Anomali Politik


image

Menarik mencermati atmosfer politik negeri tercinta, Indonesia. Tak terkecuali di media sosial, bahasan politik tak ada habisnya dikomentari oleh netizen, baik hanya sekedar urun komentar, ilmiah dlm rangka aktualisasi, atau tendensius sebagai partisipan tokoh atau tim cyber calon tertentu.

Politik negeri ini, lagi mengalami anomali, adem panas ekstrem kadang hipotermi, lebih sering hipertermi… gara2 ‘Fenomena Ahok’, (Fenomena Ahok, istilah dari Bapa Zadrach, Ahli Meteorologi ITB), yg kebetulan sy temukan berkomentar di medsos.

Siapa yg tidak tahu Ahok. Semua masyarakat mungkin tahu gayanya. Ada yg suka, tidak suka, membencinya,atau biasa2 saja. Kalau ada yg menduga2 bagaimana sikap sy? sy tidak suka politik, hanya kadang mengikuti kejadian politik. Tidak suka debat politik, hanya suka baca dan sedikit menuliskannya. Tidak peduli Ahok, karena bukan warga DKI dan tentu tidak punya hak suara. Yang sedikit sy pedulikan adalah komentar2 di medsos yg sangat bermuatan SARA dan hilang etika, Walau Akhirnya pasti juga ga ngaruh, hahaha…

Anomali’ yaitu “penyimpangan” terhadap sesuatu yang biasa atau normal dan telah menjadi kondisi umum atau mayoritas dalam suatu lingkungan tertentu. Dari sisi bahasa,  Penyimpangan disini kesannya berkonotasi negatif, tapi dlm dunia politik bermakna ganda, bisa negatif bisa positif tergantung pada landasan normatifnya.

Kondisi umum kepemimpinan di negeri ini, korupsi sdh biasa terjadi, biasa dilakukan, akhirnya menjadi kebiasaan, karena terbiasa.
Baik di legislatif, eksekutif dan judikatif. Bahkan, kongkalikong terjadi antar lembaga negara tersebut, dan selamanya pasti selalu merugikan masyarakat di negeri ini.

Kalau terbukti, Ahok ‘bener2’ tidak korup (sy betul2 tdk tahu krn sy  bukan pihak yg berkompeten menilai) dan dg gagah berani melawan sistem ‘korup’  DPRD, itulah Anomali Perilaku.  Tidak umum, seorang eksekutif secara frontal melawan legistatif. Ditambah, gaya Ahok yg brutal ceplas ceplos temperamental (tidak biasanya pejabat berperilaku seperti itu) menguatkan juga adanya Anomali Perilaku pada diri Ahok dari sisi yg lain.

Masih hangat diingatan, Hal itu dilakukan Gus Dur sewaktu jadi Presiden, yg akhirnya dilengserkan secara politik juga. Gus Dur yg bercelana pendek dan bilang anggota legislatif seperti Anak TK, juga Anomali perilaku. Bahkan di umat muslim sendiri, keanehan perilaku Gus Dur sendiri menimbulkan pro dan kontra.

Dalam Webster’s New Dictionary of Synonyms, dikatakan an anomaly is something that is contrary to what it should be. Anomali juga disinonimkan dengan paradox dan antinomy. Paradox adalah sesuatu yang berlawanan, sedangkan antinomy adalah sesuatu yang contradiction between two laws, principles or conclusions (albantani)

Nah, Apakah korupsi yg dilakukan anggota legislatif baik secara sembunyi sendiri atau berjamaah itu, bukan anomali? betull… itu adalah Anomali Norma, yaitu norma kelembagaan legislatif dalam menjalankan peran dan fungsinya sebagai institusi perwakilan politik rakyat.

Kenapa begitu? Karena istilah lain yang sepadan dengan anomaly adalah deviance/deviant artinya orang yang meyimpang dari patokan-patokan atau ketentuan-ketentuan. Menurut Albert K. Cohen (Sills, 1968), deviant behaviour (perilaku menyimpang) adalah perilaku yang melanggar aturan-aturan normatif, toleransi atau harapan-harapan dari sistem sosial.

Norma kelembagaan institusi legislatif secara universal tertuang dalam apa yang disebut tugas dan fungsi, yaitu: merespon dan mewujudkan aspirasi masyarakat; menciptakan kebaikan bersama atau kepentingan publik; membawa konflik dalam masyarakat ke dalam sistem politik; berbicara dan mewakili kehendak rakyat; bertanggungjawab kepada masyarakat atau konstituen; melaksanakan fungsi legislasi, pengawasan dan budget; menerapkan good governance; taat pada ketentuan dan norma kepatutan masyarakat (albantani)

Dalam menjalankan tugas dan fungsi tersebut para wakil rakyat dibimbing oleh beberapa norma, yaitu: asas pemerintahan yang baik, yaitu kepastian hukum, tertib penyelenggaraan negara, kepentingan umum, keterbukaan, profesionalitas, dan akuntabilitas; wajib tidak melakukan perbuatan korupsi dan kolusi; melaksanakan tugas dengan penuh tanggungjawab, tidak melakukan perbuatan tercela, tanpa pamrih baik untuk kepentingan pribadi, keluarga, kroni maupun kelompok (albantani).

Akhirnya, Anomali menjadi relevan untuk diterjemahkan tidak sekedar penyimpangan dari pengertian yang umum atau biasa atas kondisi mayoritas, tapi lebih luas mencakup penyimpangan terhadap norma yang terjadi pada fungsi-fungsi pemerintahan yang dilakukan oleh pejabat publik, termasuk wakil rakyat dalam institusi legislatif.

Apakah Ahok yg kebetulan terlahir Cina, dan kebetulan jadi Gubernur DKI adalah Anomali  juga di DKI? Iyaa.. Itu adalah Anomali dari aspek Fisik. Hanya yang disayangkan kalau sdh subjektif dan bernada SARA yg ujung2nya debat kusir dlm kebencian, kayak ga ada sisi baiknya, ga ada benar semuanya. Itu yang kadang membuatku jadi sedih, haha..

Dan ketika Ahok bener2 tidak korup, berarti  luarbiasa. Ahok ‘sang Anomali Perilaku’ mungkin akhirnya menang versus legislaif ‘sang Anomali Norma’, Walau juga tidak menjamin pada akhirnya menang Pilgub DKI, karena banyak ada faktor Fisika Politik, Metafisika dan Patafisika Politik.

Tapi kalau Ahok nantinya terbukti koruptor juga, dan anomali gayanya hanya untuk menutupi kepentingan politiknya, Wuahh runyam Ahok. Dan negeri ini memang perlu taubat nasuha, perbaiki sistem politiknya atau buang saja ke laut itu oknum2 politikusnya. Masih akan ramee…

Apakah reaksi para netizen, tokoh2 dunia politik, birokrat, spiritual juga mengalami anomali? Nada2nya iyaa…

Perilaku menyimpang ini pada tingkat yang paling fatal dapat membawa pada apa yang dinamakan situasi anomie, yaitu suatu situasi ketiadaan nilai-nilai umum dalam sebuah masyarakat. Chaos…

Ya smoga semua pihak segera sadar, berpolitik yg santun, membela rakyat dan kebutuhannya. Rakyat juga akan patuh, tunduk dan tidak neko2 kalo pemimpin2 yg diatas amanah dan mengayomi… Smogaa…Amiin.

Alifis@corner
Penfui, 15042016
Sumber : konsep anomali, muhsin albantani

Tentang alifis

penyuka ilmu, baik yang remah2 atau terkuantisasi. penikmat hidup dalam aliran harmoni dan ketenangan.... penikmat tantangan dalam dinamisasi dan idealisasi....
Pos ini dipublikasikan di aQ berPole-MIX dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s