Eksperimen 2_CAHAYA FOUCOULT


Menurut catatan sejarah, pada tahun 1667, Galileo melakukan suatu percobaan untuk menentukan kecepatan cahaya. Percobaan yang dilakukannya gagal dan terbilang kasar dimana hasil yang diperolehnya jauh lebih besar dari prosedur yang digunakan. Pada tahun 1676, Ole Romer memperoleh nilai berhingga yang pertama untuk kecepatan cahaya, berdasarkan atas ketidakcocokan di dalam gerak bulan-bulan dari Jupiter yang gayut pada jarak antara Jupiter dan Bumi. Hasilnya tidak diterima secara umum.

Pada tahun 1849,Fisikawan Prancis Fizeu sukses dalam mengukur kecepatan cahaya dengan menempatkan cermin dan roda bergerigi yang bergerak s, pada saat lantera ( sumber cahaya ) yang berada di belakang roda dihidupkan, berkas cahaya secara otomatis dipancarkan ke cermin. Kecepatan putar roda dinaikkan sampai seorang pengamat dibelakang roda tidak melihat cahaya yang terpantul. Ini terjadi saat waktu yang diperlukan oleh cahaya untuk merambat dari roda ke cermin dan kembali lagi adalah sama dengan waktu yang diperlukan oleh roda untuk menggerakkan dari ruang kosong ke gigi berikutnya, sehingga gigi roda itu menahan cahaya yang kembali ke pandangan pengamat. Dari pengetahuan jarak antara cermin dan roda tersebut dan kecepatan putaran roda beliau mampu menghitung kecepatan cahaya. Hasil pengukuran yang dilakukannya sekitar 3,15 x 108 m/s.

Pada tahun 1862, metode Foucoult diperkenalkan oleh fisikawan Foucoult dalam mengukur kecepatan cahaya di alam.
Beliau memperbaiki metode Fizeu dengan menempatkan cermin putar pada roda bergerigi, akan tetapi prinsip yang diterapkan hampir sama. Hasil pengukuran terbaiknya adalah 2.99774 x 108 m/s.

Pada eksperimen ini, praktikan menerapkan methode Foucoult yang prinsip dasarnya sama seperti yang dilakukan Foucoult. Dengan mengukur jarak titik focus S dan L2, jarak antara L2 dan jarak cermin putar, jarak antara cermin putar dan cermin tetap, kedudukan dari titik focus S’ ( dalam mikroskop ). Serta kecepatan anguler dari cermin putar, kita dapat menentukkan kecepatan cahaya sesuai dengan persamaan sbb :

8  AD2 ( Rev/seccw + Rev/secccw )
C = —————————————————–
( D + B ) ( S’cw – S’ ccw )

TUJUAN PERCOBAAN.

• Untuk mengetahui prinsip kerja dalam menentukan kecepatan cahaya dengan metode Foucoult.
• Menghitung besarnya kecepatan cahaya.

Prosedur selengkapnya klik disini !

Tentang alifis

penyuka ilmu, baik yang remah2 atau terkuantisasi. penikmat hidup dalam aliran harmoni dan ketenangan.... penikmat tantangan dalam dinamisasi dan idealisasi....
Pos ini dipublikasikan di Fisika Eksperimental dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s