Celoteh2 lagi angka Unik: Fibonacci


fibonacciHai, sekali lagi ini masih tulisan tentang angka unik. hari kemarin yang memiliki konfigurasi 090909 ternyata membawa banyak harapan, keinginan berkenaan langkah hidup baru…
di Tran7 diberitakan, seorang ibu tega menarik sendiri bayi-nya yang masih belum saatnya lahir untuk sesegera mungkin keluar dari rahim pada 090909, dan tali pusarnya digunting pake gunting yang tidak steril. Masya Allah… syukur tidak apa-apa, bagaimana kalau terjadi trauma fisik, misalnya kepalanya nyangkut atau begitu keluar ee sudah berkumis, hihihi… maaf becanda🙂 .
Oya, aq juga sempatkan menghadiri moment special di hari kemarin untuk pk Rudizon, yang melangsungkan pernikahan di 090909, istimewanya ini benar-benar angka yang sangat berarti, karena pak Rudizon berumur 36 th, kalau dijumlahkan (3+6)=9, dan ibu Lenny berumur 27 th, dijumlahkan (2+7)=9. Wouoww…Selamat ya Pak, Salam Happy Family…

Pada abad 12, Fibonacci menemukan susunan angka yang konon selalu mengingatkan makhluk hidup akan keberadaan Tuhan. Ia juga yang telah memperkenalkan sistem angka pada tradisi Hindhu. Begitu dasyatnya kekuatan angka ini sampai ia dijuluki angka ajaib hingga angka emas. Lalu berapa dan bagaimana susunan angka Fibonacci itu? Deret angka Fibonacci, memuat angka yang merupakan hasil penjumlahan dari dua angka sebelumnya. Angka Fibonacci: 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, 233, 377, 610, 987, 1597, 2584,
Apanya yang menarik ?

Jika Anda membagi satu angka dalam deret tersebut dengan angka sebelumnya, akan Anda dapatkan sebuah angka hasil pembagian yang besarnya sangat mendekati satu sama lain. Dan nyatanya, angka ini bernilai tetap setelah angka ke-13 dalam deret tersebut. Angka ini dikenal sebagai golden ratio atau “rasio emas”.
Golden Ratio (Rasio Emas) = 1,618
233/144 = 1,618
377/233 = 1,618
610/377 = 1,618
987/610 = 1,618
1597/987 = 1,618
2584/1597 = 1,618
Lihat tulisan Rahasia Alam, Keajaiban Deret Fibonacci, atau Rumus Keindahan yang diciptakan di Alam, qt mungkin berusaha berfikir dan berusaha memahami tubuh manusia, mikroorganisme, bahkan fenomena fisika mengikuti pola Fibonacci.
Bukti-bukti keberadaan rasio emas yang dikemukakan, antara lain:
(1)Perbandingan anggota tubuh kita selalu sesuai dengan rasio emas ini. Coba anda buktikan sendiri; Jarak antara pergelangan tangan dan siku : jarak antara ujung jari dan siku, panjang kepala :jarak antara garis bahu dan unjung atas kepala, jarak antara garis bahu dan ujung atas kepala : jarak antara pusar dan ujung atas kepala, jari-jemari manusia memiliki tiga ruas. Perbandingan ukuran panjang dari dua ruas pertama terhadap ukuran panjang keseluruhan jari tersebut menghasilkan rasio emas (kecuali ibu jari). Juga dapat diihat bahwa perbandingan ukuran panjang jari tengah terhadap jari kelingking merupakan rasio emas pula. Lebar wajah: panjang wajah, panjang hidung:jarak antara bibir dan titik di mana kedua alis mata bertemu , dst… Dasyat kan? Konon Leonardo Da Vinci menggunakan rasio emas ini untuk mengukur besar Monalisa yang akan ia lukis.
(2)Spiral yang didasarkan pada rasio emas memiliki rancangan paling tak tertandingi yang dapat anda temukan di alam. Sejumlah contoh pertama yang dapat kita berikan adalah susunan spiral pada bunga matahari dan buah cemara. Panjang garis spiral cangkang laut paling depan : berikutnya juga membetuk rasio emas ini. Ada lagi contoh yang merupakan penciptaan tanpa cela oleh-Nya dan bagaimana Dia menciptakan segala sesuatu dengan ukuran: proses pertumbuhan banyak makhluk hidup berlangsung pula dalam bentuk spiral logaritmik. Bentuk-bentuk lengkung spiral ini senantiasa sama dan bentuk dasarnya tidak pernah berubah berapapun ukurannya. Anda bisa cek ukurannya pada daun, tangkai, serangga
(3) DNA tersusun atas dua rantai heliks tegaklurus yang saling berjalinan. Panjang lengkungan pada setiap rantai heliks ini adalah 34 angstroms dan lebarnya 21 angstroms. (1 angstrom adalah seperseratus juta sentimeter.) 21 dan 34 adalah dua angka Fibonacci berurutan.

Tapi kalau diurut-urut, kata orang bukan Fibonacci yang paling awal menemukan rasio emas ini, Nih lihat komentar salah seorangnya:
walah, fibonacci maneh…barusan aku terbebas dari fibonacci. sekarang malah ada yang ngangkat lagi…sebenarnya pola irisan emas itu g terlalu hebat amat.
Dulu, waktu aku masih keranjingan ma irisan emas dan ingin mengaplikasikannya lewat desain, aku mpe nyari buku aplikatif tentang pola irisan emas pada setiap desain (baik desain alam maupun manusia). Stelah nemu, buku itu malah membuatku semakin skeptis…masak semua hal di irisan emaskan..agak maksa. Pdahal perbandingan nol koma yang dihilangkan itu justru menjadi penting sebab irisan emas itu tak pernah benar-benar presisi…itu yang coba disembunyikan oleh Phytagoras, dan penerusnya (termasuk fibonacchi, tapi fibonacchi dah lumyan…dah memakai angka 0, tapi beberapa tulisan tentang fibonacchi mengatakan ia tak mengakui angka nol)

Phytagoras termasuk orang yang mendewakan irisan emas, (ingat tetrahedrom phytagoras?)fibonacci mah cuman aplikatif dari konsep si phytagoras. Baca book of Phytagoras, tar bakal lebih tercengang…ia bakal bisa memeprkirakan diameter dan jarak alam semsta dengan irisan emas itu…

Nah, ilmiah nggak? orang ilmiah tidak akan serta merta bilang ilmiah kalau belum dibuktikan secara empiris, atau mudahnya dihitung2 dan diukur2 sendiri, deh. Kalo sudah mencoba beritahu aq ya, kasih komentarnya, soalnya aq juga belum ukur…hehe, maaf.

Tentang alifis

penyuka ilmu, baik yang remah2 atau terkuantisasi. penikmat hidup dalam aliran harmoni dan ketenangan.... penikmat tantangan dalam dinamisasi dan idealisasi....
Pos ini dipublikasikan di Remah2ilmu. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s