TOP di Negeri Orang !!!


Sudah tidak bisa disangkal lagi, mutu pendidikan di Indonesia banyak dikeluhkan berbagai kalangan. Dari tahun ke tahun selalu fasilitas sarana dan pendanaan yang menjadi faktor kendala utama. Dan, ini tentu saja berakibat mutu lulusannya dipertanyakan. Kita mungkin sudah ketinggalan jauh di tingkat regional Asia Tenggara, terutama dari negara Singapura atau Malaysia.

Di tengah keterpurukan soal mutu dunia pendidikan kita, ternyata tidaklah sama dengan tingkat intelegensi manusia Indonesianya. Sejumlah orang Indonesia ternyata banyak yang berotak encer. Mereka bekerja di luar negeri seperti di Eropa, Amerika dan Jepang. Bahkan berhasil menduduki posisi penting.
__________________________________________________________
Beberapa ilmuwan Indonesia yang mengembangkan karir dan mengukir prestasi di pentas Internasional, profilnya dapat dibaca di i4.
Mereka diantaranya adalah :
Nelson Tansu, Ph.D, Profesor termuda pada umur 25 tahun di Lehigh University, Amerika;
Dr. Etin Anwar, Associate professor mengajar di Hobart and William Smith College, Amerika;
Dr. Oki Gunawan, peneliti di IBM, Amerika;
Prof. Dr. Yow Pin Lim, pendiri dan Chief Scientific Officer Pro Thera Biologics, Amerika.

Dari Jepang, ada Prof. Dr. Ken Soetanto, wakil dekan di Waseda University , pemilik empat gelar doktor ( Dr.med. Dr.eng, Dr.pharm, Dr.edu ) dari bidang yang berbeda.
Dr. Khoirul Anwar, Associate Professor di JAIST Jepang.
Dr. Mohammad Reza peneliti utama bidang energi dan project manager di pusat riset bidang power system di ABB, Swedia;

Dr. Jhony Setiawan, peneliti di Institut Max Planck untuk Astronomi, Jerman;
Dr. Priyambudi Sulistyono, Associate Professor di Flinders University dan peneliti dalam bidang politik di Australia

Selain itu ada, Dr. Ugi Suharto, Associate Professor di University College of Bahrain;
Rizal Hariadi, Ph.D Candidate dari California Institute of Technology, mendapatkan penghargaan khusus di bidang fisika dari masyarakat keilmuwan di Amerika Serikat;
Dr. Riza Muhida, Assistant Professor di International Islamic University Malaysia;
Dr.Andreas Raharso, Kepala Riset Global di Hay Group ,Singapura ;
dan
Dr. Ing. Suhendra, Peneliti di BAM Berlin, German.
__________________________________________________________
Suhendra misalnya. Pria kelahiran Jakarta, 17 November 1975 itu, saat ini bekerja pada Badan Peneliti Jerman, BAM di Berlin. Alumnus Universitas Diponegoro Semarang itu berhasil bekerja sebagai peneliti di Jerman setelah meraih gelar doktor di sebuah univeritas teknik di Jerman. Uniknya, Suhendra yang ahli di bidang metal eksplosif itu membiayai kuliahnya dengan bekerja serabutan dan mengumpulkan botol bekas.

Jabatan yang diraih Andreas Raharso mungkin membuat kita berdecak kagum. Pria berusia 44 tahun itu saat ini menduduki pimpinan atau CEO pada sebuah lembaga riset global Hay Group yang berkantor di Singapura. Hay Group sendiri mempunyai jaringan di hampir belahan dunia dan berkantor pusat di Amerika. Klien dari Hay Group ini kebanyakan adalah para pimpinan dunia seperti Amerika serikat, Perancis dan Inggris. Jabatan yang diraih Andreas Raharso cukup fenomenal, karena merupakan satu-satunya orang Asia yang berhasil menduduki posisi puncak. Selama ini jabatan itu didominasi warga Amerika dan Eropa.

Satu lagi orang Indonesia yang berhasil menduduki posisi penting adalah Profesor Yow Pin Liem. Pria 49 tahun asal Cirebon, Jawa Barat itu adalah pimpinan dan pendiri sebuah perusahaan riset Pro Thera Biologisc di Rhode Island, Amerika Serikat. Di tempat riset Prof Yow ini sudah banyak berkontribusi melakukan penelitian terutama masalah pemahaman seputar molekul kanker dan anthrax.

Barangkali gelar akademis yang diraih Kent Sutanto ini tentulah langka. Pria kelahiran Surabaya 1951 silam itu meraih gelar doktor di Jepang. Tidak tanggung-tanggung gelar doktor yang diraih Kent di negeri sakura itu sebanyak empat gelar dari universitas yang bebeda. Saat ini Kent Sutanto mengajar di Universitas Waseda, kampus almamaternya. Selain itu Kent Sutanto juga sebagai dosen tamu di Universitas Venesia, Italia. Karena otaknya yang cemerlang, pria asal Surabaya yang sudah 35 tahun tinggal di Jepang itu mendapat kepercayaan pemerintah setempat duduk di MITI, semacam Departemen dan Perindustrian Jepang.

Menilik prestasi dan kegigihan orang-orang Indonesia ini memang tidak kalah bahkan setara dengan ilmuwan dunia. Walau kondisi pendidikan di tanah air dirasa masih belum kondusif mereka mampu menembus ruang dan waktu berkiprah cemerlang di tingkat internasional. Mereka mengaku masih betah mengabdi di mancanegara. Mereka belum berniat untuk berkiprah di tanah air, karena mereka trauma ilmu yang mereka raih dengan susah payah itu tidak mendapatkan penghargaan yang selayaknya. ( sumber: kick Andy )

Tentang alifis

penyuka ilmu, baik yang remah2 atau terkuantisasi. penikmat hidup dalam aliran harmoni dan ketenangan.... penikmat tantangan dalam dinamisasi dan idealisasi....
Pos ini dipublikasikan di Relief Kehidupan, Sosok & Profile dan tag , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke TOP di Negeri Orang !!!

  1. ahmad berkata:

    amiiiieeen, ternyata indonesia mempunyai orng2 yg briliant, tdk seperti yg kita lihat..

  2. alifis berkata:

    Yang jelas belum seperti Pantur Silaban, hehe..

  3. Martua Silaban berkata:

    Mas Alie, Makasih atas kunjungannya ke blog sy “Dreams come True”. Jgn sungkan2 berkunjung dilain waktu.Btw Tulisan2 dibloknya sangat scient,seperti penulisnya seorang scientist

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s