Pengantar Sistem Kontrol_02


Elemen Sistem Kontrol Temperatur
Berikut ini akan dijelaskan sistem kontrol yang lainnya yaitu sistem kontrol temperatur. Jika dioperasikan secara manual diperlihatkan dalam Gambar 3 berikut ini:
kont41

Gambar 3. Sistem kontrol temperatur secara manual

Ukuran Keselamatan (Safety), Stabilitas (Stability) dan Ketelitian (Accuracy)
Melihat dari operasi secara manual yang dapat mengontrol level air seperti dalam Gambar 1, pengontrolan secara manual dari temperatur adalah lebih sulit seperti yang diperlihatkan dalam Gambar 3.
Jika aliran dari air bervariasi, kondisi ini akan menyebabkan perubahan secara cepat dari jumlah panas yang tertahan dalam uap air. Operator merespon perubahan posisi dari klep uap masuk yang tidak dapat dilakukan secara cepat. Bahkan setelah klep tertutup, coil akan masih berisi sejumlah sisa uap air, yang akan berlanjut melepaskan panasnya melalui kondensasi.

Antisipasi perubahan
Pengalaman akan banyak membantu, tetapi secara umum operator tidak akan mampu mengantisipasi perubahan. Ia harus mengamati perubahan terlebih dahulu sebelum membuat suatu keputusan dan melakukan suatu tindakan.
Hal ini dan lain faktor, seperti hal yang tidak menyenangkan dan biaya seorang operator secara permanen untuk melakukan pengontrolan, potensi kesalahan operator, kebutuhan variasi proses, ketelitian, perubahan cepat dalam semua kondisi dan keterlibatan beberapa proses, semua mendorong kearah kebutuhan akan sistem kontrol secara otomatis.
Demi keselamatan, dipasang sebuah alarm yang dapat didengar, seperti yang diperlihatkan dalam Gambar 3 untuk memperingatkan adanya temperatur lebih. Ini merupakan alasan lainnya dalam sistem pengaturan otomatis.

Kontrol Otomatis
Suatu kondisi terkontrol (controlled condition) boleh jadi temperatur, tekanan, kelembaban, level, atau aliran. Hal ini mengartikan bahwa elemen pengukuran dapat berupa sensor temperatur, transduser tekanan atau tramitter, detektor level, sensor kelembaban atau sensor aliran. Variabel manipulasi dapat berupa uap air, air, udara, listrik, minyak atau gas, sedangkan perangkat terkontrol dapat berupa sebuah klep, damper (penghadang), pompa atau kipas angin.
Untuk kepentingan agar dapat menunjukkan prinsip dasar, penjelasan ini akan berkonsentrasi pada klep sebagai perangkat terkontrol dan temperatur sebagai kondisi terkontrol, dengan sensor temperatur sebagai elemen pengukur.

Komponen Sistem Kontrol Otomatis
Dalam Gambar 4 mengillustrasikan bagian dari komponen dasar dari sistem pengaturan otomatis. Sinyal dari sensor menuju ke kontroler. Kontroler, dimungkinkan dapat mengambil sinyal dari beberapa sensor, akan menentukan apakah suatu perubahan variabel manipulasi diperlukan berdasarkan dari sinyal tersebut. Hal itu akan memerintahkan aktuator untuk mengubah perbedaan posisi dari klep, terbuka penuh atau tertutup penuh tergantung dari kebutuhan.
kont5

Gambar 4. Komponen kontrol dalam sistem kontrol otomatis
Kontroler biasanya dapat diklasifikasikan berdasarkan sumber energi yang dipergunakan untuk menggerakkannya, bisa listrik, pneumatik (tekanan udara), hidrolik (tekanan cairan biasanya oli) atau mekanik.
Aktuator dapat berupa motor listrik. Aktuator juga dapat diklasifikasikan berdasarkan sumber energi yang dipergunakan untuk menggerakkannya, hal ini sama dengan kontroler. Klep digolongkan berdasarkan aksinya yang digunakan untuk membuat posisi buka atau tutup dari aliran, dan oleh konfigurasi bentuknya, sebagai contoh apakah terdiri dari spindel gelinding atau gerakan putar.
Secara keseluruhan dari sistem kontrol otomatis, kadang-kadang merupakan kombinasi dari beberapa komponen kontrol dengan klasifikasi yang berbeda, misalnya gabungan antara hidrolik, elektrik dan mekanik. Dalam gambar 5 diperlihatkan gabungan beberapa komponen dan elemen kontrol untuk membentuk sistem kontrol proses secara otomatis.
kont6

Gambar 5. Secara tipikal: Gabungan perangkat kontrol dengan elemen-elemen sistem {sumber B Siswoyo,Unibraw}

Tentang alifis

penyuka ilmu, baik yang remah2 atau terkuantisasi. penikmat hidup dalam aliran harmoni dan ketenangan.... penikmat tantangan dalam dinamisasi dan idealisasi....
Pos ini dipublikasikan di Fisika Instrumentasi. Tandai permalink.

2 Balasan ke Pengantar Sistem Kontrol_02

  1. ikh berkata:

    ditambahkan artikel entropi donk!!

  2. Husna Azizah berkata:

    terima kasih …………jadi tambah pengetahuan……… nih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s