Standardisasi yang Sulit Terwujud?


Di hari-hari akhir minggu ini aq mendengar dengan frekuensi cukup tinggi ( cukup sekedar mendengar?) tentang 2 Standardisasi (Standarisasi? Tulisan mana yang betul? )yang ada di Republik ini. Yang pertama, adalah tentang Standar Nasional Indonesia(SNI) dan yang kedua, adalah Standar Nilai Minimum UN. Kedua-duanya sepertinya semakin menunjukkan ke’tidak-beres’an sebagai produk kebijakan yang seharusnya menjadi ‘stimulasi’ kemajuan anak bangsa malah sebaliknya menciptakan kontraproduksi dan mendapatkan ‘pembangkangan’ nyata.

Pembangkangan disini jangan diartikan secara tekstual seperti tindakan melawan walaupun memang jelas-jelas sudah ada gugatan nyata, dan pengadilan menyatakan penggugat UN ‘menang’, tetapi bagi masyarakat stakeholder responnya lebih pada tindakan ‘acuh’, ‘tidak peduli’ , ‘sinis’ dan ‘mencibir’ bahkan mungkin? adanya tindakan sistematis untuk tidak melaksanakan proses UN secara jujur.

Pada bagian pertama ini, aq akan singgung dulu SNI. Pada artikel lanjutan di bagian kedua, akan aq sentil tentang UN yang besok akan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, untuk tingkat SMU. Tulisan yang aq buat sekedar uneg-uneg yang belum tentu komprehensif dalam menilai dari berbagai sudut pandang. Silahkan membaca bagi yang bisa bersabar. tq.

Tentang alifis

penyuka ilmu, baik yang remah2 atau terkuantisasi. penikmat hidup dalam aliran harmoni dan ketenangan.... penikmat tantangan dalam dinamisasi dan idealisasi....
Pos ini dipublikasikan di aQ berPole-MIX dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s