Seri Eksperimen Fisika 1__Responsi Awal


Selamat Pagi,🙂
Fisika memiliki tata cara yang sangat sistematis dan konsisten untuk menjawab keingintahuan manusia tentang berbagai ‘hal’.Fisika mempelajari interaksi energi dan materi mulai skala yang paling kecil sampai yang paling besar.
Non saintis sering menganggap fisika kurang manusiawi, tidak berperasaan, tanpa emosi, kaku, dan tidak indah,
Namun….. Pengamatan dalam fisika membuktikan sebaliknya
Contoh:
1. Pengamatan gerhana Matahari / Bulan
2. Pengamatan Mars ketika memiliki jarak terdekat ke bumi
3. Pelangi menjelang/sehabis hujan
4. Struktur Kristal difraksi sinar X
5. medan magnet bumi

Observasi…
Fisika adalah ilmu yang kuantitatif, yaitu yang menjelaskan berbagai gejala alam dengan menggunakan teori sehingga dapat dibuat suatu suatu hipotesis, yaitu pernyataan tentang hubungan antara dua besaran fisis dalam bentuk fungsi matematik, yang dapat diuji dengan eksperimen
Melalui pengamatan berbagai gejala alam, muncul sejumlah observabel (besaran) fisika yang saling terkait oleh sejumlah kaitan numeratif (memerlukan penampilan matematis) yang dapat berstatus kaidah (rule), hukum (law) atau asas (principle), bergantung pada sempit luasnya daerah cakupannya.

Observabel…
Ada 7 buah observabel dasar sebagai dimensi tunggal dan bebas. Dalam SI, ketujuh observabel adalah panjang [L], massa [M], waktu [T], kuat arus listrik [I], suhu mutlak [ ], jumlah zat [N], kuat cahaya [ ].

Penyusunan ketujuh observabel dilakukan melalui sejumlah proses optimasi pemilihan standar yang akurat dan mudah direproduksi dipusat-pusat standarisasi internasional maupun nasional ( penting untuk keperluan kalibrasi bagi alat-alat ukur dengan prinsip kerja mekanis, termal, elektromagnetis dan kuantum)

Apa sih Praktikum?
Untuk tingkatan yang lebih awal, Praktikum Fisika Dasar di laboratorium membantu:
-Membandingkan teori dan kenyataan
-Melihat secara visual fenomena fisika dalam kejadian sebenarnya
-Mendapatkan “common sense” fisika
-Mendapatkan ‘rasa fisika’ (misal: arti 1 Watt, 1 Volt, massa jenis dll)
-Meluruskan miskonsepsi/hal yang kurang difahami
-Mengecek kebenaran hukum fisika (misal: Hukum Kirchoff, Hukum Ohm dll)
-Mencari ketetapan-ketetapan fisika secara kuantitatif (misal: koefisien viskositas zat cair, koefisien muai linear, muatan elementer dll)

Pada umumnya, praktikum Fisika Dasar diberikan agar mahasiswa:
Memperoleh kecakapan dan ketrampilan yang diperlukan dalam memakai dan mengerti kegunaan peralatan laboratorium
Lebih menghayati materi yang diberikan di kuliah dan memahami hubungan antara teori dan pengamatan
Mampu menganalisis, membuat hipotesis ataupun kesimpulan dari data yang diperoleh dari hasil percobaan
Mampu berkomunikasi secara lisan maupun tulisan (melalui diskusi dan pembuatan laporan) mengenai metode penelitian, dalam artian praktikum telah mengarah pada cara-cara untuk melakukan suatu penelitian.

Bagaimana dengan Eksperimen?
praktikum merupakan eksperimen dalam skala kecil atau suatu eksperimen miniatur, dan dilakukan bukan untuk menemukan hal-hal yang baru, namun sebagai proses pengenalan pada metode ilmiah melalui pengalaman langsung.
Melalui eksperimen fisika diharapkan tertanam sikap empiris pada diri para mahasiswa, bahwa kebenaran pernyataan fisika harus didukung oleh hasil eksperimen.

Diharapkan….
1. tertanam kesadaran adanya batas-batas ketelitian pengukuran,sehingga kesesuaian antara teori dan eksperimen merupakan pernyataan statistik
2. lebih mudah difahami berbagai konsep yang sifatnya abstrak dengan membuat agar mahasiswa berinteraksi langsung dengan berbagai konsep tersebut.
Sebagai contoh adalah konsep gerak dipercepat beraturan melalui eksperimen Atwood, konsep momen inersia yang menyatakan kelembaman pada gerak putar, konsep bayangan riil dan bayangan maya, konsep-konsep yang berhubungan dengan interferensi dan difraksi
3. diperoleh berbagai ketrampilan seperti ketrampilan pengukuran besaran-besaran fisis tertentu, seperti pengukuran jarak (mis: panjang, atau tebal) dengan menggunakan berbagai alat khusus seperti jangka sorong dan mikrometer sekrup, pengukuran listrik, yaitu pengukuran arus, tegangan, dan hambatan listrik, baik secara langsung maupun dengan cara perbandingan.

Ketrampilan pengukuran ini juga menyangkut teknik-teknik eksperimen seperti cara memasang alat ukur arus listrik, memasang voltmeter dalam rangkaian, cara mengukur suhu, mengukur tekanan udara, dsb.

4. diperoleh ketrampilan pengolahan data, ketrampilan untuk memperkirakan keraguran hasil pengukuran, pengambilan titik-titik pengukuran, dsb.
5. Selain itu juga diharapkan diperoleh kebiasaan untuk menuliskan data lengkap dengan keraguannya dalam bentuk yang baku seperti angka penting, menyatakan keraguan dalam %, dsb. Presentasi data dalam bentuk tabel atau dalam bentuk grafik disertai dengan pernyataan keraguannya adalah juga termasuk dalam ketrampilan pengolahan data. Demikian juga ketrampilan dalam menggunakan berabagai kertas grafik seperti kertas grafik linier, semi-log, log-log, dsb.

Silabus Eksperimen Fisika 1
Beberapa contoh percobaan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: Percobaan Milikan: penggunaan sumber tegangan searah potensial tinggi, penyetelan sistem teropong, pengamatan dan pengukuran keseimbangan gaya listrik dan gaya gravitasi dalam tetes minyak, penentuan e/m. Spektrometer optik : penyetelan sistem optika teropong dan monokromator atau prisma dispersi spektrum sinar, pengamatan absorbsi spektrum sinar oleh medium, pengukuran panjang gelombang dan perkiraan energi vibrasi rotasi molekularnya. Holografi : pengetesan dan penyetelan laser serta sistem optikanya, produksi dan reproduksi gelombang fasa dan gambar tiga dimensi. Efek fotolistrik : Penyetelan rangkaian listrik dengan sumber yang dapat diganti, pengamatan dan pengukuran arus foto serta panjang gelombang sinar, penentuan tetapan Planck. Percobaan Frank-Hertz : penyetelan rangkaian, pengamatan dan pengukuran arus, penentuan puncak-puncak radiasi, pengolahan data. Pengukuran gelombang mikro : penyetelan rangkaian, pengukuran arus gelombang mikro, pengukuran dan penentuan mode klystron, penentuan panjang gelombang dalam tabung penghantar pemandu gelombang (wave guide), penentuan frekuensi gelombang mikro dengan resonator, penentuan impedansi gelombang dengan meter vswr dan Smith chart. Pengukuran e/m : penyetelan rangkaian, pengukuran sudut kemiringan kumparan, pengamatan berkas elektron, pengukuran pembelokan berkas elektron dan penentuan e/m.

Tentang alifis

penyuka ilmu, baik yang remah2 atau terkuantisasi. penikmat hidup dalam aliran harmoni dan ketenangan.... penikmat tantangan dalam dinamisasi dan idealisasi....
Pos ini dipublikasikan di Fisika Eksperimental dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s