Sony dalam Runyamnya Identifikasi Digital


Kasus menarik sekaligus ‘unik’ di dunia internet kadang-kadang ‘membuat geleng-geleng kepala’, dan ternyata pangkalnya dari satu kata sensitif ‘NAMA’. Diberitakan sebelumnya, Sony Corporation Japan melayangkan somasi terhadap situs Sony-ak.com karena dinilai memiliki kesamaan visual dengan nama domain Sony Corp. Nah khan, sama di ‘Sony’nya plus kesamaan visual tulisannya kali ya…

Kalau William Shakespeare bilang ‘apa arti sebuah nama’, maka somasi Sony Corp kepada Sony-AK.com jelas-jelas menggambarkan arti pentingnya sebuah nama. Nama adalah sebuah eksistensi, wujud sebuah ‘jati diri’ dimana tidak ada seseorang memiliki jati diri yang sama persis dengan orang lain. Itulah yang dimaknai oleh kedua belah pihak sehingga tidak mungkin untuk menyerah dan mengalah. Eksistensi, bung !!!

Tidak peduli, apakah Orangtuanya Sony Arianto Kurniawan memberi nama pada putranya dulu terinspirasi keberhasilan ‘Sony Corp’ sebagai perusahaan penemu? atau dulunya menjadi penggemar televisi atau radio merek Sony? Tak peduli !! Ketika identitas sebagai tanda kelahiran seseorang di dunia sudah dilekatkan dengan nama ‘Sony’ maka manusia itu memiliki otoritas penuh untuk menjunjung tinggi ‘eksistensi’ dan kehormatannya.

Sehingga wajar ketika di dunia ini ditemukan nama identitas yang sama seperti kasus ‘Sony’, bahkan mungkin ada jutaan nama orang yang menggunakan nama itu. Masalahnya adalah ketika eksistensi itu di deklarasikan di dunia digital yang identifikasinya tidak mengizinkan sama sekali untuk ‘sama’. Boleh sama tapi harus di ‘dunia lain’, misalnya misalnya aku.com dengan aku.id. Repotnya, bahkan ini kadang-kadang membuat tertawa, hehehe… identifikasi namaku pemberian orangtua ‘ali warsito’ ternyata di dunia digital ini ada yang memiliki juga, untungnya hanya 3. 2 Orang lain itu adalah Ali Warsito, anggota DPD Jogjakarta – seorang ustadz dan pensiunan guru (hmmm…baik khan) dan seorang lagi adalah Ali Warsito, yang diidentifikasi sebagai facebooker keturunan cina, putih dan bermata sipit (berlainan dengan aku yang coklat, tapi bermata sipit juga, karena minus tebal,hehehe…).

Saya punya rekan dikampus, yang minggu lalu baru berminat buat account email, namanya Abdul Wahid. hehehe….mungkin namanya begitu ‘pasaran’ sehingga sekian kombinasi namanya selalu ditolak,hahaha…dan karena bosan, akhirnya inisial istrinya+namanya baru goal. yah, identitasnya sudah terpancung khan. Yang seharusnya menjadi mudah kok jadi menyulitkan, katanya… Itulah dunia dengan keterbatasannya.

Kembali ke somasi ‘Sony’ atas ‘Sony’. Sony-AK content-nya sama sekali tidak berkaitan ataupun berafiliasi dengan Sony Corp, sehingga tidak beralasan kalau menuntut untuk menutup blognya Sony yang sudah dibangunnya selama 6-7 tahun. Herannya, kenapa tidak dulu-dulu dipermasalahkan ketika blog ini meraih beberapa penghargaan seperti website terbaik pada 2004, 2005, dan 2006 versi PC Magazine Indonesia untuk kategori edukasi. Dengan kedekatannya Sony AK dan blognya, ibaratnya seperti belahan jiwa, tidak mungkin tiba-tiba mau diminta menutupnya untuk tidak eksis lagi walau dikompensasi uang melimpah.

Masalah visualisasi masih bisa diperdebatkan, tidak sekedar menuduh menjiplak. Kasus ini jelas berbeda sekali dengan kasus Gojje yang artinya ‘saudara perempuan’ dari Google, yang masih terus berseteru. Ada-ada saja…

Untuk Sony Arianto Kurniawan, jangan menyerah !!!

Tentang alifis

penyuka ilmu, baik yang remah2 atau terkuantisasi. penikmat hidup dalam aliran harmoni dan ketenangan.... penikmat tantangan dalam dinamisasi dan idealisasi....
Pos ini dipublikasikan di aQ berPole-MIX dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s