Hitam adalah Putih, Putih adalah Hitam


alam semesta (Nasa)

Alam semesta akan terus meluas. Demikian kesimpulan dari para ilmuwan NASA untuk sebuah penelitian baru pada salah satu teka-teki terbesar astronomi, yaitu ‘energi kegelapan’.Teleskop Hubble NASA digunakan untuk meneliti sumber energi yang mampu mendorong seluruh isi alam semesta ini untuk terus meluas. Demikian seperti yang dikutip dari Telegraph, Jumat (20/8/2010) -silahkan baca di kekuatan energi kegelapan di alam semesta oleh techno okezone).

Apa komentar anda? pasti sangat beragam karena khasanahnya bisa didiskusikan dari berbagai aspek. Tapi ada yang menarik bagi-q, yaitu istilah ‘energi kegelapan’.

Dalam publikasi multimedia, kita -sampai kini – masih saja belum bisa lepas dari kisah-kisah perseteruan antara yang ‘putih’ dan yang ‘hitam’, yang ‘terang’ dan yang ‘gelap’, yang ‘baik’ dan yang ‘buruk’ !. Cara kita memetakan sesuatu seperti itu, pada dasarnya adalah produk peristiwa yang secara ‘politik’ dilestarikan dalam ingatan. Lantas adakah perbedaan substansial yang bisa memberi kita rasa percaya untuk lebih memilih salah satu dari kedua pilihan tersebut?
Bukankah George Bush maupun Saddam Hussein, keduanya bermusuhan mengatasnamakan kebenaran dan Tuhan untuk saling membinasakan?

Di Dunia ini, ternyata kebenaran atau derivasinya ternyata bukanlah sebuah jimat yang padat dan tunggal, melainkan demikian cair berlelehan, meleleh disana-sini. Kepada siapa akhirnya kebenaran berpihak?

Kalau ada yang menawari urusan dunia dengan mengatakan ini 100% adalah kebaikan, jangan percaya !. karena kebaikan selalu membangun dan mengadakan yang buruk. Relasi tipuannya: bukan kebaikan yang datang untuk meniadakan kejahatan, melainkan kejahatan dengan sengaja diciptakan agar (produk) kebaikan bisa laku sebagai pemenang.

Energi Kegelapan
Kembali ke cuplikan berita di atas, ‘Energi kegelapan’ yang dimaksud diatas adalah sebuah entitas yang belum difahami. Bukan seperti gerakan paganisme -dalam buku pembunuhan yang selalu gagal – yang memerangi kebaikan dengan semboyan,”kill the Good…kill the good!”. Kita cenderung selalu mengatakan sesuatu yang tidak atau belum difahami sebagai dunia yang ‘gelap’, karena yang ‘terang’ adalah yang bisa di-rasionalisasi-kan dalam otak dan logikanya. padahal yang terang adalah sebenarnya ‘tipuan’.

Retina mata ‘manusia’ justru tidak peka ketika berada dalam keadaan ‘terang’, sebaliknya akan ‘sangat peka’ ketika dalam keadaan gelap. Rhodopsin dalam sel-sel Rod-lah yang akan mengatur tingkat kepekaan itu. Jadi apa-apa yang kita dapat lihat, sebenarnya adalah tipuan, bukan ‘kenyataan’. Dapatkah anda menjelaskan kenapa orang yang berada di tempat yang terang benderang, ketika harus menuju ke tempat gelap secara tiba, matanya menjadi buta sesaat, jalan tidak terarah, menabrak semua yang didepannya? Dan butuh adaptasi yang agak lama untuk bisa melihat kembali walalu keadaan minim cahaya.

Harun Yahya, menuliskan bahwa yang kita lihat adalah bayangan yang masuk ke mata kita, kemudian kita persepsikan dalam otak. jadi hanya ‘persepsi’ tidak nyata. Apalagi orang yang berkacamata -seperti q – kata teman2, yang dilihat adalah bayangan semua,🙂. Agamawan, mengatakan dunia ini adalah tipuan, karena kehidupan yang lebih nyata adalah akherat.

Nah, kalau begitu dapatlah kita mengatakan yang hitam itu adalah putih, sedangkan yang tampak putih itulah sebenarnya yang hitam. Bukankah kita akhirnya juga harus bersikap sabar, dengan semua pernyataan yang terlontar dari seseorang, karena yang terdengar dari ‘mulut’ belum tentu mewakili ‘hati’nya. kita tidak bisa memahami ‘seseorang’ hanya karena perkataannya yang ‘keluar’, karena ‘dalam’ hatinya tidak kita ketahui.

Jadi, energi ‘kegelapan’ itulah analogi dari ‘hati yang dalam’ bahkan ‘terdalam’. dan itu adalah ‘Ruh kebenaran’. Indera manusia hanya bisa melihat bintang yang terang-terang, sementara fenomena yang gelap, adalah rahasia-Nya.

Jadi -yang kedua -, Kalau ada manusia yang merasa ‘paling’ benar – kalau disadari, pada saat yang bersamaan itulah, dia berperan sebagai ‘inferior’, yang ‘benar-benar’ salah!. Yang merasa ‘putih’ sebenarnya telah menjadi ‘hitam’ dan sebaliknya.

Sudahkah anda bingung? Selamat !!! Berarti anda sedang berfikir, sekarang. dan Maafkan !!!

Tentang alifis

penyuka ilmu, baik yang remah2 atau terkuantisasi. penikmat hidup dalam aliran harmoni dan ketenangan.... penikmat tantangan dalam dinamisasi dan idealisasi....
Pos ini dipublikasikan di Relief Kehidupan dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s