan mereka (baca buku Power in Global Governance, Barnet et al,)

Sedikit info ttg IMF: pemilik saham terbesar dalam IMF adalah AS, Jepang, Jerman, Inggris, dan Prancis (disebut G-5). Kekuatan dominasi G-5 terlihat jelas ketika sebuah negara meminjam uang kepada IMF. IMF baru mengucurkan dana pinjaman bila negara itu telah melaksanakan syarat-syarat yang ditetapkan IMF: mencabut subsidi, meningkatkan pajak, liberalisasi pasar, dan meningkatkan suku bunga. Semua persyaratan itu ujung-ujungnya hanya menguntungkan negara-negara pemegang saham terbesar di IMF dan Bank Dunia (keduanya saling bersekutu; oleh Stiglitz disebut sebagai “pilar globalisasi/pasar bebas”; untuk bisa ngutang di Bank Dunia harus jadi anggota IMF). (Baca: Brics, G20, IMF)

Jadi, terlihat ya, bahwa sejarah itu berulang?

==

Hebatnya Indonesiaku!!

Oleh Sofia Abdullah

Selama bertahun-tahun disekolah, kita di beri pemahaman bahwa Indonesia dijajah Belanda selama 350 tahun!! Entah darimana awalnya pernyataan salah kaprah ini, karena negeri Belanda-nya saja baru resmi terbentuk tahun 1815!! (lih.https://en.m.wikipedia.org/wiki/Netherlands)

350 tahun adalah masa kedatangan bangsa Eropa ke negeri ini, karena sifat mereka yg kasar, Rasis dan ingin menguasai pasaran, penduduk nusantara spontan tidak menyukai mereka dan pada umumnya mengambil sikap bermusuhan. Namun ada juga beberapa bangsa Eropa yg awalnya diterima oleh beberapa penguasa di tanah air karena sikap mereka yg sopan dan menunjukkan sikap mau bekerja sama.

Namun sikap sopan mereka hanya sesaat, tabiat bangsa Eropa yang barbar dan ingin menguasai dan memonopoli perdagangan mulai nampak, kerusuhan pun mulai timbul di berbagai pusat perdagangan akibat ulah mereka, dari sinilah kemudian timbul peperangan di tiap-tiap wilayah.  Dari sejak awal kedatangan bangsa Eropa inilah, penduduk Ind mulai melakukan perlawanan, agar wilayahnya kembali damai seperti seblm kedatangan bangsa Eropa.

Lalu siapa sebenarnya yang menjajah kita???

Buat pecinta sejarah, pecinta film2 dan novel2 perjuangan jadul, selalu dikatakan yg menjajah kita adalah ‘kumpeni’, bukan Belanda, kenapa kumpeni? Karena Kumpeni adalah sebutan yang digunakan untuk VOC.
Kenapa VOC?? Karena penjajah sebenarnya negeri kita adalah persekutuan dagang multinational, yg lebih dikenal dalam bahasa Belanda sebagai VOC, yg merupakan singkatan dari Vereenigde Oost-indische Compagnie yang dalam bahasa Indonesianya berarti gabungan perusahaan dagang HindiaTimur atau dalam bahasa Inggrisnya disebut EIC (East India Company).

Yah! Multinational, dengan kata lain yg menjajah negeri ini bukan cuma 1 negara kecil yang bernama Belanda tapi hampir seluruh negara Eropa barat yang kita kenal sekarang, lebih tepatnya para tuan tanah pendiri negara-negara di Eropa barat yg kita kenal sekarang, termasuk Inggris, Perancis, Belgia dan Belanda serta negara-negara Eropa lainya yang (ternyata baru mulai) berdiri sekitar tahun 1500, kecuali Portugis dan Spanyol. Dengan bantuan pinjaman modal, pasukan dan senjata dari para tuan tanah ini negara-negara Eropa saling bantu untuk menguasai negeri kita tercinta.

Hebatnya, walaupun nusantara telah di keroyok sedemikian banyak negara-negara Eropa yang tergabung dalam VOC, baru setelah 200 tahun mereka dapat menguasai hampir seluruh wilayah nusantara dengan berbagai cara, dari mulai monopoly perdagangan, pembantaian, Adu domba antar wilayah nusantara, hingga peperangan terbuka. Sejak kedatangan bangsa Eropa ke negeri ini, leluhur nusantara selalu dalam posisi siaga tempur, untuk mempertahankan negeri tercinta.

Sebenernya apa sih VOC itu?? Dan apa tujuan dibentuknya VOC/EIC ?

Tujuan utama dibentuknya VOC dan EIC adalah untuk menguasai dan memonopoli pasar dagang di Hindia Timur. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya VOC atau EIC ini adalah persekutuan dagang multi nasional.

Persekutuan atau gabungan perusahaan dagang ini dimodali oleh tuan tanah-tuan tanah Eropa yang memiliki tanah atau wilayah pecahan kekaisaran Romawi Barat yang runtuh tahun 476M.

Tuan tanah-tuan tanah ini sering disebut juga ‘pettite kingdom’ atau kerajaan-kerajaan kecil karena mereka py wilayah, penduduk dan raja di dalam wilayah-wilayah mereka yg di terlindungi di dalam kastil-kastil berbenteng.

Hindia Timur adalah nama yang digunakan bangsa Eropa utk menyebut wilayah Asia Tenggara sd kepulauan Indonesia sekarang dan Hindia Barat untuk menyebut negeri India sekarang.
Awalnya kerajaan-kerajaan kecil di Eropa ini datang perorangan dengan bendera dari perusahaan dagang mereka masing-masing dari tiap-tiap klan keluarga bangsawan pemilik perusahaan dagang yang ada di Eropa saat itu, namun mereka kalah saing dengan portugis dan spanyol ditambah lagi barang dagangan mereka tidak laku di pasar tanah air kita, karena mereka tidak mampu mengalahkan pedagang2 dari negeri Asia lainnya.

Karena kalah dalam persaingan dagang inilah para tuan tanah Eropa mengalami kerugian, jangankan menguasai wilayah, dalam persaingan dagang pun mereka kalah saing.
Dengan alasan inilah kemudian perusahaan dagang-perusahaan dagang Eropa ini bersatu, mengumpulkan modal bersama membuat persekutuan dagang multinasional yang di sebut VOC.

Dengan suntikan dana yang ada, VOC mengumpulkan pasukan dari berbagai bangsa yg telah mereka kuasai, dan merekrut para kriminal yang mereka bebaskan untuk dijadikan prajurit upahan mereka. VOC memiliki kekuasaan yang luas selain meminjamkan modal usaha bagi perusahaan perusahaan dagang anggotanya, mereka juga memproduksi senjata, mengeluarkan mata uang, memutuskan perang dan berbagai keperluan perang lainnya, seperti layaknya sebuah negara, karenanya VOC sering dikatakan sebagai ‘ Negara dalam Negara’.

Dengan kata lain segala yang di perlukan untuk menguasai Hindia Timur (Indonesia) disediakan oleh VOC dalam bentuk HUTANG, karena untuk menguasai Hindia Timur mereka membutuhkan senjata, pasukan dan modal yang besar, yang tidak mungkin di miliki oleh satu perusahaan dagang.

Dengan mengetahui sejarah di bentuknya VOC ini sebenarnya kita dapat mengetahui bahwa tujuan mereka sesungguhnya adalah menguasai Hindia bukan untuk berdagang, seperti yang selama ini kita baca dalam buku-buku sejarah umum.

Perdagangan yang mereka lakukan hanyalah kamuflase untuk menguasai Hindia Timur untuk mendapatkan GOLD (emas), GLORY (kejayaan/kekuasaan) GOSPEL (penyebaran agama Kristen), BUKAN rempah2..kalau tujuan mereka hanya untuk mendapatkan rempah-rempah, mereka gak perlu susah payah membentuk VOC.

Hindia Timur yang Maju menjadi latar belakang terbentuknya VOC

Bangsa kita adalah bangsa yang maju, dalam berbagai catatan perjalanan para pelaut Arab, Cina, Eropa dan negara-negara Asia lainnya di kisahkan bahwa pelabuhan2 sepanjang pantai utara jawa adalah pelabuhan2 Internasional, terlengkap pada masanya. Kota-kota pelabuhan ini berfungsi sebagai pusat perdagangan yang memberikan berbagai fasilitas dan jasa bagi kapal2 asing yang berlabuh dan mengadakan perdagangan, seperti misalnya penukaran uang, penginapan, bengkel kapal dsb.

Sementara kondisi Eropa sebaliknya, sejak runtuhnya kekaisaran Romawi pada tahun 476 M, negara-negara di Eropa terpecah menjadi beberapa kerajaan-kerajaan kecil yang selalu berperang memperebutkan wilayah. Karena selalu berperang antar wilayah, penduduknya menjadi terbelakang dan buta pengetahuan, hingga kemunduran bangsa Eropa mencapai puncaknya pada tahun 700-an hingga 1500-an, kemunduran ini disebut dengan ‘dark ages’.

Singkat kisah, munculnya agama Islam, invasi bangsa Arab ke benua Eropa hingga perang salib yang terjadi selama ratusan tahun, telah menyadarkan bangsa Eropa bahwa peradaban mereka telah tertinggal jauh dengan peradaban Islam dan negara2 Asia lainnya.
Perang salib yang terjadi selama 500thn pada dasarnya adalah perebutan kekuasan antara penguasa Eropa yang dikuasai oleh kekuasaan gereja dan mengatas namakan Kristen dan penguasa Arab yang mengatasnamakan Islam.

Perang salib ini selain memiliki dampak merusak seperti pada umumnya perang, ternyata juga memiliki dampak positif bagi bangsa Eropa, diantaranya adalah tersebarnya informasi ilmu pengetahuan yang dikembangkan oleh para ilmuwan muslim saat itu ke dunia barat, termasuk buku-buku karya ilmuwan Yunani dan Romawi yang telah ditinggalkan di negaranya namun masih tersusun rapi dalam perpustakaan-perpustakaan Islam.

Perkembangan Islam yg pesat, invasi bangsa Arab hingga ke wilayah Eropa, menimbulkan rasa Khawatir bangsa Eropa dan memaksa para penguasa Eropa mencari ‘Dunia baru’, yang akan mereka jadikan sebagai negara Eropa kedua. Dunia Baru bernama ‘India’, yang namanya mereka temukan dalam literatur Islam yang di salin dari buku karya ilmuwan Yunani bernama Plato, akhirnya menjadi tujuan utama mereka. Dimulailah era pencarian dunia baru yang diawali dengan perjalanan darat Marcopolo (1254-1324), seorang pedagang dan pengelana dari Venesia, utusan gereja Romawi Timur (Constantinopel).

India dalam benak bangsa Eropa saat itu adalah sebuah bangsa primitif, kanibal dan terbelakang. Kebayangkan gimana kagetnya bangsa Eropa ketika akhirnya mereka berhasil menemukan India, sebuah negara maju dengan penduduk yang beradab dan berfikiran maju, dan mayoritas penguasa wilayahnya dan penduduknya saat itu telah memeluk agama Islam.

Kota pelabuhan yang ramai, dengan para pedagang dari berbagai bangsa yang menjual berbagai barang dagangan, sistem pemerintahan yang teratur, bersatu, dengan hukum yang telah di jalankan dengan tertib, tentunya bukan saingan bagi bangsa Eropa, yang pada masa itu tertinggal jauh dibelakang baik dalam dunia perdagangan maupun ilmu pengetahuan. Dari titik inilah mereka akhirnya menyadari, bahwa hanya dengan bergabung mereka dapat mencapai tujuan mereka, hingga dibentuklah VOC pada tanggal 20 Maret 1602.

VOC, Sekutu, IMF & Lembaga sejenis

Setelah 200 tahun berkuasa dan menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan kekuasaannya, pada tanggal 31 Desember 1799, VOC akhirnya dibubarkan, dengan alasan korupsi, manipulasi dsb.
Tapi menurut kami, berdasarkan data-data yang telah kami pelajari dari berbagai sumber, VOC dibubarkan karena memang misi-nya untuk menguasai Nusantara telah selesai, walaupun kemudian Hindia timur di kuasai oleh Belanda, para pemegang saham VOC tetap mendapat keuntungan terbesar dari pembagian keuntungan berupa hasil bumi dan kekayaan alam dari negara-negara yang pernah menjadi anggota VOC yang diambil dari negara-negara jajahannya.

Secara de facto dan de Jure VOC, EIC dan gabungan perusahaan dagang Eropa lainnya dengan bahasa-nya masing2, memang dibubarkan, namun sejarah membuktikan pada kita bahwa persekutuan itu tetap ada hingga saat ini dan tetap mempraktekkan cara-cara lama untuk keberhasilan tujuan mereka, hanya namanya saja yang berganti.

VOC dibubarkan kemudian berganti nama menjadi sekutu pada PD I dan II, setelah PD I & II untuk menekan negara-negara yang dianggap berpotensi membahayakan mereka membentuk NATO pada tahun 1949. Negara-negara dengan kekayaan alam yang besar mereka ikat dengan hutang melalui keanggotaan IMF yang di bentuk tahun 1945.

para pecinta sejarah tentu masih ingat bagaimana Belanda dengan liciknya ingin menguasai kembali Indonesia dengan menjadi bagian dari tentara sekutu yang datang ke nusantara untuk melucuti senjata tentara Jepang. Hadirnya Belanda dalam pasukan sekutu yang kemudian ikut andil dalam perang mempertahankan kemerdekaan setelah proklamasi antara 1945-1948 adalah bukti yang jelas bahwa kerjasama untuk menguasai wilayah Nusantara itu masih ada dan terus ada hingga saat ini dengan berbagai caranya.

Banyak kejanggalan seputar VOC/EIC atau apapun namanya dalam bahasanya masing-masing, bila dikatakan satu lembaga yang berbeda, dan bahkan saling bersaing antara yang satu dengan lainnya, bersaing untuk mendapatkan wilayah perdagangan antar perusahaan dagang secara perseroan mungkin iya, tapi dalam banyak hal mereka tetap bersatu dan bekerjasama di bawah 1 bendera VOC atau EIC dan mendapat fasilitas yang sama, itu sebabnya ketika tujuan mereka telah berhasil, VOC atau EIC yang fokus di wilayah malaysia dan Indochina dibubarkan dalam waktu hampir bersamaan.

Pada tanggal 31 Desember 1799, VOC dibubarkan setelah sebagian besar Jawa, Kalimantan dan Sumatera telah mereka kuasai, demikian pula EIC dibubarkan tahun 1858 setelah tujuan untuk menguasai semenanjung Malaysia, sebagian Indochina dan anak benua India telah mereka dapatkan.

Kebetulan? Kami rasa tidak, baik VOC ataupun EIC di bubarkan karena memang misi mereka telah selesai, ketika para tuan tanah, pemegang saham utama VOC tinggal ‘menikmati’ hasil kerja yang mereka usahakan dengan menghalalkan berbagai cara selama 200 tahun kedatangan mereka di bumi Nusantara.

Bila dianalogikan pada masa kini persekutuan dagang VOC atau EIC ini ibarat Sekutu, Nato atau IMF (International Monetary Fund), yang dengan cara yang halus mengambil keuntungan dengan meminjamkan uang, pasukan, senjata dan modal utk berperang atau dalam bahasa mereka ‘meredakan konflik internal’, namun anehnya untuk meredakan ‘konflik internal’ ini mereka menggunakan kekuatan dari luar.
Kekayaan yang didapat oleh lembaga-lembaga sejenis ini diperoleh dari pembayaran hutang dari negara-negara anggota yang meminjam kepada mereka, beserta bunganya. ketika suatu negara tidak lagi membutuhkan IMF, mereka akan menciptakan konflik dalam negara tersebut, meminjamkan pasukan, uang dan senjata dengan cara ini mereka akan memenuhi kas2 negara mereka masing-masing.

Refleksi 17 Agustus

Walaupun telah menguasai sebagian besar pulau dan wilayah di Nusantara, tidak membuat leluhur kita menyerah dan pasrah pada penjajahan, perjuangan terus berlanjut, letupan-letupan perjuangan di berbagai daerah melawan pemerintah kolonial selalu ada hingga puncaknya dengan berakhirnya perang Jawa (1830) dan dikuasainya Aceh oleh pemerintah kolonial Belanda sekitar tahun 1910-12 dengan cara yang licik.
Sebagai bangsa Indonesia kita seharusnya bangga dengan perjuangan leluhur kita yang tidak pernah mengenal kata menyerah, dengan kekuatan keyakinan dan semangat perang Jihad yang dirintis para ulama, kaum Santri, dan para pejuang negeri ini yang telah mengorkan jiwa dan raganya untuk membebaskan nusantara tercinta dari cengkraman penjajahan.

17 Agustus 1945 adalah pernyataan sikap kita sebagai bangsa yang merdeka, bangsa yang berdaulat, yang selama ratusan tahun berjuang menghadapi penjajah baik penjajah asing ataupun penjajah yang berkedok ‘pribumi’.

Kemerdekaan adalah mereka yang terbebas dari belenggu-belenggu yang tercipta pada era kolonial, yang menjadikan bangsa Indonesia terjajah lahir dan batin. Belenggu Adu domba, iming2 harta dan kekuasaan, fanatik buta, doktrinisasi dan sebagainya yang dijadikan alat untuk mencapai segala keinginan penjajah.
Pahlawan-pahlawan hebat negeri ini seperti Diponegoro, Cut Nyak Dien, Untung Surapati, para pendahulu dan penerus mereka adalah sosok yang merdeka lahir dan bathin, walaupun secara lahir mereka dikalahkan, disiksa, dipenjara dan dihinakan, mereka tidak pernah termakan hasutan, rayuan duniawi, Adu domba, fanatisme dan segala hal yang merugikan manusia lain yang melemahkan bangsa ini secara langsung ataupun tidak.

Kemerdekaan berada pada jiwa-jiwa yang merdeka, jiwa yang tidak terbelenggu oleh keinginan-keinginan duniawi yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.
Kemerdekaan berada pada jiwa yang terbebas dari segala bentuk Adu domba, hasutan, fanatisme, ketidak pedulian, dan lain sebagainya.

Apakah kita sudah merdeka? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing..

Semoga Allah SWT memberi kita kekuatan untuk menjadi orang yang merdeka lahir dan batin, seperti yang diajarkan Rasul saw dan Ahlilbaitnya yang suci..

Sholawat dan Fatihah kepada rasul dan ahlulbaitnya dan kepada para pahlawan bangsa yang telah menjadi kan rasul saw dan ahlulbaitnya sebagai sumber kekuatan perjuangan mereka untuk memperoleh kemerdekaan bagi negara Indonesia, pengakuan sebagai bangsa yang bebas dan merdeka, yang telah dengan tulus dan ikhlas mengorbankan jiwa dan raganya bagi kemerdekaan Nusantara tercinta..

Ditulis oleh Sofia Abdullah
Disarikan dari sumber-sumber di bawah ini :
1. Ricklefs, M.C, Sejarah Indonesia Modern
2. Heuken, Adolf, Historical sites of Jakarta
3. Biografi Raden Saleh, berkisah ttg sikap penduduk Banten dan Cirebon ‘menyambut ‘ kedatangan bangsa portugis.
4. Blackburn, Susan, Jakarta Sejarah 400 tahun
5. Stockdale,John Joseph, Sejarah Tanah Jawa
6. Van Kessel, Inneke, Serdadu Afrika di Hindia Belanda 1831-1945
7.https://en.m.wikipedia.org/wiki/Dutch_East_India_Company

8.https://en.m.wikipedia.org/wiki/East_India_Company

9.https://en.m.wikipedia.org/wiki/NATO

10.https://en.m.wikipedia.org/wiki/International_Monetary_Fund

11.https://en.m.wikipedia.org/wiki/Allies_of_World_War_I

12.https://en.m.wikipedia.org/wiki/Allies_of_World_War_II

 

Dipublikasi di Jasmerah | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Sejarah Kebohongan Perang AS

Oleh Dina Sulaeman

Perang Suriah sudah di ambang pintu. Alasan yang dipakai: rezim Assad telah menggunakan senjata kimia terhadap rakyatnya. Untuk itu, dunia internasional harus menyerang Suriah demi menghentikan kejahatan Assad.

 Jika Presiden Obama tidak berbohong dalam hal ini, maka ini akan menjadi perkecualian yang langka dalam sejarah perang para Presiden Amerika Serikat. Karena, ketidakjujuran kepada rakyat AS tentang alasan perang di luar negeri sudah menjadi tradisi di Gedung Putih selama seabad terakhir ini. Berikut ini catatan kebohongan yang telah berkontribusi signifikan atas terjadinyapertumpahan darah besar dan kehancuran di berbagai negara.

1.      Woodrow Wilson: Tenggelamnya Kapal LusitaniaPerang Dunia I, 1917-1918

“Ini adalah perang melawan semua bangsa. Nyawa warga Amerika direnggut, kita perlu menyelidikinya; warga negara-negara lain yang netral juga telah direnggut dengan cara yang sama. Tidak ada diskriminasi. Ini adalah kejahatan melawan seluruh umat manusia. Setiap negara harus memutuskan sendiri bagaimana menghadapi kejahatan ini. Pilihan yang tepat untuk bangsa kita harus cocok dengan karakter dan tujuan kita sebagai bangsa. Kita harus mengenyampingkan perasaan dendam. Motif kita [untuk berperang] bukanlah balas dendam atau unjuk kekuatan fisik bangsa ini, melainkan pembelaan atas hak asasi manusia, dan kitalah satu-satunya pemenang.” (April 2, 1917)

Catatan: Pada 7 Mei 1915, kapal Lusitania milik Inggris tenggelam di lepas pantai Irlandia dan menewaskan 1,200 penumpang dari berbagai negara, termasuk AS. Konon, kapal itu tenggelam karena serangan torpedo tunggal kapal selam Jerman. Tenggelamnya kapal ini menjadi alasan bagi AS untuk terjun dalam PD I dan pasukan Sekutu pun meraih kemenangan. Namun, kecurigaan muncul: mengapa kapal itu tenggelam dengan sangat cepat  ke bawah permukaan laut? Hal ini hampir tak mungkin terjadi bila kapal sekedar ditembak torpedo tunggal. Kemungkinannya, kapal sipil itu membawa amunisi illegal dan terjadi ledakan besar akibat ditembak tornado. Menggunakan kapal sipil untuk membawa amunisi dan instrumen perang lainnya adalah melanggar perjanjian internasional.

foto presiden

2.      Franklin D. Roosevelt: Pearl Harbor-Perang Dunia II, 1941-1945

“Kemarin, 7 Desember 1941 – tanggal yang dikenang dalam kehinaan – Amerika Serikat tiba-tiba dan sengaja diserang oleh angkatan laut dan udara Kekaisaran Jepang. Amerika Serikat sudah berdamai dengan negara itu dan, atas ajakan Jepang, masih dalam perundingan untuk menciptakan perdamaian di Pacifik. Jarak Hawaii dari Jepang meyakinkan kita bahwa jelas serangan itu sengaja direncanakan beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu lalu. Selama rentang waktu itu, pemerintah Jepang telah sengaja berusaha untuk menipu Amerika Serikat dengan memberikan pernyataan palsu mengenai harapan perdamaian.” (8 Desember 1941)

Catatan: Ada hal yang aneh dalam kejadian ini: pada tanggal 4 Desember, 3 hari sebelum penyerangan, pihak intelijen Australia memberitahukan kepada AS mengenai pergerakan armada Jepang yang menuju Pearl Harbour, namun AS tidak menghiraukannya. Lalu, dalam sebuah catatan jurnal yang dibuat oleh Menteri Angkatan Perang Roosevelt, Henry Stimson, tertanggal 25 November 1941, tercantum percakapan yang ia lakukan dengan Roosevelt: “Pertanyaannya adalah bagaimana cara membuat pihak Jepang agar menyerang terlebih dahulu… Hal itu memang diharapkan agar terlebih dahulu dilakukan oleh pihak Jepang sehingga tidak ada sedikitpun keraguan atas siapa yang menjadi pihak agresor.”

Beberapa bulan sebelum terjadinya serangan terhadap Pearl Harbour, Roosevelt melakukan segala hal yang bisa memicu amarah pihak Jepang, dengan menunjukan kebijakan-kebijakan yang agresif. Ia menghentikan semua impor minyak Jepang dari perusahaan Minyak Amerika. Ia membekukan semua aset milik Jepang di Amerika, ia memberi pinjaman secara terbuka pada kelompok Nasionalis China serta menyuplai persenjataan kepada Inggris dan keduanya merupakan musuh Jepang di perang, yang sekaligus juga berarti melanggar hukum internasional yang mengatur perang.

Jadi, sebagaimana yang memang diharapkan terjadi, pada tanggal 7 Desember 1941, Jepang menyerang Pearl Harbour sehingga menewaskan 2400 orang tentara. Sebelum kejadian Pearl Harbour, 83% masyarakat Amerika tidak menginginkan Amerika terlibat dalam perang. Setelah kejadian Pearl Harbour, 1 juta orang mendaftarkan diri menjadi sukarelawan perang. (sumber: di sini)

3.      Harry S. Truman: Ancaman komunisme, Pelanggaran UN Charter-Perang Korea 1950-1953

“Pada hari Minggu, tanggal 25 Juni, pasukan Komunis menyerang Republik Korea. Serangan ini telah menjelaskan semua keraguan, bahwa gerakan Komunis Internasional telah melakukan invasi bersenjata untuk menaklukkan negara-negara yang independen. Tindakan agresi seperti ini menciptakan bahaya yang sangat nyata terhadap keamanan semua bangsa merdeka. Serangan terhadap Korea adalah pelanggaran atas perdamaian dan pelanggaran atas Piagam PBB. Dengan tindakan mereka di Korea, pemimpin Komunis telah menunjukkan kebencian mereka atas prinsip-prinsip moral yang menjadi landasan didirikannya PBB. Ini adalah tantangan langsung terhadap upaya negara-negara merdeka dalam membangun dunia yang bebas dan damai. Tantangan ini telah disajikan dengan jitu dan kita harus menghadapinya dengan jitu pula. “(19 Juni 1950)

Catatan: Sebulan kemudian, Truman berhasil membujuk Kongras AS untuk menambah anggaran perang demi ‘mencegah tersebarnya komunisme di dunia’. AS melibatkan diri dalam Perang Korea dengan cara mengirim pasukan untuk membantu Korea Selatan, melawan Korea Utara yang didukung Uni Soviet. IF Stone  dalam bukunya ‘Hidden Story of the Korean War’ antara lain menyebut bahwa Korsel memang sengaja memancing serangan Korut. Ketika AS terjun ke dalam perang, siapa yang mengambil keuntungan? Tentu saja, para makelar perang (the industrial military complex).

4.      Lyndon B. JohnsonInsiden Teluk Tonkin, “Domino Effect”-Perang Vietnam, 1964-1974; “Perang Melawan Kemiskinan”

“Tadi malam saya mengumumkan kepada rakyat Amerika bahwa rezim Vietnam Utara telah melakukan serangan lanjutan yang disengaja terhadap kapal angkatan laut AS yang beroperasi di perairan internasional. Karena itu, kita melancarkan serangan udara yang berhasil menimbulkan kerusakan besar terhadap kapal dan fasilitas [Vietnam Utara]. Dua pesawat AS hilang dalam operasi ini. Setelah berkonsultasi dengan para pemimpin Kongres, saya juga mengumumkan keputusan untuk meminta Kongres agar mendukung upaya AS dalam melindungi kebebasan dan perdamaian di Asia tenggara. Aksi rezim Vietnam Utara ini telah memberikan perubahan besar bagi situasi Asia Tenggara yang sudah sangat serius.” (5 Agustus 1964)

Catatan: Tanggal 4 Agustus 1964, kapal USS Maddoxdan USS Turner Joy melaksanakan patroli bersama di sepanjang Teluk Tonkin yang berjarak sekitar 18 km dan pantai Vietnam Utara. Tiba-tiba ada serangan dari kapal-kapal torpedo Vietnam Utara. [menurut versi Vietnam Utara, saat itu kapal AS melakukan misi intelijen dan memang sengaja memancing serangan]. PresidenJohnson memerintah Angkatan Udara dan Laut AS untuk melancarkan serangan udara terhadap pangkalan kapal-kapal torpedo Vietnam Utara. Selanjutnya, AS mengirim pasukannya ke Vietnam. Lagi-lagi, yang diuntungkan secara finansial tentu saja para makelar perang  (the industrial military complex)

5.      Richard M. Nixon: “Vietnamisasi”; Pemboman Kamboja, 1969-1973, “Perang Melawan Kejahatan”

“Malam ini, Amerika dan Vietnam Selatan akan menyerang markas operasi militer komunis seluruh di Vietnam Selatan … Ini bukan invasi ke Kamboja … Kami mengambil tindakan ini bukan untuk tujuan memperluas perang ke Kamboja, tapi untuk tujuan mengakhiri perang di Vietnam dan memenangkan perdamaian dengan adil. Kami akan terus melakukan segala upaya untuk mengakhiri perang ini melalui negosiasi di meja konferensi daripada melalui pertempuran di medan perang …. Pengumuman saya ini sekaligus memberitahukan kepada pemimpin Vietnam Utara bahwa kami mau bersabar untuk mengupayakan perdamaian di meja rapat, tapi kami tidak akan dipermalukan. Kami tidak akan kalah.” (30 April 1970)

Catatan: Konflik Vietnam merembet ke Kamboja. Nixon menyatakan bahwa Vietnam Utara telah memperluas agresinya ke berbagai wilayah, termasuk Kamboja. Di Kamboja, tentara Partai Komunis Kamboja bersekutu dengan Republik Demokratik Vietnam (=Vietnam Utara) dan Front Pembebasan Vietnam Selatan, melawan pemerintah Kamboja yang didukung oleh Amerika Serikat dan Republik Vietnam (=Vietnam Selatan). Nixon kemudian memerintahkan tentara AS untuk melakukan pengeboman besar-besaran di Kamboja dengan alasan mencegah berkuasanya pasukan komunis.

6.      Ronald ReaganKirim Marinir ke Beirut 1983,Invasi Grenada 1983, Pengeboman Libya 1986Perang Dingin 1981-1989, Iran-Contra 1985

Secara keseluruhan, Reagan mengatakan ‘Saya tidak ingat’ 88 kali dalam delapan jam kesaksian atas kasusIranContra pada 16-17 Februari 1990, “ tulis New York Times.

“Aku ingat diberitahu bahwa ada agen atau pemerintahan dalam level tertentu, yang tidak dilarang oleh Amandemen Boland, dan saya ingat itu. Dan saya mengatakan bahwa kita harus tetap dalam koridor hukum dan sebagainya. Dan saya tidak pernah menantang atau mempertanyakan apa yang diberitahukan kepada saya… “ [Intinya, Reagan menyatakan tidak tahu menahu tentang Iran-Contra]

Catatan: Pada 1982, sebanyak 96 warga negara asing, sebagian besarnya warga AS dan Eropa Barat, diculik oleh kelompok tak dikenal. AS meyakini pelakunya adalah Hizbullah (meski Hizbullah tidak pernah resmi mengakui hal ini). Karena Hizbullah adalah sekutu Iran, AS pun terpaksa mendekati Iran untuk meminta tolong. Iran yang saat itu tengah diagresi Irak dan sangat membutuhkan senjata untuk mengusir Irak, segera memanfaatkan peluang itu. Iran bersedia membantu pembebasan sandera dengan imbalan pemberian senjata. Amerika kemudian mengirim senjata untuk Iran via pihak ketiga (gerilyawan Contra). Namun Iran mempermainkan Amerika seperti boneka. Meski ribuan rudal dan senjata telah digelontorkan, Iran mengulur-ulur pembebasan sandera. Iran bahkan membocorkan kesepakatan rahasia itu ke publik setelah tujuannya mendapatkan senjata tercapai. Akibatnya skandal terbongkar pada tahun 1986. Pemerintah Amerika mendapatkan aib, sementara Iran berhasil mengusir Irak (yang sejak awal perang didukung AS) pada tahun 1988. (Selengkapnya baca di sini)

7.      George HW Bush: Invasi Panama 1989Perang Teluk 1991

“Dan saya sangat prihatin, bukan hanya tentang atas serangan fisik, melainkan juga atas kebrutalan [Irak] sebagaimana yang dilaporkan oleh Amnesty International; yang mengkonfirmasi beberapa cerita yang sampai kepada kami dari Amir [Kuwait].  Hal ini sulit dipercaya, kebrutalan yang telah diceritakannya. Maksud saya, cerita tentang kabel mesin dialisis yang dicabut dari pasien,  dan mesi dialisis itu dikirim ke Baghdad; bayi yang dikeluarkan dari inkubator dan inkubator itu dikirim ke Baghdad. Saya tidak tahu berapa banyak dari kisah-kisah ini dapat dikonfirmasi, tapi saya tahu pasti bahwa Amir [Kuwait] berbicara dari lubuk hatinya. Dan setelah itu, datang Amnesty International, yang mendapatkan info dari banyak orang di perbatasan, dan hal ini sangat memuakkan. ” (9 Okt 1990)

Catatan: Cerita tentang inkubator itu diungkapkan olehgadis bernama Nayirah (15 tahun). Di program televisi ABC’s Nightline dan NBC Nightly News, sambil menangis ia menceritakan kejahatan tentara Irak yang membantai 300-an bayi di rumah sakit Kuwait. Kisahnya menimbulkan gelombang antipati terhadap Saddam Hussein. Dengan segera Bush berhasil menggalang dukungan internasional dan pada tahun 1991, dilancarkan Operasi Badai Gurun: menyerbu Kuwait dan mengusir tentara Irak. Beberapa tahun kemudian terungkap  bahwa Nariyah tak lain putri Sheikh Saud Nasser Al-Saud Al-Sabah, Duta Besar Kuwait untuk Amerika Serikat. Sebelum tampil di acara televisi itu, dia belajar akting dahulu di Hill & Knowlton.

8.      William J. ClintonIntervensi Kemanusiaan”-NATO di Bosnia dan Herzegovina 1995, “Intervensi Kemanusiaan”-NATO di Yugoslavia 1999

“Koordinator kemanusiaan kami, Brian Atwood, yang baru saja kembali dari kawasan itu, menceritakan pertemuannya dengan seorang wanita Albania tua di sebuah kamp di luar Tirana. Wanita itu melihat semua laki-laki anggota keluarganya dan sebagian besar pria di desanya ditangkap oleh otoritas Serbia, diikat, disiram dengan bensin, dan dibakar di depan keluarga mereka. Ini adalah jenis cerita yang akan terlalu mengerikan untuk dipercayai jika saja cerita ini tidak konsisten dengan apa yang telah disampaikan begitu banyak pengungsi lainnya. Apa yang perlu kita ingat adalah bahwa ini adalah kejahatan yang direncanakan dengan cermat, bukan insiden akibat kemarahan yang lepas kendali semata; ini adalah kejahatan yang dilakukan oleh pemerintah Beograd untuk tujuan politik yang spesifik, yaitu untuk mempertahankan kontrol mereka atas Kosovo.  Aksi mereka ini harus dikalahkan.” (April 28, 1999)

Catatan: Khusus untuk Bosnia, narasi yang umumnya sampai kepada kita adalah: Bosnia yang muslim ingin mendirikan negara sendiri, lalu diperangi oleh tentara Kristen Serbia. Pertanyaannya: mengapa AS dan NATO sedemikian bersemangat ikut berperang, mengebomi habis-habisan wilayah itu (dan mengambil posisi untuk membela Bosnia-muslim)? Tentu jawabannya memerlukan penelitian mendalam. Namun yang jelas, hasil akhirnya adalah liberalisasi ekonomi di kawasan tersebut dan hal ini diungkap oleh Bank Dunia, … upayayang lebih besar harus diberikan dalam membangunstruktur kelembagaan yang layak untuk pemerintahan yang efektif, seperti diuraikan dalam Perjanjian Dayton, dan melaksanakan reformasi struktural utama untuk mengubah struktur ekonomi sosialis lama ke yang baru,yaitu ekonomi berbasis pasar.”(Bank Dunia 1997). Selengkapnya baca di sini.

9.      George W. Bush: Al-Qaeda “War on Terror”2001-sekarang, Invasi ke Irak 2003-sekarang

“Menghadapi bukti yang jelas dan resiko bahaya ini, kita tidak bisa menunggu untuk sampai datangnya bukti final, yaitu asap senapan yang bisa datang dalam bentuk awan jamur [=ledakan senjata biologis]. Dalam memahami ancaman ini, dengan melihat bentuk dan penipuan rezim Irak, kita memiliki alasan untuk mengasumsikan yang terburuk, dan kita memiliki tugas yang mendesak untuk mencegah kemungkinan terburuk itu terjadi. “(6 Okt 2002)

Catatan: Bush Jr ‘membujuk’ Kongres AS agar menyetujui serbuan ke Irak dengan alasan Saddam memiliki senjata biologis. Tahun 2003, serangan itu dilakukan, Saddam terguling, dan sampai hari ini tentara AS masih bercokol di Irak. Kontrak migas dan proyek-proyek rekonstruksi, tentu saja jatuh ke tangan para pemegang saham perang ini (perusahaan-perusahaan milik Zionis). Dan kemudian terbukti, Saddam sama sekali tidak menyimpan senjata biologis itu.

10.  Barack H. Obama: Intervensi Kemanusiaan”NATO (serangan ke Libya) 2011,Intervensi Kemanusiaan” (intervensi di Suriah) 2011-sekarang

“Dalam situasi yang rentan seperti ini, sangat penting bagi negara-negara di dunia untuk berbicara dalam satu suara, dan hal ini telah menjadi fokus kami … Kemarin Dewan Keamanan PBB secara bulat mengirimkan pesan yang jelas, yaitu mengutuk kekerasan di Libya, mendukung pertanggungjawaban bagi pelakunya, dan membela rakyat Libya. Sebagaimana semua pemerintahan, pemerintah Libya memiliki tanggung jawab untuk menghindari kekerasan, untuk mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan, dan untuk menghormati hak-hak rakyatnya. Pemerintahan Libya harus bertanggung jawab atas kegagalan untuk memenuhi tanggung jawab tersebut, dan atas berlanjutnya pelanggaran HAM.” (22 Feb 2011)

Catatan: Pada bulan Mei 2011, NATO di bawah pimpinan AS membombardir Libya dan merusak sangat banyak infrastruktur negara termakmur di Afrika itu (dan kemudian, lagi-lagi, proyek rekonstruksinya dipegang perusahaan Barat dan pembiayaannya dilakukan oleh pemerintah baru Libya dengan berhutang pada IMF dll).

Kini, kebohongan kembali akan dipakai oleh Obama di Suriah. Rezim Assad dituduh sebagai pelaku serangan senjata kimia tanggal 21 Agustus 2013 lalu, meskipun belum ada hasil penyelidikan resmi PBB dan berbagaikejanggalan atas kasus ini telah terungkap. Hingga tulisan ini dibuat, belum ada keputusan dari Gedung Putih, apakah jadi mengagresi Suriah atau tidak.

 

Diterjemahkan (dan diberi ulasan tambahan) oleh Dina Y. Sulaeman, dari A Century of Lies: The Rationales for Engaging in Foreign Wars, A Century-old White House Tradition (James F Tracy)  [Seabad Kebohongan: Alasan Untuk Melakukan Perang,  Tradisi Satu Abad Gedung Putih]

Dipublikasi di Jasmerah | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

​KRS, Maba & Fisika

Cerita pengantar

Ada hal mengejutkan, lucu skaligus menggelikan  saat sy layani konsultasi KHS KRS mahasiswa angkatan lama di hari terakhir, hari ini, 19 Agustus 2016.

Seorang mhs lama semester atas menghadap, dan berujar, ” Pak sy mau konsultasi KRS pak !”. 

“Ya, silahkan duduk”, kataku. Setelah menyerahkan berkasnya, sy cek. Kudapati disamping nama sy sbg dosen PA, juga masih dituliskan sbg Ketua Jurusan.

Sy tanya,” Kejur Fisikamu siapa?”. “Pak Ali, pak. Bapak sendiri”, ujarnya mantap. Sy senyum sambil berujar kembali,” Loh, masak gak tahu, Kejurmu sendiri. Siapa? khan kamu bukan mahasiswa baru !”, sahutku berlanjut.

Lantas apa yg bikin sy geli ngakakk. Jawaban pedenya, “Sejak sy masuk Undana, Kejur Fisika ya, pak Ali sendiri, pak !”, ujarnya sambil memandang optimis ke sy. Hahaha….. 

Hadeeh… ini mhs sepertinya baru balik dr kampungnya yg mungkin agak terisolasi atau memang jenis yg ‘cuek mati’ tidak mengikuti dinamika kampus,hehehe…

“Coba, tanya temanmu yg diluar”, lanjutku.

Begitu kembali, sambil senyum malu, mhs tersebut berujar,” Pak Jehunias, pak !”. 

“Oke, kalo gitu, nanti tip exx ya, yg sdh terlanjur kamu tuliskan, dan KRS mu sy setujui”.

Hahahaha….

Itulah sepenggal cerita nyata, bagaimana seorang mhs menyikapi lingkungan kampusnya. Untuk jenis mhs yg “cuek mati” begitu, jangankan ketua jurusannya, siapa nama2 pimpinan di tingkat fakultas, universitas mungkin tidak faham, kalau kebetulan jarang berurusan atau tidak ada urusan. Interaksi dg dosen PA, dan pimpinan hanya formalitas saat masa KRS. 

Agak wajar, kalau teman beda angkatan mungkin tak kenal. Yang keterlaluan adalah teman seangkatan mungkin bisa lupaa atau tidak tahu juga.🙂

Nah, denger2 di Tahun ajaran baru ini, 2016/2017 mhs yg diterima di prodi Fisika FST Undana, ada 160 mhs. Wooow…fantastis menurut ukuran akal sy. 

ITS saja, menerima kuota 106 dg distribusi 40,36,30 berturut utk SNMPTN (40%), SBMPTN dan PMK

karena sangat memungkinkan, dlm satu angkatan tidak saling kenal. 

Dan, bukan tidak mungkin kejadian seperti yg sy alami tadi, akan lebih banyak terjadi. Tidak kenal orang2 di dekatnya sendiri…

hahaiiiii….

alifis@corner

190816 : 11:31

Dipublikasi di as CIVITAS | Tag , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

​AYAH belajar dari ANAK

Di jalan, 6.55 saat kembali ke rumah abis antar kaka Ata ke SDN Angkasa Kompleks AU Eltari, Azka 4.5th, ” Yah, nanti sampe rumah adik ganti baju trus antar dulu ya, abis itu ayh pulang, baru mandi trus ke kampus “. “Gapapa dik, ayh mandinya cepaat kok, hanya 3 menit,” balasku. Batinku biar efisien, skalian antar adik, bisa tungguin sbentar, trus jam 8.30 ke kampus.
Sampai rumah, siapkan lain2, nah ternyata kebelet BAB, jadinya termakan hampir 8 menit, mau mandi sdh jam 7.16. Waah, adik bs terlambat ini. Masuknya jam 7.30. Lempar handuk, sambar jaket, ” Ayoo dik, siap brangkat, lets go !!!”.

Dijalan, 7.20 saat sedikit ngebut menuju SDIT Al Muttaqin Walikota, Azka,”kok gak jadi mandi yah?”. “Iya, biar adik ga terlambat”, sahutku, sambil membatin ucapan adik benar adanya, sambil nyanyi2 Allahumma arinal haqo2, membangun rumah dll kesukaan adik. 

Masih di jalan, 7.25 saat melewati bundaran PU, yg agak macet, Azka,” Yah, sampai sekolah, tinggal adik, ayh ke kampus, siangnya nanti adik dijemput sama ibu”. “Okee…adik !!!”, sahutku gembira.

Sampai rumah, aku ga langsung mandi, tapi menuliskan kesan pagiku ini, AYAH BELAJAR DARI ANAK. ANAK BISA LEBIH DEWASA DARI ORANG DEWASA.  Ilmu dan kebenaran bisa hadir dan disampaikan oleh siapapun, terutama anak sendiri. Terimakasih, adik Azka…:D

Selamat mandii, Ayook berangkat !!!

alifis@corner, 190816 : 8.10

Dipublikasi di Relief Kehidupan | Tag , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Pokemon Go : menuju pendekatan sosial, bagi Game Boy?

“Kids play inside their homes now, and a lot had forgotten about catching insect” (Tajiri, Pokemon Designer, 1999)


Kukayuh speda sambil pegang smartphone mi4i diikuti Ata, anakku dg sepedanya dibelakang. Pagi tadi, sambil bersepeda kami berdua asyik berburu Monster kecil, dg Pokemon Go disekeliling sawah dan pemukiman dekat rumah Erlangga, Pasuruan.

Percaya atau tidak, jarak tempuh sepeda kami cukup jauh, yg secara normal biasanya kami hanya 1-2 kilometer, pagi ini, bisa 10an lebih km. Berkeringat tentu, tapi nilai lebih lagi adalah jadi lebih mengenal lingkungan, bangunan2 publik, dan jalan2 yg selama ini tidak pernah dilewati. hehehe…

Apa sih menariknya? kok jutaan orang di seluruh belahan dunia begitu menggandrungi game ini, booming !!!  sampai menimbulkan pro kontra, sampai setingkat kementerian bahkan negara cawe2…? 
Mana sy tahu sebelumnya, 3 km dekat rumah ada SMP 7, yg didalamnya ada mushola megah? maklum mudikpun setahun sekali. Saat kami bergerak sesuai panduan GPS ke lokasi pokedot, ternyata yg tertuju adalah bangunan mushola di dalam sekolah tersebut. hehe…tentunya, kami tdk lanjut karena saat itu ramai anak2 sekolah sedang masuk gerbang, dan pak Satpam mengatur aktivitas kerumunan sepeda. Disini peran sy sbg ayah tuk memberi pemahaman etika di dalam mencapai tujuan.

Demikian, beralihlah kami ke lokasi yg lain. Yang unik, sekian banyak pokedot yg kami jumpai adalah mushola dan masjid. maklum lokasi2 publik yg banyak tersebar di perkampungan, dan Pasuruan identik dg seribu masjid/mushola…

Bagaimana Ortu menyikapi ?

Silahkan menganalisis sesuai kompetensi masing2, yg sampai tataran politik spiritualitas? Apakah bermain Pokemon berarti sy Yahudi? membocorkan rahasia negara, karena pemetaan real time? menjerumuskan anak dlm tindakan ekstrim?

Harusnya tidak membabi buta menyikapilah !!! apalagi kalau blm mencoba dan merasakan sendiri trus melarang / menjustifikasi ini itu, bgini bgitu pada anak. Mending, pd anak sendiri, bgaimana kalo share ke semua yg ditemui baik di lingkungan atau media sosial. Jadi bijak itu tidak susah !!! Kalau mau mencoba dan kira2 berkelana seperti apa yg dimau… akan lebih menarik, dibicarakan dg anak2.. ya nggak,😀

Ketika Satoshi Tajiri menciptakan Pokémon di 1996, dia ingin menangkao pengalamannya di masa kecil berlarian melintasi persawahan dan sungai di kotanya, untuk mengumpulkan serangga.  

Inilah yg Tajiri maksudkan dg kalimat diawa tulisan. Anak2 sekarang lebih banyak berdiam diri di kamar, duduk2 di rumah, tenggelam dengan gadgetnya. Jauh berkurang aktivitas fisiknya dibanding masa kecil sy dl. 

Fenomena ini, sangat umum dilihat dan dirasakan oleh orangtua. Sy sendiri, ada kekuatiran sbg ortu, anak2 sekarang kalau tidak kita fahamkan, akan memenjarakan ‘diri sendiri’ dalam imajinasi tanpa interaksi fisik. Kenapa ketika ada Augmented Reality seperti Pokemon, ortu yg membabi buta. 

Ini yg sy dan Ata, rasakan. Ada aspek petualangan, olahraga olah fisik, dan tentunya menambah wawasan lokal kedaerahan, serta keakraban ayah dan anak..hehe. Dan aneh, skaligus gembira, ketika anak2 pagi2 sdh ajak ayahnya, “yuuk keliling pagi, bersepeda yah..”. Atau si sulung, bolang antusias pd tantenya, “Aik ikut belanja ya..”, demi keluar rumah siapa tahu menjumpai monster di jalanan, haha…

Kata mereka, positif

Pokemon GO bukan sekadar permainan yang dimainkan di sofa atau kasur. Game ini membuat para penggunanya ke luar rumah, jalan, gunung, ataupun alam liar demi menangkap seekor Pokemon. 

Clinic Compare, lembaga kesehatan swasta di Inggris, meneliti fenomenaPokemon GO dan kaitannya dengan pengurangan berat badan. Hasil penelitian lembaga tersebut menyatakan menangkap 60 Pokemon setiap hari selama lima-enam hari bisa mengurangi berat badan sekitar 500 gram. 

Atau bisa juga menangkap seratus Pokemon dalam tiga-empat hari untuk dapat mengurangi berat badan dalam jumlah yang sama.
Anies Baswedan dlm Tempo.co (17/7/2016) berkomentar, “Permainan ini di satu sisi memberi kesempatan anak untuk bermain dan bergerak. Tapi, di sisi lain, jika pergerakannya tidak terkontrol, bisa membahayakan. Mirip dengan kebiasaan bermain layang-layang pada zamannya yang berakhir dengan mengejar layangan putus, yg lupa, tdk mmperhatikan jalanan, sepeda motor, ada kendaraan, akhirnya tertabrak”.

Meski tidak dilarang, Anies mengimbau para pelajar bisa mengatur waktu bermain. “Jadi intinya adalah permainan apa pun ada dosisnya. Intinya, atur waktu.” Selain itu, orang tua diharapkan berperan sebagai alarm untuk mengingatkan anak jika bermain berlebihan.

Tania Dobbs, ibunda Tom Currie sang pemburu pokemon, mengatakan, “Neneknya dan saya tidak mengerti permainan tapi saya ingat Tom sangat mencintai game di masa kecilnya. Saya senang dia keluar menikmati hidup dan melihat begitu banyak kawasan. Saya dukung dia 100 persen.”

Be POSTIVE… !!!

alifis@corner, 22 Juli 2016

link artikel latar :

https://overland.org.au/2016/07/pokemon-go-and-the-politics-of-digital-gaming-in-public/

Dipublikasi di aQ berPole-MIX | Tag , , , , , , , | 2 Komentar