Keep Posting …! Keep Spirit …!


Kemalasan stadium 3.5
Tidak ada alasan yang lebih tepat, sejak 13 Februari s/d 1 Juni 2012 malam ini, sehingga aq baru menulis kembali di blog ini selain ‘kemalasan’, sampai-sampai seorang pembaca bilang, “keep posting !”, dan kujadikan judul tulisanq ini.

Bayangkan, betapa rindu-dendamnya aq melewati 3.5 bulan tanpa menulis disini. Persepsi kornea mataq dengan kombinasi gerakaan 6 ototnya, hanya sekedar membaca-baca. Tangan sudah meremas mengepal, otot-otot jari sudah tak terhitung mengalami kontraksi relaksasi, bahkan gatal ingin segera menuangkan sesuatu di ‘tulisan baru’, tapi lagi-lagi kemalasan dengan begitu cepatnya menghilangkan motivasi, lalu menguaplah … ide dan tulisan hanya mampir sebentar di otak, lalu larut dalam putaran waktu. Jadilah 3.5 bulan…

Kata ‘kemalasan’ sering juga dipakai orang-orang fisika di Indonesia untuk memaknai ‘inertia’nya Newton. Kalau Newton merumuskan Hukum ke-satunya untuk mengejawantahkan kelembaman, inersia atau kemalasan sebagai bentuk kesetimbangan statis dan dinamis, dimana resultan gaya yang bekerja sama dengan NOL, mungkin seorang filsuf nihilism mengkajinya sebagai makna ‘kehampaan’, seorang melankolis mungkin memaknainya sedang berada dalam fase ‘nyaman?’.

Jadi, kalau seorang saudagar menilai rangkaian ketiga kata ‘malas – hampa dan nyaman’, jelas-jelas interpretasinya negatif dan tidak produktif sama sekali. Malas dan Hampa, hanya dipunyai orang yang tidak faham mengisi hidup dan tidak punya tujuan hidup, sedangkan nyaman itu dipunyai orang-orang yang berpuas diri dan cenderung pasrah, tidak punya ambisi. Lebih kejam lagi kalau diinterpretasi oleh saudagar yang Korelis. Wuahh.. lebih jelek lagi.

Kalau seorang guru atau dosen, rangkaian ketiga kata ‘malas – hampa dan nyaman’, tidak memiliki keterkaitan yang kuat, bahkan cenderung bertolak belakang dengan filosofi atau idealisme keguruannya. Dalam keadaan apapun, guru selalu semangat menyampaikan ilmu pada muridnya. Jadi tidak ada kamus ‘malas’ apalagi ‘hampa’. Nurani seorang guru atau dosen akan harmoni, terpuaskan dan mungkin ‘nyaman’ ketika sukses mentransfer ilmu pada murid-muridnya. Tapi, ilmu guru dan dosen sekarang sudah terkontaminasi dengan faham ‘pragmatisme’, sehingga harapan akan konsistensi dan istiqomah pada sikap idealis seorang pendidik, saat ini jadi tanda tanya besar ??

Saat ini jamannya aktualisasi, jadi seorang guru atau dosen harus mempublikasi setiap amalnya dalam bentuk laporan kinerja amal mengajar, meneliti dan mengabdi. Jika amalnya baik, kinerjanya baik maka imbalannya bukan pahala di akhirat, tapi suguhan surga dunia, yaitu tunjangan sertifikasi. Yang jadi masalah, adalah balasan amalnya langsung terasakan, sehingga ilmu logika guru atau dosen lebih menonjol mengambil peran, tanpa mengingat amal dalam arti sesungguhnya. Muncullah protes mentalitas, ‘untuk apa capek-capek kasih kuliah, kalau tunjangan tidak didapat !’. Nah Loh… padahal kata pak Kiai, kalau amal-amalmu kamu sombongkan dan hitung2kan didunia, maka hanya sampai dunia saja, tidak akan sampai di akhirat … hangus terbakar.

Keep Spirit …!
Yang jelas, walau 3.5 bulan aq ‘malas’ nulis di blog ini, aq tidak malas mengajar dan mengabdi, karena itu tanggungjawab dan sekaligus hiburan hidupq. Keep Spirit !!

Ini tulisan kok arahnya semakin tidak jelas, seolah melantur mencari pembenaran yang belum tentu benar. Malas ya Malas… 3.5 bulan tidak ada tulisan, ya itu cerminan ‘sikap’ malas !. Jadi abaikan saja tulisan yang tidak bermutu ini, karena sekedar menghilangkan gatal jemari tangan rindu dendam untuk menulis, dan juga agar tidak tertempel kata malas di dahi sepanjang waktu. 3.5 bulan sudah terlalu panjang…

Akhirnya, Keep Posting !!!

Tentang alifis

penyuka ilmu, baik yang remah2 atau terkuantisasi. penikmat hidup dalam aliran harmoni dan ketenangan.... penikmat tantangan dalam dinamisasi dan idealisasi....
Pos ini dipublikasikan di Relief Kehidupan dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s