MATERI FISIKA KEPERAWATAN/KEBIDANAN


Mata kuliah Fisika Keperawatan/Kebidanan, merupakan mata kuliah dasar di kurikulum Prodi S1 Keperawatan/Kebidanan. Fisika, sebagai ilmu sains, mutlak diperlukan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan seperti Farmasi, Kedokteran, Terapi fisik, Pendidikan Jasmani dan ilmu-ilmu kesehatan seperti Kebidanan, Keperawatan, Kesehatan masyarakat, karena fisika memegang peranan penting dalam kemajuan teknologi. Untuk memperluas wawasan mahasiswa keperawatan pada kecenderungan terapan yang semakin luas, maka Fisika Keperawatan perlu dibekalkan sebagai bagian dari kompetensi dasar mahasiswa .

Fisika Kesehatan adalah adalah mata kuliah 2 SKS, dan untuk pemilihan materinya disusun dalam 8 bab. Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa Keperawatan/Kebidanan diharapkan memiliki kemampuan memahami prinsip-prinsip dasar Fisika dalam bidang medis terutama Keperawatan/Kebidanan serta mampu menerapkannya baik konseptual maupun instrumental. Agar dapat mencapai kompetensi mata kuliah ini materi yang disediakan meliputi pengantar fisika keperawatan/Kebidanan, biomekanika, biotermika, biofluida, bioakustik, biooptik, biolistrik dan bioradiasi. Bab-bab yang disusun mengikuti pola pehamanan konsep dasar fisika dan dikaitkan dengan bidang kesehatan.

Bab 1. PENGANTAR FISIKA KEPERAWATAN/KEBIDANAN. Langkah pertama, dalam belajar fisika keperawatan/Kebidanan adalah memahami keterkaitan antara ilmu fisika dengan ilmu kesehatan/medis. Dalam terapan bidang medis selain parameter-parameter tubuh adalah kajian utama fisika, pemanfaatan teknologi piranti diagnosa dan monitoring secara prinsip mengacu pada ilmu fisika. Berlanjut dengan review tentang besaran dan satuan, terutama berkaitan dengan parameter kesehatan, serta berbagai bentuk pengukuran juga kita bahas di Bab ini. Apakah pengukuran yang telah Anda lakukan sudah sesuai dengan yang diharapkan? Bagaimana hasil ukur Anda bila dibandingkan dengan nilai acuan?
Kompetensi dari Bab Pengantar Fisika Keperawatan/Kebidanan ini adalah mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan tentang wawasan Fisika Keperawatan/Kebidanan, perkembangan teknologi medis, serta memahami tentang pengukuran dan prosesnya dikaitkan dengan kepentingan medis.

Bab 2. BIOMEKANIKA. Mekanika adalah ilmu fisika yang mempelajari tentang gerak. Biomekanika lebih menekankan pada aspek kesetimbangan tubuh akibat adanya gaya-gaya yang bekerja yaitu gaya otot dan gaya berat akibat massa tubuh. Kesetimbangan baik dalam keadaan statis maupun dinamis. Biomekanika adalah disiplin ilmu yang mengintegrasikan faktor-faktor yang mempengaruhi gerakan manusia, yang diambil dari pengetahuan dasar : Fisika, Matematika, Kimia, Fisiologi, Anatomi dan konsep rekayasa untuk menganalisa gaya yang terjadi pada tubuh. Hukum Newton menjadi landasan utama analisis, berkaitan dengan interaksi tubuh dan gerakan responnya.
Pada bab ini mahasiswa akan bertemu kembali dengan konsep Hukum Newton tentang gerak, kemudian dilanjut membahas jenis-jenis gaya pada sub Bab 2. Lebih fokus pada anatomi tubuh akan dibahas gaya-gaya pada tubuh di sub bab 3. Disini kesetimbangan statis dan dinamis disinggung. Pembahasan berlanjut pada sub bab 4 membahas penerapan analisa gaya dalam terapan kesehatan, dan diakhiri sub bab 5 membahas tentang usaha dan energi.
Kompetensi dari Bab Biomekanika ini adalah mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan hukum-hukum gerak, gravitasi, keseimbangan dikaitkan dengan postur fisik tubuh dan fungsi otot.

Bab 3. BIOTHERMIK. Tubuh manusia merupakan organ yang mampu menghasilkan panas secara mandiri dan tidak tergantung pada suhu lingkungan. Tubuh manusia memiliki seperangkat sistem yang memungkinkan tubuh menghasilkan, mendistribusikan, dan mempertahankan suhu tubuh dalam keadaan konstan. Panas yang dihasilkan tubuh sebenarnya merupakan produk tambahan proses metabolisme yang utama.
Pada bab ini mahasiswa akan bertemu kembali dengan suhu dan kalor. Bagaimana perubahan Kalor selalu dibarengi dengan perubahan suhu. Lebih lanjut dibahas bagaimana tubuh mampu mengatur mekanisme termoregulasi. Pada bab ini juga akan disingung mengenai transfer kalor serta energi panas dan dingin, serta ditutup dengan review Hukum Thermodinamika.
Kompetensi dari Bab Biothermik ini adalah mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan terapan-terapan ilmu fisika dalam sistem fisika makhluk hidup meliputi termoregulasi, metabolisme tubuh, penggunaan energi kalor dalam tubuh, manfaat energi panas dan dingin dalam bidang medis.

Bab 4. BIOFLUIDA. Tubuh manusia dominan berupa cairan, kira-kira 80%. Dua organ paling penting dengan kadar air di atas 80% adalah otak memiliki komponen air sebanyak 90%, sementara darah memiliki komponen air 95%.
Hal yang utama untuk mahasiswa adalah memahami konsep fluida dikaitkan dengan mekanisme sistem transportasi dan sistem respirasi pada tubuh manusia. Fluida pada sistem transportasi adalah darah yang mengalir melalui pembuluh karena dipompa oleh jantung, sedangkan fluida pada sistem respirasi adalah udara yang setiap saat keluar masuk melalui paru-paru.
Untuk memahami materi Biofluida di bab ini, maka pertama direwiew materi tentang fisika fluida, selanjutnya masuk pada sistem transportasi dan sistem respirasi tubuh manusia.
Kompetensi dari Bab Biofluida ini adalah mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan prinsip-prinsip fluida serta mengimplemetasikan dalam kajian sistem tubuh makhluk hidup, seperti sistem transportasi dan sistem respirasi.

Bab 5. BIOAKUSTIK. Konsep bunyi dalam kehidupan sehari-hari dihubungkan dengan indera pendengaran (telinga). Frekuensi yang didengar manusia adalah 20<f 20000 Hz dan infrasonik f < 20 Hz.
Walaupun manusia hanya bisa mendengarkan bunyi pada frekuensi audible tapi terapan medisnya mencakup juga gelombang pada frekuensi ultrasonik. Untuk penggunaan pada frekuensi infrasonik sampai saat ini belum ditemukan.
Pembahasan di Bab ini akan diawali tentang konsep gelombang, gelombang bunyi, manfaat dan kerugian frekuensi audiosonik, termasuk resiko ketulian, lalu dilanjut dengan ultrasonik yang pemanfaatannya lebih ke aspek diagnosa.
Kompetensi dari Bab Bioakustik ini adalah mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan teori gelombang bunyi serta hukum-hukumnya dikaitkan dengan kesehatan fisik tubuh dan psikis yang sangat dipengaruhi oleh perilaku dan frekuensi gelombang, serta terapan teknologi terkait dengan gelombang bunyi dalam medis.

Bab 6. BIOOPTIK. Cahaya dan terang adalah prasyarat untuk penglihatan manusia. Terang yanng sangat berlebihan mata tidak tahan karena silaunya. Mata memilik mekanisme otomatis untuk mengatur banyaknya cahaya ke dalam lensa. Disamping itu mata memiliki kemampuan untuk mengatur ketebalan lensanya untuk memfokuskn objek yang dilihat saat dekat atau jauh. Pengetahuan tentang mata perlu difahami mahasiswa karena penggunaan yang tidak tepat pada mata juga bisa menyebabkan gangguan penglihatan.
Pembahasan di Bab ini akan diawali tentang organ mata, bagian-bagian dan fungsinya. Kelainan dan kerusakan mata serta koreksinya.
Kompetensi dari Bab Biooptik ini adalah mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan fisika cahaya dikaitkan dengan fungsi penglihatan, struktur biologis indera penglihatan, resiko gelombang cahaya terhadap kesehatan serta koreksinya ketika trdapat gangguan indera mata.

Bab 7. BIOLISTRIK. Kelistrikan pada organuisme hidup sudah mulai diteliti sejak abad pertengahan. Dan saat ini kita sudah faham bahwa pada tubuh manusia terdapat pusat aktivitas kelistrikan, yaitu di sel syaraf dan otot jantung. Keduanya menghasilkan listrik, sekaligus dimanfaatkan untuk proses sistem memori, kontrol kesadaran, sirkulasi darah, dan lain-lain.
Selain listrik internal tubuh, yang patut difahami adalah listrik eksternal yang memiliki resiko negatif pada tubuh dan listrik internal. Syok listrik dan cedra listrik bisa menyebabkan akibat yang fatal.
Kompetensi dari Bab Biolistrik ini adalah mahasiswa memahami prinsip kelistrikan dan kemagnetan dalam tubuh manusia, terutama pada sistem syaraf dan otot jantung, serta perilakunya yang daapt direkam dalam EKG dan EEG, disamping memahami peralatan medis terkait, juga memahami resiko ketika tubuh mendapatkan aliran listrik eksternal.

Bab 8. BIORADIASI. Radiasi adalah pancaran energi melalui suatu materi atau ruang dalam bentuk panas, partikel atau gelombang elektromagnetik/cahaya (foton) dari sumber radiasi. Ada beberapa sumber radiasi yang kita kenal di sekitar kehidupan kita, contohnya adalah televisi, lampu penerangan, alat pemanas makanan (microwave oven), komputer, dan lain-lain. Selain benda-benda tersebut ada sumber-sumber radiasi yang bersifat unsur alamiah dan berada di udara, di dalam air atau berada di dalam lapisan bumi. Beberapa di antaranya adalah Uranium dan Thorium di dalam lapisan bumi; Karbon dan Radon di udara serta Tritium dan Deuterium yang ada di dalam air.
Kompetensi dari Bab Bioradiasi ini adalah mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan aspek-aspek fisika radiasi, resiko dan manfaatnya pada tubuh manusia, serta terapan teknologi modern terkait dengan radiologi.

Iklan

Tentang alifis

penyuka ilmu, baik yang remah2 atau terkuantisasi. penikmat hidup dalam aliran harmoni dan ketenangan.... penikmat tantangan dalam dinamisasi dan idealisasi....
Pos ini dipublikasikan di Fisika Kesehatan dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s