Moral Hazard 01 : Moral Bos2 & Rakyat Sepakbola (Bukan Indonesia !)


Kekejian Moral Aji Mumpung

Oknum PSSI dan Bos-Bos negeri ini, menurutq benar2 telah melakukan yang namanya ‘kekejian moral !!’. Di tengah munculnya asa akan semangat nasionalis, kebanggaan terhadap negeri di tengah carut marutnya pengentasan berbagai problema bangsa, mereka malah membuat kekacauan.
Pertama, Kebijakan ( lebih tepatnya kekejian ) PSSI untuk menaikkan harga tiket jelas menodai semangat nasionalis rakyat. Rakyat benar-benar geram melihat tidak empati-nya PSSI, konspirasinya lebih busuk dari seorang kapitalis !, bahkan mungkin lebih keji dari seorang teroris !!!.

PSSI mungkin tidak berfikir panjang, bahwa imbas kebangkitan ini bisa berbuah manis ke depannya. Bangkitnya generasi sepakbola Indonesia yang berkualitas dan membanggakan rakyatnya. Atau aq ragu, kayaknya PSSI tidak percaya diri akan hal itu, sehingga kekejian moralnya muncul, dengan aji mumpung !!!. Naikkan Harga Tiket, siapa tahu inilah momen terakhirnya untuk bisa mendapatkan untung. Parahnya, ketika sebagian dari rakyat rela dengan harga ‘aji mumpung’ tersebut, penjualan tiketnya juga amburadul. Dengan harga melambung, antriannya ‘ketidakpastiannya’ juga telah meluluhlantakkan mental dan emosional.

Aq yang melihat dari televisi, aduh begitu geramnya. Inilah wajah negeri ini, memalukan saja. Dalam dimensi ruang-waktunya Einstein, q ingin detik ini tidak menjadi rakyat Indonesia, karena betul2 MALU !!!. Bahkan pengantri tiket juga disamakan dengan anjing, diusir-usir dengan anjing. Padahal mereka hanya begitu bersemangatnya untuk mendapatkan tiket. Di benak mereka hanya membeli tiket dan harapan bisa menonton firman utina dkk bermain. Kenapa tidak petugas internalnya yang diendus, siapa tahu mereka juga melakukan percaloan. PSSI ‘ada’ untuk mengurusi dan melanggengkan sebuah keberadaan ‘eksistensi’ bahwa sepakbola adalah olahraga yang sangat me’rakyat’, bisa dinikmati rakyat sekaligus memiliki prestasi di kancah internasional yang juga membanggakan rakyat. Tapi kenyataannya, NOL BESAR !!!

Bos2 rakyat Sepakbola (Bukan Indonesia !)

Kedua, Bos-bos di negeri ini selalu memikirkan diri sendiri !!!, Betapa tidak, ketika harga tiket melambung, protes disana-sini, SBY hanya menghimbau PSSI untuk tidak menaikkan tiket ! Harusnya SBY lebih tegas lagi !!!. Mana bisa dihimbau itu NH, hati nuraninya sudah melempem di dalam sel tahanan, sementara AB juga ikut-ikutan pencitraan di tengah-tengahnya. Politisasi sudah amat tampak dengan keberhasilan timnas mencapai final. Sepertinya mereka2 sudah juara, dan merasa boleh ikut menikmatinya. Sedangkan Malaysia tenang-tenang saja, karena semakin pemain-pemain di politisir, stamina dan mentalnya semakin ambruk. Jangan salahkan pelatih kalau kalah !!! Pendisiplinannya yang mulai berhasil digerogoti ulah2 oknum PSSI, Bos-bos negeri untuk kepentingan sendiri.

Aduh-Aduh !!!
Dapat difahami kenapa moral bangsa ini semakin beku, perilaku rakyat negeri ini semakin runyam, idealisasi negeri ini sudah beku dan hampir mati, tidak akan mampu bertahan lagi di negeri ini, pragmatisme semakin populer dan berurat berakar.
Mendahulukan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi, hanya tinggal slogan semata. Hanya disuarakan oleh segelintir nurani yang semakin terpinggirkan. Jangan tanya lagi, ingatkah dengan Pendidikan Moral Pancasila? Pendidikan Kewarganegaraan? Tidak !!! yang ada adalah apa yang bisa menguntungkanq dihari ini, tidak perduli siapa korban berikutnya. Selamat tinggal moral !!!

Tentang alifis

penyuka ilmu, baik yang remah2 atau terkuantisasi. penikmat hidup dalam aliran harmoni dan ketenangan.... penikmat tantangan dalam dinamisasi dan idealisasi....
Pos ini dipublikasikan di aQ berPole-MIX dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s