Kang Farid dalam ‘Persembunyian di Keramaian’


Kado untuk Kang Farid (1)

Aq tuliskan coretan ini, sekedar mengingat ‘sesosok’ teman dari wuyung yang begitu ‘luar biasa’, kang Farid. Pas, tanggal 1 Agustus 2010 Kang Farid insya Allah melangsungkan Akad Nikah.Tulisan ini anggaplah sebagai ‘kado’ Nikahnya Kang Farid. Terima ya Kang !🙂 . Sebagaimana sebuah kado, yang diharapkan tentu yang baik-baik, tapi bagi pemberi kado kalo ada yang tidak berkenan, mohon dimaafkan.

Aq lebih sreg menyapa kang Farid – walau lebih tua aq 4 bulan- karena temanq yang satu ini menurutq ‘lebih matang’ dibanding aq. Aq yang kelihatan lebih diam tapi pencilakan ‘gak karuan’ dengan jujur menghormati kang Farid, yang kelihatannya pencilakan tapi lebih banyak ‘diam’. Coba fahami ungkapan diamnya di ‘Persembunyian di Keramaian’ (http://wuyung.blogspot.com/), niscaya Anda mahfum adanya. ‘Apa’nya mengungkapkan kedalaman sebuah introspeksi, ‘belajar’nya menyuguhkan memori sang ‘ayah’, atau baca di ‘selalu’nya: setiap sesuatu selalu ada waktunya, dan kita hanya menunggu giliran( ktf, di kamar). Dan silahkan cermati ‘diam’nya pada sekian banyak tulisannya di ‘wuyung’. Sayangnya agak lama tidak nulis lagi ya, terhitung mulai nulis sejak juli 2005, terakhir nulis juga pas juli 2010. Apa di pas-paskan ini Kang?

Yang paling kuingat dari sekian banyak komentar2nya di dinding adalah “ lebih mudah ambil PhD daripada Nikah”, hehe… itulah yang membuatku salut, karena PhD bagiku baru tertulis dalam ‘angan’, sementara kang Farid sudah pencilakan dan keluyuran di Saitama jepang, dan menjadi dosen tamu di UTM Malaysia. Lah aq keluyurannya hanya di Kalabahi, Sikka, Atambua, Rote, Waikabubak, Waingapu dan pulau2 kecil NTT.

Yang jelas, 3 hari lagi Kang Farid insya Allah sudah berstatus ‘Menikah’ tidak lagi bertunangan seperti di FB, sehingga semakin lengkap sudah perjalanan ‘hidup’nya. Sebuah perjalanan yang semakin ‘indah’ ke depan, dan mungkin sekali-kali mengingat ‘perjalanan dari belakang’ (http://dolinae.blogspot.com/ ). Tidak lagi mengalami ‘masak’ mie instan yang beraroma ‘trasi’ hingga rasanya mau muntah, Hehe…

Aq do’akan, Semoga menjadi ‘pemenang Kehidupan’; tetap sejuk di tempat yang panas, tetap manis ti tempat yang begitu pahit dan selalu tetap merasa kecilmeskipun telah menjadi besar, dan yang tetap tenang di tengah badai yang paling hebat, serta tetap mengandalkan Allah dalam sgala perkara. Amin.

Kalau ada penerbit yang tahu ‘wuyung’ dan ‘dolinae’, mungkin banyak orang yang suka bukunya dan membelinya, termasuk saya. Nggak ding, karena sudah bisa baca di blog,🙂 .

Tunggu kado ke (2) dan ke (3) di jum’at dan sabtu, menuju di hari Ahad, hari ‘Akad Nikah’nya ya kang Farid. Puasa dulu 3 hari menuju hari ‘pendadaran’, hehe…

Tentang alifis

penyuka ilmu, baik yang remah2 atau terkuantisasi. penikmat hidup dalam aliran harmoni dan ketenangan.... penikmat tantangan dalam dinamisasi dan idealisasi....
Pos ini dipublikasikan di Relief Kehidupan dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s