Otak: Pusat Kontrol yang Canggih !!


Otak Manusia sebagai Pusat Kontrol
otak1
Otak manusia memiliki sistem yang mampu menjalankan sejumlah tugas sekaligus pada saat bersamaan. Misalnya, dengan struktur otaknya yang sempurna, seseorang yang sedang mengendarai mobil dapat sekaligus menyetel radio mobilnya dan membelokkan setir dengan mudah. Walaupun sedang melakukan beragam hal secara bersamaan, dia tidak menabrak mobil atau orang lain. Selain itu, dia dapat mengoperasikan pedal gas dengan kakinya. Dia dapat memahami berita yang didengarnya dari radio. Dia dapat menyambung kembali pembicaraannya dari tempat percakapan itu terhenti. Dan, yang terpenting, dia dapat mengarahkan semua hal ini secara sempurna, pada waktu yang bersamaan. Singkatnya, dengan bantuan kemampuan luar biasa otak, seseorang dapat menangani berbagai pekerjaan sekaligus. Kemampuan ini kalau di dunai komputer diadopsi menjadi multitasking, paralel processing, dll. Keselarasan ini dimungkinkan terjadi oleh adanya sambungan antar sel saraf di dalam otak.
Insight magazine menuliskan, Jutaan, bahkan miliaran rangsangan yang sampai ke otak dari dunia luar diterima dan diuraikan di dalam otak dengan serasi, lalu diperiksa dan dinilai. Otak lalu memberi tanggapan yang diperlukan kepada setiap sumber rangsangan. Operasi sistem yang rumit ini terus berfungsi dalam kehidupan seseorang tanpa henti. Keberadaan semua proses inilah yang menjadikan kita mampu melihat, mendengar, serta merasakan; dan kehidupan kita pun terus berlangsung.
otak_co
Salah satu unsur terpenting penyusun sistem sempurna di dalam otak adalah sel-sel saraf, yang berjumlah hampir mendekati angka 10 miliar. Sel-sel saraf otak, tidak seperti sel-sel lainnya, mengirimkan dan mengolah informasi dengan cara membangkitkan dan mengalirkan aliran listrik lemah.
Apakah yang menyebabkan terjadinya hubungan di antara sel-sel dan menghasilkan keselarasan di dalam otak? Jawabannya terletak pada struktur istimewa sel saraf. Sekitar 10 miliar sel di dalam otak memiliki sekitar 120 triliun sambungan. Dan 120 triliun sambungan ini benar-benar berada di posisi yang tepat. Bila terdapat kesalahan pada salah satu saja dari sambungan ini, akibatnya akan sangat berat. Seseorang yang mengalami hal ini takkan mungkin menjalankan kehidupannya dengan baik. Namun hal seperti ini tidak terjadi, dan manusia sehat menjalani kehidupannya secara normal. Ia menjalani kehidupan dengan sebaik-sebaiknya sementara triliunan proses ajaib yang tidak disadarinya sedang berlangsung di dalam otaknya.

Kecerdasan & Stimulus
Neno Warisman dalam Matahari Odi Bersinar karena Maghfi menuliskan, Keajaiban otak terdeteksi lebih dahsyat lagi bila dilihat pada level interneuron/glial ( tingkat sel yang lebih kecil dari neuron) yang mengadakan koneksi persambungan hingga mencapai sepuluh kali lipat sambungan neuron, yang berarti seribu miliar glial, dan menjadi bekal kecerdasan. Stimulus yang tidak positif pada interkoneksi tersebut bisa memutus sambungan-sambungan tersebut dan bahkan mungkin layu sebelum berkembang. sehingga dalam dunia anak yang tidak mendapat perhatian dan kasih sayang diinterpretasi sedikitnya sambungan-sambungan tersebut dan dalam kehidupannya dilabeli ‘nakal’, ‘bodoh’, ‘pas-pasan’, dll.

Tiruan??
robo1
Manusia telah berusaha meniru dengan menciptakan otak yang berupa chip termasuk juga sistem-sistem di dalam tubuh manusia, berupa robot yang tersusun atas hardware dan software dan dengan perilaku yang diadaptasi dari manusia, tetapi tak ayal tidak ada kesempurnaan yang bisa dilakukan.

Otak Einstein
Anda ingat Einstein yang dikatakan memiliki otak yang brillian?
Seperti dikutip Koran Tempo dari Reuters baru-baru ini, Einstein ternyata memiliki otak dengan materi abu-abu yang berbeda dibanding orang kebanyakan. Untuk mencari keanehan pada otak Einstein, sekaligus untuk menyelidiki apakah otak jenius memperlihatkan ciri khusus, Dr Dahlia W Zaidel, pakar di University of California, Los Angeles, memeriksa dua preparat otak Einstein yang dibuat segera sesudah meninggal pada 1955, pada usia 76 tahun. Preparat itu berisi contoh jaringan hippocampus otak. Hippocampus adalah bagian otak yang bertanggung jawab dalam mengingat dan belajar bahasa.

Zaidel membandingkan kedua preparat itu dengan preparat sejenis dari 10 individu dengan kecerdasan biasa, yang meninggal pada usia antara 22-84 tahun. Zaidel menemukan, seluruh sel syaraf di sisi kiri hippocampus Einstein lebih besar dibanding sebelah kanan. Sementara itu, pada otak dengan kecerdasan biasa, keduanya sama besar dan berukuran lebih kecil. Zaidel mengatakan, ini menjadi tanda pembeda yang nyata antara otak Einstein dengan yang kecerdasannya biasa-biasa saja. Gambar berikut ini adalah foto dari otak Einstein yang diambil tahun 1955.
200px-Otak_Einstein
Neuron yang lebih besar di kiri hippocampus, menurut Zaidel, membuat otak kiri Einstein memiliki koneksi sel syaraf yang lebih kuat dibanding bagian kanan, khususnya antara hippocampus dengan bagian lain di otak, yang disebut neokortek. Neokortek adalah wilayah di mana detail, logika, analisa, dan pikiran inovatif bertempat tinggal.

Namun Zaidel tak mengetahui, apakah bagian itu sudah tak simetris sejak Einstein dalam kandungan ataukah diperolehnya ketika lahir, selama fase perkembangan, atau justru sebuah abnormalitas. “Juga,” Zaidel mengungkapkan, “Saya belum tahu bagaimana ketaksimetrisan ini berhubungan dengan kejeniusannya.”

Jika pun benar berhubungan, kelihatannya cara otak Einstein menjadi jenius melibatkan banyak bagian lain. Paling tidak, ada bukti bahwa otak Einstein memang memiliki beberapa kelainan. Kelainan itu, misalnya, seperti yang ditemukan periset McMaster University, Hamilton, Ontario, pada Juni 1999. Mereka menemukan bagian otak Einstein yang berhubungan dengan logika matematik, parietal inferior, lebih luas 15 persen pada kedua hemisfer otaknya. Mereka menemukannya sesudah membandingkan otak itu dengan 90 otak normal yang disimpan di McMaster.

Apapun itu,
Struktur yang bekerja secara mandiri di dalam otak ini, sebagaimana halnya sistem-sistem lain di dalam tubuh manusia, memiliki rancangan sempurna di setiap tahapannya. Kenyataan bahwa otak dapat menjalankan berjuta fungsinya tanpa kesalahan atau kerancuan menjadi bukti bahwa Allah, Pemilik Ilmu tak terbatas, telah menciptakannya beserta semua cirinya yang istimewa.

Tentang alifis

penyuka ilmu, baik yang remah2 atau terkuantisasi. penikmat hidup dalam aliran harmoni dan ketenangan.... penikmat tantangan dalam dinamisasi dan idealisasi....
Pos ini dipublikasikan di Sains Alam Semesta. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Otak: Pusat Kontrol yang Canggih !!

  1. Elvi Zuliani berkata:

    Assalamualaikum Mas Alifis, maaf saya terus berkunjung ya karena saya dah boat blog mas untuk dilink tapi saya masih ingin bisa menggali lagi lebih banyak ilmu, kalau diizinkan nantinya saya ingin buat artikel yang saya modifikasi dengan hasil lainnya di blog saya, tanks saya menerima banyak manfaat dari blog mas

          

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s