IPOD khusus Dewasa !!


Ini Pembelajaran Orang Dewasa (iPOD) !!!
Oleh: Ali Warsito,S.Si.,M.Si
belajar
Pendidikan orang dewasa (andragogy)mempunyai pendekatan, ruang lingkup, tujuan maupun strategi yang berbeda dengan pendidikan untuk anak-anak(paedagogy). Unesco (1976), pendidikan orang dewasa adalah proses pendidikan yang diorganisasikan isinya, tingkatannya, dan metodenya secara formal maupun non formal untuk memenuhi kebutuhan yang melengkapi pendidikan di sekolah dalam rangka meningkatkan kemampuan, memperkaya pengetahuan, mendapatkan ketrampilan dan membawa perubahan sikap seseorang sebagai tenaga yang berpartisipasi aktif dalam pembangunan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar mahasiswa sebagai orang dewasa, yaitu:
(Paulina Pannen, Ida M Sdjati, 2005)
1. Kebebasan
Orang dewasa cenderung berkeinginan untuk menentukan apa yang ingin dipelajari, serta membandingkan dan menghubungkan pengetahuan baru dengan pengalaman belajar yang telah dimiliki. Proses belajar bersifat demokratis dan pendekatannya mengarah pada pemecahan masalah.
2. Tanggungjawab
Dalam hal kedewasaan, mahasiswa dan dosen sejajar. Karenanya mahasiswa cenderung ingin diperlakukan sebagai seseorang yang bertanggungjawab dan dapat dipercaya. Proses belajar adalah proses bertukar pendapat, bukan perintah. Pembinaan rasa tanggungjawab dapat dilakukan dalam kegiatan diskusi, tanya jawab, tugas mandiri, dan ketentuan waktu yang jelas (deadlines).
3. Pengambilan keputusan
Orang dewasa mampu mengambil keputusan sendiri berdasarkan sistem nilai dan pengetahuan yang dimiliki, dan dapat menentukan mana yang baik dan tidak baik untuk diri mereka. Dalam proses belajar mahasiswa tidak dapat dipaksa untuk menerima kebenaran-kebenaran dari luar. Peran dosen disini adalah fasilitator yang membantu mahasiswa dalam mengambil keputusan dan menyeleksi informasi yang diterima, terutama dalam hal-hal baru.
4. Pengarahan Diri Sendiri
Orang dewasa mampu mengarahkan diri sendiri (self directing), dan mempunyai pandangan sendiri (way of life). Dalam proses belajar mahasiswa mampu untuk berinisiatif dan berkreasi sendiri sesuai dengan pandangan yang dimiliki, namun bukan berarti tidak memerlukan orang lain. Interaksi antar mahasiswa dalam proses belajar cukup tinggi. Dosen dapat menyesuaikan program dan memilih metode yang tepat, misal diskusi kelompok, simulasi, atau studi kasus.
5. Psikologis
Asas humanistik penting dalam hal ini. Perlu ada kesan mahasiswa diterima sebagai orang dewasa yang mempunyai kebebasan berekspresi dan berkreasi, dan dihargai sebagai sahabat.
6. Fisik
Mahasiswa dewasa membutuhkan situasi belajar yang lebih bebas. Secara fisik membutuhkan tempat latihan yang tidak mengikat. Fasilitas diatur agar memberikan kenyamanan, menyenangkan, penempatan alat dan media pengajaran yang tepat. Kondisi fisik fasilitas juga dibarengi dengan rasio jumlah mahasiswa dan dosen yang baik.
7. Daya Ingat
Berkaitan dalam hal menangkap/menerima materi baru, mengingat pengalaman dan pengetahuan yang sudah didapat, menghadirkan kembali dan menghubungkan dengan yang baru. Yang lebih diperlukan mahasiswa adalah pengertian dan pemahaman terhadap materi, bukan sekedar menghafal.
8. Motivasi
Motivasi mengikuti pendidikan orang dewasa berbeda-beda, yaitu berorientasi pada: tujuan (goal oriented), kegiatan (social oriented), mempelajari ilmu itu sendiri (learning oriented)

Rambu-rambu Pembelajaran !!!
1. SKS (Sistem Kredit Semester)
Kurikulum S-1 mensyaratkan pencapaian sekitar 120 s/d 140 SKS, maksimal 14 semester.
2. SSN (Sistem Standar Nilai)
Terdapat dua pendekatan dalam penilaian hasil pembelajaran:
a. Penilaian Acuan Norma (PAN), penentuan nilai didasarkan pada tingkat penguasaan di kelompok itu. Nilai mengacu pada perolehan skor kelompok.
b. Penilaian Acuan Patokan (PAP), penentuan nilai didasarkan pada pencapaian tujuan pembelajaran, yaitu % penguasaan minimal dari tujuan pembelajaran.

Pedoman dan Strategi Belajar !!! meliputi:

~Persiapan Belajar [ Cara belajar efektif, Pengaturan jadwal belajar, Menetapkan tujuan/membuat jadwal, Mengatur stres, Motivasi belajar, Berpikir yang cerdik, Menghindarkan Keraguan, Berpikir Kritis, dll]
~Belajar [Belajar efektif, Konsentrasi, Menggunakan Daya Ingat secara Efektif, Sistim Belajar “M.U.R.D.E.R.” dll]
~Partisipasi kelas [Persiapan masuk kelas, Membuat Catatan Kuliah, dll]
~14 Saran Mempengaruhi Para Pengajar [Guided notes, Paying attention, Classroom discussions, etc] dan
~Belajar bersama [Bekerja dan Belajar Bersama, Mendengar Aktif, Studying in groups, dll]

dapat anda lihat pada taut web disamping. Tq.

(bahan pelengkap_PKKBMB Fakultas FST)

Tentang alifis

penyuka ilmu, baik yang remah2 atau terkuantisasi. penikmat hidup dalam aliran harmoni dan ketenangan.... penikmat tantangan dalam dinamisasi dan idealisasi....
Pos ini dipublikasikan di Remah2ilmu. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s