BSNP & Uji Publik Draf Standar Isi

Pada tahun 2017, BSNP melakukan revisi terhadap Standar Kompetensi Lulusan dan Standar isi, dan Standar Pengelolaan. Selain itu pada tahun ini pula BSNP mengembangkan standar pendidikan kesetaraan. Kegiatan ini melibatkan sepuluh orang tim ahli untuk masing-masing standar. Mereka berasal dari akademisi, praktisi, birokrat, dan pemerhati pendidikan di Indonesia.
Salah satu tahapan yang mesti dilakukan dalam melakukan revisi atau pengembangan standar adalah uji publik draf standar. Sehubungan dengan hal tersebut BSNP telah melakukan uji publik draf standar isi di sebelas provinsi pada bulan Agustus. Dalam pelaksanaannya, kegiatan uji publik ini dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama pada tanggal 11-13 Agustus, tahap kedua pada tanggal 18-20 Agustus, dan tahap ketiga pada tanggal 26-28 Agustus 2017. 

Untuk provinsi NTT, dilaksanakan pd tanggal 26 Agustus 2017, bertempat di Hotel Aston. Sepuluh provinsi lainnya, yaitu  Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jawa Barat, DIY, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Bali, dan NTT.


BSNP bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi, khususnya dalam mengirimkan undangan kepada para responden dari satuan pendidikan dasar dan menengah. Sedangkan untuk responden dari perguruan tinggi, undangan dikirim langsung oleh BSNP. Di setiap provinsi, BSNP mengundang lima belas orang sebagai responden untuk masing-masing standar.

Tujuan uji publik adalah untuk mendapatkan masukan dan responden dari aspek keterbacaan, keterlaksanaan, kesesuaian, dan ketercapaian standar. Untuk itu, BSNP menyediakan instrumen khusus untuk uji publik. Selain itu, BSNP juga melakukan focus group discussion (FGD) atau diskusi kelompok terpumpun untuk menggali lebih jauh pendapat responden terhadap draf standar.

Sy diundang sbg  salah satu peserta dr Perguruan Tinggi, mewakili d

Dosen Fisika non PTK utk Standar IPA Fisika tingkat Dasar & Menengah,  bersama dengan Bpk Dr. Wayan Sukarjita, SP.d, M.Si, Secara umum responden sangat antusias dan responsif terhadap rancangan standar, khususnya di FGD dimana seluruh bidang MIPA berkumpul dlm 1 ruang dipandu Bpk. Dr.  Totok Supriyanto, Ka Balitbang Kemdikbud. 

Usulan, masukan dikemukakan sebagai upaya menjadikan Draf Standar Isi semakin baik. Hal ini menunjukkan bahwa standar yang dikembangkan BSNP merupakan sebuah konsensus dari berbagai pemangku kepentingan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya standar telah meningkat.

Usulan Bidang Fisika dari NTT. 

Standar Isi Dikdasmen muatan Fisika, meliputi 3 aspek yaitu Tingkat Kompetensi, Kompetensi & ruang lingkup materi. Tingkat Kompetensi terdiri kelas 1-3, 4-6 SD/MI, 7-9 SMP/MTs, 10-12 SMA/MA. Kompetensi siswa meliputi Sikap Spiritual, Sikap Sosial, Pengetahuan & Ketrampilan. Ruang Lingkup meliputi materi2 yg dibahas di tiap Tingkatan Kompetensi. 

Seiring dengan pendidikan berkarakter, maka Kompetensi diatas sdh mencakup maksud tersebut,  sehingga materi tidak sekedar menyentuh aspek kognitif,  tetapi terintegralistik dg spiritual, afektif,  psikomotorik, lingkungan. 

Tanpa kami sepakat lbh dahulu, Bapak Dr Wayan mengupas koreksi & masukan ttg kesesuaian Materi & gradasi kompetensinya. Sedikit tambahan masukan di Materi, sy masuk di Kompetensi sikap spiritual, sikap sosial, Pengetahuan & ketrampilan. 

Struktur & sebaran Materi muatan Fisika yg disusun staf ahli BSNP sdh cukup komprehensif, perlu diperjelas sungguh materi Fisika yg tersebar dr SD/MI sd SMA/MA. Perubahan signifikan pd materi Batuan yg dianulir, digantikan materi sains Antariksa. Tumpang tindih, pengulangan subjek materi betul2 sdh diprediksikan sehingga subjek lebih terurut,  efisien & efektif. 

Untuk Draf yg sdh sy koreksi,  sy lampirkan Link pdf nya. Usulan utama yg sangat urgensi adalah aspek disiplin, yg tdk tersentuh oleh sikap sosial.

Menurut BSNP Buletin, Sebagai tindaklanjut dari uji publik, tim ahli akan melakukan revisi draf standar berdasarkan masukan dan usulan responden yang dianggap layak untuk diakomodasi. Proses keseluruh pengembangan standar ini diharapkan selesai pada bulan November. Selanjutnya BSNP akan merekomendasikan rancangan standar kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk ditetapkan menjadi Peraturan Menteri.

Smoga bermanfaat.

alifis@corner 

28092017 10:25

Iklan
Dipublikasi di as CIVITAS, Remah2ilmu | Tag , , , , , , , , | 1 Komentar

Indonesia 2020

Indonesia 2020: The Urban Middle-Class Millennials*

Memprediksi dan membaca arah Indonesia masa depan sangatlah menarik. Dari berbagai data dan analisa, momentum Indonesia dalam jangka panjang sangat ditentukan pada kondisi tahun 2020. Bukan saja karena pemilu presiden akan dilakukan tahun 2019, tapi estimasi data yang dilakukan dari berbagai sumber menunjukkan tahun 2020 akan menjadi tonggak berbagai perubahan signifikan yang ada di Indonesia.
Secara Ekonomi, World Economic Forum tahun 2015 memprediksikan Indonesia di tahun 2020 akan menempati peringkat 8 ekonomi dunia, dan dengan pengguna internet mencapai 140 juta, Indonesia akan menjadi pasar digital terbesar di Asia tenggara tahun 2020.
Selain itu Indonesia 2020 juga bisa kita lihat dari berbagai fenomena-fenomena yang bibitnya sudah terjadi saat ini. Paling tidak ada tiga fenomena bisa menjelaskan kondisi Indonesia di tahun 2020 yaitu Komposisi Urban-Rural, Penduduk kelas menengah, dan Komposisi penduduk muda.

Penduduk Urban

Bangsa Indonesia sejak dulu selalu dikenal sebagai bangsa agraris dimana mayoritas penduduknya tinggal di desa, namun Sensus Penduduk (SP) yang dilakukan BPS tahun 2010 menunjukkan komposisi penduduk yang tinggal di kota semakin tinggi, 49,8% penduduk Indonesia sudah tinggal di kota pada tahun 2010 dan prediksi yang dilakukan BPS komposisi penduduk kota ditahun-tahun mendatang akan semakin meningkat cukup pesat bahkan ditahun 2015 ini penduduk kota sudah lebih besar dibanding penduduk desa. Perubahan komposisi penduduk kota-desa bukan sekedar perubahan geografis saja, tapi lebih juga merupakan perubahan budaya, nilai-nilai sosial, perilaku, dan pola pikir.
  

Gb 1. Persentase Penduduk Kota (Indonesia, Jabar, Jateng, dan Jatim)

Sumber: BPS
Masyarakat kota yang kemudian kita sebut masyarakat urban adalah masyarakat terbuka dan cenderung individualis. Mau tidak mau, suka tidak suka nilai-nilai tradisional pelan tapi pasti akan semakin terpinggirkan oleh budaya urban. Masyarakat urban adalah masyarakat yang digerakkan oleh nilai-nilai ekonomi dan waktu karena itu sifat-sifat komunal juga akan tersisih.

Penduduk Kelas Menengah

Sejak 3 tahun terakhir wacana kelas menengah Indonesia menghiasi berbagai kajian dan tajuk berita. Secara jumlah kelas menengah Indonesia memang fantastis, BCG dalam laporannya menyebutkan tahun 2012 jumlah MAC (Middle-Class and Affluent Consumers) di Indonesia berjumlah 74 juta jiwa, McKinsey yang lebih konservatif menyebutkan kelas menengah Indonesia tahun 2012 sebanyak 45 juta jiwa. Beberapa lembaga domestik bahkan menyebutkan jumlah lebih fantastis, menurut merekea paling tidak 140 juta penduduk Indonesia adalah kelas menengah.

Gb 2. MAC (Middle-Class and Affluent Consumers) di Indonesia
Sumber: BCG Analysis
Kenapa kelas menengah penting? dalam sejarah diberbagai negara kelas menengah selalu menjadi motor perubahan terutama terkait dengan aspek ekonomi dan perubahan sosial. Mereka sudah memiliki daya beli yang cukup sehingga mampu menjadi penggerak ekonomi dari sektor konsumsi, mereka juga memiliki gaya hidup diatas kebanyakan orang.

Kelas menengah juga memiliki ciri kaum terdidik, mereka memiliki cukup bekal keilmuan sehingga artikulasi pemikiran mereka cukup baik. Mereka kritis dan tidak segan-segan mengutarakan opini pribadi mereka terkait isu-isu sosial disekitar kehidupan mereka.
Penduduk Muda
Lebih dari 35% penduduk Indonesia tahun 2015 adalah penduduk muda yang berusia 15 – 34 tahun, bahkan untuk daerah perkotaaan seperti DKI Jakarta penduduk mudanya bisa mencapai lebih dari 40%. Mereka ini adalah penduduk yang lahir antara 1980-an sampai 2000-an, mereka inilah yang kemudian dikenal sebagai generasi millennial. Millennials (juga dikenal sebagai Generasi Millenial atau Generasi Y) adalah kelompok demografis (cohort) setelah Generasi X yang lahir tahun 1960 – 1980.


Gb 3. Konsumsi Internet Generasi Millennial dan Generasi X

Sumber: Alvara Strategic Research
Dibanding generasi sebelumnya, generasi millennial memang unik, hasil riset yang dirilis oleh Pew Research Center misalnya secara gamblang menjelaskan keunikan generasi millennial dibanding generasi-generasi sebelumnya. Yang mencolok dari generasi millennial ini dibanding generasi sebelumnya adalah soal penggunaan teknologi dan budaya pop/musik. Kehidupan generasi millennial tidak bisa dilepaskan dari teknologi terutama internet, entertainment/hiburan sudah menjadi kebutuhan pokok bagi generasi ini.

Wajah Indonesia 2020

Wajah Indonesia tahun 2020 akan sangat ditentukan pertemuan tiga entitas diatas yakni kombinasi antara masyarakat urban, kelas menengah, dan millennial. Merekalah yang akan menjadi pelaku utama sejarah Indonesia di masa mendatang, saya menyebut mereka sebagai The Urban Middle-Class Millennials.

Prediksi yang dilakukan BPS menunjukkan di tahun 2020 penduduk kota akan mencapai 56,7% dan tahun 2035 akan mencapai 66,6%!. Prediksi BCG menyebutkan jumlah MAC (Middle-Class and Affluent Consumers) tahun 2020 mencapai 141 juta orang, sementara McKinsey memprediksikan kelas menengah Indonesia tahun 2030 mencapai 130 juta orang.

Sementara itu jumlah generasi millennial Indonesia tahun 2020 juga rasanya tidak akan berbeda terlalu jauh dari jumlah sekarang, bahkan cenderung konstan diangka 35%. Millennials ditahun 2020 berada pada puncak keemasan kehidupan mereka baik dari sisi kehidupan pribadi maupun kehidupan masyarakatnya.

Lalu bagaimana ciri dan karakter masyarakat urban middle-class millennials? Setidaknya ada tiga yaitu, Pertama, confidence, mereka ini orang yang sangat percaya diri, berani mengemukakan pendapat dan tidak sungkan-sungkan berdebat di depan publik. Kedua, creative, mereka adalah orang yang biasa berpikir out of the box, kaya akan ide dan gagasan dan mampu mengkomunikasikan ide dan gagasan itu dengan cemerlang. Ketiga, connected, mereka adalah pribadi-pribadi yang pandai bersosialisasi terutama dalam komunitas yang mereka ikuti, mereka juga aktif berselancar di sosial media dan internet.

Jadi selamat menyambut kehadiran the urban middle-class millennials!
Oleh:

Hasanuddin Ali

Founder and CEO

Alvara Strategic Research

Dipublikasi di Remah2ilmu | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar

​Generasi Z: Anak Kandung Internet

GEN-Z, makhluk apa lagi ini? Disini belum selesai memperbincangkan generasi millennial, dibelahan dunia sana sudah mulai ramai membahas soal Gen-Z, sebuah generasi yang belum memiliki nama resmi. Bila GEN-Y secara resmi disepakati bernama generasi millennial, para pakar masih belum sepakat perihal penamaan yang pas untuk GEN-Z.
Nickelodeon tahun 2013 pernah menggunakan terminologi generasi post-millennial, ada juga yang menyebut mereka sebagai iGen, Gen Wii, Net Gen, dll. Turner Brodcasting Media di situs adweek.com pada bulan Januari 2016 menyebutkan GEN-Z sebagai Pluralist Generation.
Lalu siapa sebetulnya GEN-Z ini? Untuk menjawabnya, kita harus melangkah kebelakang untuk merunut beberapa generasi sebelum munculnya GEN-Z. Mengutip artikel dari William J. Schroer di socialmarketing.com, klasifikasi antar generasi biasa dilakukan berdasarkan pada cohort periode tahun kelahiran. Generasi Boomers terbagi 2 yakni Generasi Baby Boomers yang lahir 1946-1954, Generasi Boomers II atau Generasi Jones yang lahir 1955-1965. Setelah itu muncul yang disebut sebagai Generation X yang lahir 1966-1976 dan kemudian Generation Y atau Generasi Millennial yang lahir tahun 1977-1994. Nah setelah itu generasi yang lahir tahun 1995-2012 disebut Generasi Z atau lebih mudah disingkat sebagai GEN-Z.
Menggunakan definisi William J. Schroer diatas maka GEN-Z saat ini adalah penduduk yang berusia 4 – 21 tahun. Karena terlalu lebar maka saya lebih suka mempersempit GEN-Z adalah Generasi yang lahir setelah tahun 2000. Dengan menggunakan definisi ini maka GEN-Z adalah mereka-mereka yang sekarang masih remaja berusia belasan tahun, antara 12 sampai dengan 18 tahun.
Dalam konteks Indonesia saat ini berdasarkan estimasi data BPS penduduk Indonesia yang berusia 10 – 19 tahun berjumlah 45 juta jiwa atau 19.32% dari seluruh total penduduk Indonesia. Persentase ini hampir sama dengan jumlah GEN-Z di Amerika yang jumlahnya juga dikisaran 20% dari populasi penduduk Amerika Serikat.
Berbagai studi yang dilakukan di dunia menunjukkan karakteristik yang unik dari GEN-Z ini. Mereka boleh dibilang adalah generasi pertama yang sejak lahir sudah mengenal internet. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang disebut digital immigrant, GEN-Z adalah generasi pertama yang secara sah dan meyakinkan bisa disebut sebagai digital native, generasi yang sejak lahir sudah menjadi warga dunia.
Sebagai contoh, anak-anak kita yang balita pun sekarang nonton film kartunnya tidak lagi melalui TV atau VCD, tapi sudah menggunakan gadget semacam smartphone atau tablet. Orang tua sekarang juga disibukkan oleh rengekan anak-anaknya yang masih SD untuk bisa berinternet atau sekedar nonton video di youtube.
Konsumsi internet GEN-Z lebih tinggi dibanding generasi-generasi sebelumnya. Sebuah studi yang dilakukan oleh Refuel Agency yang dimuat adweek.com bulan Desember 2015 menunjukkan GEN-Z lebih menyukai situs-situs dan social media yang berisi hiburan dibanding generasi millennial. Sebagai contoh proporsi GEN-Z membuka youtobe dan instagram lebih tinggi dibanding generasi millennial, sementara generasi millennial lebih menyukai membuka Facebook.
Meski sangat aktif di internet, GEN-Z ternyata cukup protektif dan tertutup dalam menyuarakan opini nya di social media. Sebuah studi yang dlakukan Pew Research Center mengungkapkan lebih dari setengah (57%) GEN-Z lebih menghindar tidak memposting sesuatu di social media yang sekiranya akan mengganggu mereka di masa depan. Mungkin ini dikarenakan sebagian besar GEN-Z adalah produk yang dihasilkan dari perkawinan antar GEN-X yang merupakan generasi transisi antara era konvensional dan internet, GEN-X merupakan generasi yang memiliki kekawatiran tinggi terhadap dampak negatif internet bagi anak-anak mereka.
GEN-Z jarang ditemui di social media seperti Facebook dan Twitter, mereka bukannya tidak punya akun di Facebook, mereka punya namun mereka hanya pasif. Mereka menganggap Facebook dan Twitter lebih banyak diisi oleh generasi-generasi sebelumnya, GEN-X dan Millennial. Lalu kemana mereka bersosial media? Ternyata mereka lebih memilih social media yang sifatnya lebih tertutup, snapchat misalnya, atau mereka lebih aktif berkomunikasi di messenger seperti Whatapp,Line, dll. Survei yang dilakukan Alvara Research Center tahun 2015 mengkonfirmasi hal ini. Penggunaan messenger diusia 15-18 tahun lebih tinggi dibanding di usia-usia lainnya.
Implikasi yang terjadi tentu saja tidak mudah untuk mengenal dan mendekati GEN-Z, sudah tidak bisa kita menggunakan cara-cara otoritatif, harus menggunakan cara yang bersifat adaptif atau bahkan partisipatif untuk mendekati mereka. Adaptif berarti pendekatan yang luwes dan horizontal, sementara partisipatif berarti merangkul dan memberikan ruang bagi mereka untuk berekspresi.
Oleh:

Hasanuddin Ali

CEO and Founder

Alvara Strategic Research

Dipublikasi di Remah2ilmu | Tag , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Generasi XYZ & Alpha

Memahami Generasi Saat ini… 
Anda yg saat ini sbg ortu merasa janggal dg kultur, gaya, perilaku, kebiasaan dr anak2 jaman sekarang?  Yg jauh beda dg saat kita msh  anak? 

Ayookk,  fahami dg membaca artikel berikut ini. 

_________________________________________

Pernah mendengar istilah Generasi X, Y, Z, atau baby boomers? Istilah-istilah tersebut menggambarkan pengelompokan manusia berdasarkan generasi atau tahun kelahiran. Masing-masing generasi memiliki karakteristik tersendiri, yang dipengaruhi oleh konteks lingkungan yang dihadapi di masa hidupnya. Termasuk generasi manakah kamu? Yuk belajar mengidentifikasi generasi berdasarkan tahun lahirnya, termasuk ciri-ciri utama mereka. Kamu juga bisa mempelajari karakteristik generasi-generasi lain untuk dapat memahami orang-orang di sekitarmu dengan lebih baik.
Generasi Baby Boomber

Baby Boomers adalah mereka yang lahir setelah masa Perang Dunia II, kira-kira tahun 1946 sampai 1964. Pada rentang waktu tersebut, banyak bangsa-bangsa di barat mengalami pertumbuhan kelahiran secara pesat setelah mulai pulih dari kesulitan-kesulitan masa perang. Seiring pertumbuhan ekonomi, perkembangan pendidikan, dan bantuan pemerintah, generasi baby boomers juga turut menikmati kemakmuran di masa hidup mereka. Saat ini, sebagian besar generasi baby boomers telah menikmati masa pensiun mereka yang cukup terjamin.

Generasi X

Setelah baby boomers, muncullah Generasi X yang terlahir pada tahun 1960-an akhir hingga 1980-an. Jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya, mereka yang tergolong Generasi X cenderung lebih toleran terhadap perbedaan termasuk dalam hal agama, kelas, ras, etnis, dan orientasi seksual. Saat ini, kebanyakan para Generasi X tengah berada di puncak karir di usia 30-an akhir hingga 50. Di Indonesia, generasi ini dibesarkan dalam situasi serta event politis yang cukup panas dan bergejolak di era pemerintahan Orde Baru. Secara internasional, Generasi X juga menyaksikan cukup banyak konflik atau kejadian politik global seperti Perang Vietnam, jatuhnya Tembok Berlin, serta berakhirnya Perang Dingin.

Generasi Y / Millenial

Mereka yang disebut bagian dari Generasi Y atau  Millenial adalah yang lahir antara tahun 1980an hingga 2000. Tumbuh besar seiring perkembangan teknologi yang sangat pesat, para Generasi Y biasanya sangat fasih menggunakan internet serta perangkat-perangkat canggih, tidak seperti generasi-generasi sebelumnya. Generasi ini terbiasa terkoneksi selama 24 jam sehari setiap hari, melalui gadget mereka yang beraneka macam, termasuk smartphone, tablet, atau laptop. Kebanyakan generasi Y adalah anak-anak dari mereka yang termasuk dalam generasi baby boomers. Karena melihat orang tua mereka yang bekerja keras siang-malam, banyak dari Generasi Y yang selektif dalam memilih pekerjaan, inovatif dalam urusan dunia kerja atau bisnis dan kerap mengusahakan keseimbangan dalam bekerja.

Generasi Z

Lebih lanjut, mereka yang lahir antara tahun 2000-2010 digolongkan sebagai Generasi Z. Saat ini, mereka masih berusia remaja atau anak-anak. Karena itu, masih belum banyak yang bisa disimpulkan mengenai karakteristik khusus generasi ini. Satu hal yang pasti, generasi ini tumbuh dengan berbagai kemudahan teknologi dan ketersediaan akses ke dunia luar yang tak terbatas. Kemungkinan besar, generasi ini akan menghasilkan orang-orang yang menjadikan teknologi sebagai bagian yang signifikan dalam gaya hidup mereka.

Generasi Alpha

Setelah tahun 2010, mereka yang baru lahir disebut sebagai bagian dari Generasi Alpha. Seperti halnya Generasi Z yang lahir sebelumnya, mereka yang lahir setelah tahun 2010 sudah familiar dengan teknologi sejak usia yang sangat belia. Banyak dari mereka yang sudah menggenggam smartphone sebelum lancar berjalan atau berbicara. Karena itu, banyak yang beranggapan bahwa generasi ini merupakan generasi yang paling transformatif, terutama dalam hal penggunaan dan pengembangan teknologi.
Jadi, termasuk generasi yang manakah kamu? Apakah karakteristik yang disebutkan sesuai dengan pribadimu? Yuk bagikan komentar atau pendapatmu di sini!

Copyright © 2017 Banananina. All Rights Reserved

Dipublikasi di Remah2ilmu | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar

PPT Materi Kuliah Pemograman Komputer

PPT Materi Kuliah Pemograman Komputer
Base Program : TPW V1.5 (Console)
Materi 1 Pengentar Pemograman Komputer
Materi 2 (a) Bahasa Pemograman
(b) Logika dan Algoritma
(c) Definisi Simbol Flowchart
Materi 3 Tipe Data Variabel Operator
Materi 4 Percabangan
Materi 5 Perulangan
Materi 6 Analisa Masalah
Materi 7 Array

UTS + Uji Praktek Pascal TPW v1.5

Base Program : DELPHI (Visual)
Diupload setelah UTS

Berikut link Download PPT (diolah dr berbagai sumber)

Materi 1 Pengantar Pemograman Komputer

Materi 2a Bahasa-pemrograman

Materi 2b Logika & Algoritma

Materi 2c Definisi Simbol Flowchart

Materi 3 Tipe Data Variabel Operator

Materi 4 Percabangan

Materi 5 Perulangan

Materi 6 Analisa Masalah

Materi 7 Array

Dipublikasi di Fisika Corner | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

JUANDA

Pagi ini ku belajar,  jd murid kehidupan/5 SKS dalam kebiasaan delay macan kanginan/Kuberdiam penuh perhatian/Terserak pesan dr langkah2 ketergesaan/Diantara celoteh, nasihat, gelaktawa & rayuan/Takputus2 pelayan tawarkan dagangan/Seakan tdk ada hari esok dlm perjumpaan
Bersandar duduk tak sabaran/Ujung sepatu bergoyang  perlahan/menghibur keakuan utk menahan luapan/Kerinduan akan suasana impian/Yg tertunda tunda krn ketidakpedulian

Terbatuk2 pelayan memohon kunjungan/Terkantuk2 penumpang di kursi panjang/burung besi yg dinanti tak kunjung datang/Terantuk2 tas berbenturan di roda berjalan/Berderak2 tas terseret paksa  bersliweran/Semuanya berjalan melintas kehidupan

Dari bergulirnya waktu tak terpikirkan/Sebagian dg wajah serius tak terkesan/Yg lainnya Ceria sedih bergantian/Datang pergi,  Jumpa Perpisahan/Terjadi di Juanda tanpa kesudahan

Harapan & keputusasaan/Semangat & kelunglaian/Empati & ketidakpedulian/Juanda jd pangkalan/Ujung yg tiada batasan/Dlm rangkaian huruf tak berkesudahan

Juanda,  210917 10:10

alifis@corner 

Juanda International Airport (SUB)
Jl. Ir. H. Juanda, Betro, Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61253
(031) 2986200

https://goo.gl/maps/62mJe6yqvD72

Dipublikasi di Alunan Kata | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar

SAYUR LOMPONG PETE 😘

Kemaren siang,  kami dibawain sayur lompong PETE lagi.  jadi ini terhitung yg kedua sejak balik libur mudik lebaran.  Alhamdulillah… 

Saat itu kesannya aq tuliskan  juga di IG.  Kesan yg sama,  uenakk, lezat, sangat bercitarasa Jawa… hahaha

Ini tulisan aq,  yg terdahulu. 

Obat Rindu Citarasa Tradisional Jawa

____________________________________

Siang tadi,  istri bawa sayur LOMPONG PETE, pemberian dr Bu Sajiman, sedulur Jawa di Kel. Penfui. Lompongnya IMPOR dr Jogja, dioleh2i tetangga yg datang. Wikk, LOMPONG nya nyebrang 5 provinsi, puluhan pulau,  Di ketinggian 10.000 kaki,  trus dimasak…. Amazing bangett. 

Surprise benar,  krn selama di NTT ini kali yg kedua ketemu sayur khas Jawa,  yg mungkin orang Jawa yg di Jawa sendiri sdh jarang memasaknya. Alhamdulillah… 

______________________________referensi

Lompong/Talas (Colocasia esculentia Schott) saat disayur diambil batangnya.  Sayuran ini memiliki kandungan yang sangat penting bagi manusia, diantaranya yaitu ada protein, karbohidrat, lemak, kalsium, vitamin, fosfor, dan zat besi. Dan kandungan yang peling terkenal dari Lompong adalah polifenolnya. 

Kasiat nya,  diantaranya (Kasiat.co.id) 

1. Mengobati Diare

2. Menyembuhkan Biduren

3. Mencegah Sakit Maag

4. Kaya Akan Vitamin

5. Menjaga Kesehatan Mata

6. Menyembuhkan Sakit Kepala

7. Bikin Badan Jadi Sixpack

8. Membantu Meregenerasi Sel yang Rusak

9. Mencegah Diabetes Mellitus

10. Menjaga Kesehatan Otak

Dipublikasi di Jasmerah, Relief Kehidupan | Tag , , , , , , , , | Meninggalkan komentar